Mutasi Virus Corona Dinilai Lebih Menular, Peneliti Takut Mengancam Vaksin

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Kamis, 07 Mei 2020 | 16:07 WIB
Mutasi Virus Corona Dinilai Lebih Menular, Peneliti Takut Mengancam Vaksin
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Suara.com - Virus corona yang muncul lebih dari empat bulan lalu di Wuhan, China, telah bermutasi dan jenis baru yang dominan menyebar di Amerika Serikat tampaknya lebih menular, menurut sebuah studi baru.

Studi yang terbit pada Kamis (30/4/2020) di BioRxiv ini juga mengatakan jika virus corona tidak mereda di musim panas seperti flu musiman, dapat bermutasi lebih lanjut dan berpotensi membatasi efektivitas vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan para ilmuwan.

Beberapa vaksin telah menggunakan urutan genetik virus yang diisolasi oleh otoritas kesehatan di awal wabah.

"Ini adalah berita sulit," kata Bette Korber, ahli biologi komputasi di Los Almos dan penulis utama studi ini.

"Tetapi, tim kami di LABK mampu mendokumentasikan mutasi ini dan dampaknya pada penularan hanya karena upaya global yang besar dari orang-orang klinis dan kelompok eksperimen, yang membuat urutan baru dari virus (SARS-CoV-2) di komunitas lokal mereka tersedia secepat yang mereka bisa," lanjutnya, dikutip dari CNBC.

Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

Studi ini belum peer-review, tetapi para peneliti mencatat bahwa kabar mutasi ini dangat mendesak, mengingat lebih dari 100 vaksin dalam proses pengembangan.

Pada awal Maret, para peneliti di China mengatakan mereka menemukan bahwa dua strain virus corona lain dapat menyebabkan infeksi di seluruh dunia.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tanggal 3 Maret, para ilmuwan di Peking University’s School of Life Sciences dan Institut Pasteur of Shanghai menemukan jenis yang lebih agresif dari virus corona baru telah menyumbang sekitar 70% dari strain yang dianalisis, sementara 30% telah dikaitkan dengan tipe kurang agresif.

Jenis yang lebih agresif dan mematikan ditemukan lazim pada tahap awal wabah di Wuhan.

baca juga
Coronavirus, penyebab MERS (shutterstock)
Ilustrasi virus corona (shutterstock)

Para peneliti Los Alamos, dengan bantua para ilmuwan di Duke University dan University of Sheffield di Inggris, mampu menganalisis ribuan rangkaian virus corona yang dkimpulkan oleh Global Initiative for Sharing All Influenza, sebuah organisasi yang mempromosikan pembagian data secara cepat dari semua virus influenza dan virus corona.

Hingga saat ini, para peneliti telah mengidentifikasi 14 mutasi.

Mutasi berdampak pada protein lonjakan, mekanisme multifungsi yang memungkinkan virus masuk ke inang.

Penelitian ini didukung oleh dana dari Medical Research Council, National Institute of Health Research dan Genome Research Limited.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mutasi Terbaru, Peneliti Sebut Virus Corona Covid-19 Melemah

Mutasi Terbaru, Peneliti Sebut Virus Corona Covid-19 Melemah

Health | Rabu, 06 Mei 2020 | 13:45 WIB

Khawatir Mutasi Baru Covid-19, WHO Naikkan Masa Inkubasi Jadi 28 Hari

Khawatir Mutasi Baru Covid-19, WHO Naikkan Masa Inkubasi Jadi 28 Hari

Health | Jum'at, 21 Februari 2020 | 16:06 WIB

Ilmuwan China: Virus Corona Baru Bisa Mutasi Menjadi Lebih Berbahaya

Ilmuwan China: Virus Corona Baru Bisa Mutasi Menjadi Lebih Berbahaya

Health | Selasa, 28 Januari 2020 | 20:24 WIB

Terkini

5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga

5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 19:03 WIB

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 18:53 WIB

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:51 WIB

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 18:50 WIB

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Malang | Selasa, 15 September 2026 | 18:48 WIB

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 18:46 WIB

×