Benarkah Mudah Lelah Tanda Penyakit Jantung?

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 08 Mei 2020 | 09:07 WIB
Benarkah Mudah Lelah Tanda Penyakit Jantung?

Suara.com - Benarkah Mudah Lelah Tanda Penyakit Jantung?

Gejala penyakit jantung harus diwaspadai sejak dini. Terlebih penyakit tersebut merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia yang pada akhirnya, bisa menjadi cermin pola hidup masyarakatnya.

Salah satu tanda awal atau gejala yang kerap dicurigai dari penyakit jantung adalah perasaan mudah lelah atau kecapaian. Tapi, apakah itu benar?

Menurut Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Vito A Damay, Sp.JP(K), M.Kes, FIGA, FICA, FAsCC, sakit jantung tidak sama dengan kelelahan.

"Orang yang lelah belum tentu ada masalah jantung, bisa saja karena capek saja. Bisa jadi punya penyakit jantung belum tentu cepat lelah," ujar dr. Vito beberapa waktu lalu dalam diskusi online beberapa waktu lalu.

Meski demikian, dokter lulusan spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Universitas Padjadjaran ini membenarkan orang yang kelelahan bisa berisiko terjadinya serangan jantung. Tidak hanya lelah secara fisik kata dia, lelah karena stres juga memiliki risiko yang sama.

"Stres psikis juga aktivitas yang berat maka dia memicu terjadinya gangguan jantung yang akut atau berat. Orang yang punya penyakit jantung apalagi bisa tiba-tiba bisa jadi berat, karena orang lagi diam saja itu juga cukup untuk membuat orang serangan jantung," jelasnya.

Biasanya orang yang sedang diam tapi tiba-tiba mengalami serangan jantung terjadi karena terbentuknya gumpalan darah yang menganggu kerja otot jantung. Pada masa ini penanganan cepat harus segera dilakukan untuk meningkatkan peluang keselamatan.

"Jadi orang serangan jantung bisa terjadi setelah aktivitas ataupun sedang diam saja itu bisa. Karena itu pentingnya kenapa orang check-up itu bisa terjadi tiba-tiba serangan jantung," ujar Vito.

baca juga

Ia juga mengatakan penyakit jantung ringan atau bukan berat biasanya tidak ditandai dengan perasaan mudah lelah. Bahkan mereka yang memiliki masalah jantung bisa sangat mungkin melakukan aktivitas seperti biasanya.

Masalah penyakit jantung ringan juga dapat berubah perlahan menjadi masalah jantung berat apabila pengidapnya tidak menjaga kesehatan tubuh.

Untuk itu ia mengatakan sangat penting bagi masyarakat untuk rutin melalukan medical check up.

"Karena itu pentingnya orang tetap melakukan medicak check-up. Supaya tahu apa yang menjadi masalah jantungnya. Jadi kapasitas jantungnya dan dia boleh berolahraga apa, apa yang harus dilakukan, ada rekomendasinya," jelas Vito.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Fakta Henti Jantung, Penyakit yang Dialami Didi Kempot

6 Fakta Henti Jantung, Penyakit yang Dialami Didi Kempot

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 11:14 WIB

Pengidap Penyakit Jantung Rentan Tertular Corona Covid-19? Ini Kata Dokter

Pengidap Penyakit Jantung Rentan Tertular Corona Covid-19? Ini Kata Dokter

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 04:30 WIB

Tujuan Lain Penggunaan 'Code Blue', Istilah RS saat Tangani Didi Kempot

Tujuan Lain Penggunaan 'Code Blue', Istilah RS saat Tangani Didi Kempot

Health | Rabu, 06 Mei 2020 | 14:48 WIB

Terkini

Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?

Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:01 WIB

Kontroversi Uan Juicy Luicy: Mengapa Humor Misoginis Tak Boleh Dimaklumi

Kontroversi Uan Juicy Luicy: Mengapa Humor Misoginis Tak Boleh Dimaklumi

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:00 WIB

Jalur Baru Kelok 23 Bantul Mulai Diuji Coba

Jalur Baru Kelok 23 Bantul Mulai Diuji Coba

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 10:00 WIB

Volume Transaksi Naik, Bursa Kripto CFX Perkuat Pasar Aset Digital Indonesia

Volume Transaksi Naik, Bursa Kripto CFX Perkuat Pasar Aset Digital Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:59 WIB

Menakar Pencopotan Purbaya: Sarat Kalkulasi Politik 2029 dan Beban Fiskal

Menakar Pencopotan Purbaya: Sarat Kalkulasi Politik 2029 dan Beban Fiskal

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:58 WIB

Segera Antre, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.592.000/Gram

Segera Antre, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.592.000/Gram

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Menguat Tipis Imbas Menkeu Baru Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Rupiah Menguat Tipis Imbas Menkeu Baru Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:52 WIB

Zero Odol Masih Jauh Tercapai, 72 Ribu Truk Obesitas Masih Beroperasi di Jalan

Zero Odol Masih Jauh Tercapai, 72 Ribu Truk Obesitas Masih Beroperasi di Jalan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:51 WIB

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:46 WIB

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:45 WIB

×