Tujuan Lain Penggunaan 'Code Blue', Istilah RS saat Tangani Didi Kempot

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 06 Mei 2020 | 14:48 WIB
Tujuan Lain Penggunaan 'Code Blue', Istilah RS saat Tangani Didi Kempot
Didi Kempot (Suara.com)

Suara.com - Kabar meninggalnya sang maestro campursari Didi Kempot pada Selasa (5/5/2020) mengejutkan banyak orang. Menurut laporan, mendiang sudah tiba di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo dengan kondisi henti jantung.

"Pukul 07.25 WIB ke IGD dalam keadaan henti jantung. Sudah dilakukan pertolongan dengan maksimal. Tapi kondisinya tidak tertolong. Almarhum dinyatakan meninggal dunia pukul 07.45 WIB," kata dr Divan melalui pesan WhatsApp dikutip dari Solopos.com (jaringan Suara.com).

Sebelumnya, kondisi Didi Kempot di rumah sakit pun dihubungkan dengan istilah medis code blue. Kabar ini merebak di platform media sosial Twitter ketika salah satu akun mencuit hal ini.

"Dapet kabar dari temen yang bekerja di RS Kasih Ibu. Bagi pecinta sobat ambyar, fyi Didi Kempot barusan meninggal di IGD RS Kasih Ibu, karena terkena code blue asma."

Seketika warganet penasaran dengan istilah tersebut, meski pihak rumah sakit belum mengonfirmasi kabar ini.

Kerabat menabur bunga di atas pusara almarhum penyanyi campursari Dionisius Prasetyo atau Didi Kempot sesuasi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Desa Majasem, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (5/5).  [ANTARA FOTO/Joni Pratama]
Kerabat menabur bunga di atas pusara almarhum penyanyi campursari Dionisius Prasetyo atau Didi Kempot sesuasi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Desa Majasem, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (5/5). [ANTARA FOTO/Joni Pratama]

Dilansir dari Healtline, rumah sakit sering menggunakan nama kode untuk mengingatkan staf tentang keadaan darurat atau peristiwa lainnya.

Kode memungkinkan personel rumah sakit yang terlatih untuk merespons dengan cepat dan tepat berbagai peristiwa. Penggunaan kode juga dapat membantu mencegah kekhawatiran atau panik oleh pengunjung dan orang-orang yang dirawat di rumah sakit.

Code blue atau kode biru adalah kode darurat yang paling dikenal secara universal, yang artinya ada keadaan darurat medis terjadi di dalam rumah sakit.

Banyak rumah sakit memiliki tim yang akan merespon kode biru secara khusus dalam beberapa menit. Tim terdiri dari dokter, perawat, seorang terapis pernapasan, dan seorang apoteker.

baca juga

Alasan umum untuk mengaktifkan kode biru meliputi:

  • Henti jantung seperti serangan jantung atau aritmia berbahaya
  • Henti pernapasan (saat seseorang berhenti bernapas)
  • Ketika seseorang menjadi sangat bingung, tidak waspada, atau menunjukkan tanda-tanda stroke
  • Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba dan parah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Didi Kempot Alami Henti Jantung, Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Didi Kempot Alami Henti Jantung, Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 20:19 WIB

Kematian Mendadak Didi Kempot, Ini Pentingnya Rutin Check Up Kesehatan

Kematian Mendadak Didi Kempot, Ini Pentingnya Rutin Check Up Kesehatan

Health | Rabu, 06 Mei 2020 | 03:15 WIB

Didi Kempot Meninggal dengan Riwayat Asma, Penyakit Bahaya Bagi Orang Tua

Didi Kempot Meninggal dengan Riwayat Asma, Penyakit Bahaya Bagi Orang Tua

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 18:15 WIB

Terkini

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

×