6 Fakta Henti Jantung, Penyakit yang Dialami Didi Kempot

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Kamis, 07 Mei 2020 | 11:14 WIB
6 Fakta Henti Jantung, Penyakit yang Dialami Didi Kempot
Ilustrasi henti jantung penyakit Didi Kempot. (Shutterstock)

Suara.com - 6 Fakta Henti Jantung, Penyakit yang Dialami Didi Kempot

Musisi campursari Didi Kempot meninggal dunia akibat penyakit jantung pada Selasa (5/5/2020). Pelantun lagu Stasiun Balapan itu dikabarkan sempat mengalami henti jantung setibanya di rumah sakit Kasih Ibu Solo, Jawa Tengah.

Dalam istilah medis, henti jantung berarti Sudden Cardiac Arrest (SCA). Di mana kondisi jantung berhenti bekerja dan berkontraksi sehingga tidak ada aliran darah yang cukup untuk menghidupi otot jantung dan organ vital lainnya.

Dokter Spesialis Jantung Primaya Hospital Bekasi Timur dr. Ivan Noersyid, Sp.JP, menjelaskan bahwa jantung dilengkapi dengan sistem listrik yang berfungsi untuk membangkitkan implus-implus yang menyebabkan timbulnya kontraksi otot jantung.

"Hal tersebut dapat terjadi karena gangguan irama atau beberapa faktor lainnya. Jadi, kontraksi jantungnya bergetar saja namun jantung tidak memompa aliran darah," kata Ivan kepafa suara.com melalui keterangan tertulisnya, Kamis (7/5/2020).

Henti jantung dapat terjadi dalam kondisi jantung tidak bekerja namun masih terdapat aliran listrik. Dokter Ivan menjabarkan sejumlah fakta terkait henti jantung yang belum banyak diketahui awam.

1. Belum tentu menyebabkan kematian

Tidak semua pasien yang mengalami henti jantung akan meninggal dunia. Henti jantung harus melalui beberapa proses. Menurut Ivan, tahapan henti jantung dimulai dari kematian otot-otot jantung.

Setiap 4 menit, bagian-bagian otot jantung di dalam tubuh akan mengalami kematian. Semakin lama penanganan seseorang yang mengalami henti jantung, akan semakin banyak otot jantung yang mengalami kematian.

baca juga

"Jika seseorang mengalami henti jantung namun tidak dilakukan tindakan medis lebih lanjut, maka orang tersebut dapat mengalami kematian,” jelasnya.

2. Tidak ada denyut nadi pada leher

Seseorang yang mengalami henti jantung, dibuktikan dengan tidak teraba nadi karotis yang terdapat pada leher. Selain itu perlu dilakukan pengecekkan irama jantung melalui Elektokardiogram (EKG).

Ivan menjelaskan, terdapat dua kondisi irama jantung yang terlihat dari hasil EKG yaitu kondisi irama asistol atau jantung tidak berirama dan irama pulseless electrical activity (PEA), dan kondisi irama seperti garis seperti rumput (ventrikular takikardi atau fibrilasi).

Ilustrasi henti jantung. (Shutterstock).
Ilustrasi henti jantung. (Shutterstock).

Untuk pasien dengan kondisi irama jantung asistol atau PEA, maka pasien akan dilakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru yaitu tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas karena sebab-sebab tertentu.

“Hal yang dilakukan adalah pemompaan jantung dari dinding luar dada, pemberian napas baik melalui alat bantuan pernafasan, pemberiam cairan atau obat,” ujar Ivan.

Ia menambahkan, proses Resusitasi Jantung Paru untuk pasien dengan irama jantung datar akan di evaluasi selama 10 hingga 20 menit. Jika dalam waktu lebih dari 30 menit tidak ada perubahan dari pasien, maka kemungkinan harapan hidup pasien sangat kecil.

Jika hasil EKG menunjukkan irama seperti garis rumput, maka pasien akan dilakukan defibrilasi atau diestrum sebagai terapi utama selain di lakukam resusitasi jantung paru ( RJP). Dengan dilakukan defibrilasi, gangguan irama jantung yang terjadi dapat dihidupkan ulang.

"Jika iramanya kembali normal, pasien tersebut akan dilakukan pemeriksaan gelombang listrik pada pembuluh nadi. Jika denyut nadi tidak teraba, maka akan dilakukan proses Resusitasi Jantung Paru," paparnya.

Selanjutnya: Henti jantung bisa diselamatkan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beri Nasihat Untuk Sulis, Didi Kempot: Terus Kreatif!

Beri Nasihat Untuk Sulis, Didi Kempot: Terus Kreatif!

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2020 | 10:35 WIB

Yuni Shara : Dari Ngamen Didi Kempot Tak Pernah Bawakan Lagu Orang

Yuni Shara : Dari Ngamen Didi Kempot Tak Pernah Bawakan Lagu Orang

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2020 | 10:26 WIB

Ganjar Pranowo Ajak Sobat Ambyar Joget dalam Tribute to Didi Kempot

Ganjar Pranowo Ajak Sobat Ambyar Joget dalam Tribute to Didi Kempot

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2020 | 08:38 WIB

Terkini

Bappisus: Hasil Investigasi Temuan di Lapas Cibinong Selesai Jumat Ini

Bappisus: Hasil Investigasi Temuan di Lapas Cibinong Selesai Jumat Ini

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:02 WIB

Jantung Bisa Bermasalah Tanpa Gejala, Kenali Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Jantung Bisa Bermasalah Tanpa Gejala, Kenali Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Health | Selasa, 29 September 2026 | 17:01 WIB

10 Hari Menikah, Aktor Kentaro Sakaguchi Dilaporkan Berselisih dengan Istri

10 Hari Menikah, Aktor Kentaro Sakaguchi Dilaporkan Berselisih dengan Istri

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 17:00 WIB

Skandal Pebulutangkis Cantik Thailand Pitchamon Opatniputh Terancam Hukuman 2 Tahun

Skandal Pebulutangkis Cantik Thailand Pitchamon Opatniputh Terancam Hukuman 2 Tahun

Sport | Selasa, 29 September 2026 | 16:58 WIB

'Kayak ke Salon Ada Before-After', Bappisus Cium Kejanggalan Beda Temuan di Lapas Cibinong

'Kayak ke Salon Ada Before-After', Bappisus Cium Kejanggalan Beda Temuan di Lapas Cibinong

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:57 WIB

John Herdman Tak Mau Larut Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia, Bangladesh Jadi Target Berikutnya

John Herdman Tak Mau Larut Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia, Bangladesh Jadi Target Berikutnya

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 16:52 WIB

BPJS Kesehatan Dirombak: Rumah Sakit Dilarang Beda-bedakan Pasien Umum dan BPJS!

BPJS Kesehatan Dirombak: Rumah Sakit Dilarang Beda-bedakan Pasien Umum dan BPJS!

Video | Selasa, 29 September 2026 | 16:52 WIB

1.900 Manajer KDMP Ditempatkan Secara Acak, Ini Detailnya

1.900 Manajer KDMP Ditempatkan Secara Acak, Ini Detailnya

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 16:50 WIB

Negara Disebut Hemat Rp1,2 Triliun Usai 14 Ribu Kasus Selesai Lewat Restorative Justice

Negara Disebut Hemat Rp1,2 Triliun Usai 14 Ribu Kasus Selesai Lewat Restorative Justice

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:49 WIB

Warganet Khawatir Girder Tol Jogja-Solo Rawan Roboh, Kontraktor Beri Penjelasan

Warganet Khawatir Girder Tol Jogja-Solo Rawan Roboh, Kontraktor Beri Penjelasan

Jogja | Selasa, 29 September 2026 | 16:47 WIB

×