Corona Serang Jiwa Pasien: Suka Teriak, Menyerang, hingga Coba Bunuh Diri

Arsito Hidayatullah

Minggu, 10 Mei 2020 | 07:15 WIB
Corona Serang Jiwa Pasien: Suka Teriak, Menyerang, hingga Coba Bunuh Diri
Ilustrasi. Salah satu pemeriksaan atau tes virus corona Covid-19 di Bogor. [Dok. BBC/EPA]

Suara.com - Virus corona tidak hanya merusak gangguan fisik pasien namun juga berdampak pada kesehatan mental. Terdapat beberapa pasien yang cemas, putus asa, depresi bahkan mencoba untuk bunuh diri.

"Saat itu saya berpikir orang yang kena Covid itu seperti orang hidup tapi dianggap mati. Saya berarti akan mati. Saya shock, saya depresi. Badan saya drop, pikiran saya hancur," kata mantan pasien virus corona Arif Wijaya yang berhasil sembuh kepada wartawan BBC News Indonesia Raja Eben Lumbanrau.

Tenaga medis Rumah Sakit Wisma Atlet menyebut ada pasien yang depresi lalu mencoba lompat bunuh diri karena tertekan.

Menurut dokter kejiwaan hal itu disebabkan karena lemahnya pertahanan mental pasien. Kesehatan mental sangat mempengaruhi pembentukan imun tubuh dalam melawan virus corona.

Pemerintah menyebut persoalan Covid-19 adalah 20% persoalan kesehatan, 80% persoalan psikologis.

'Saya menyerah untuk hidup'

Arif Wijaya adalah satu dari ribuan pasien positif virus corona yang sembuh. Ia menceritakan bagaimana virus corona tidak hanya menyerang kesehatan fisik, namun juga pertahanan mentalnya.

Serangan pertama terhadap pertahanan mental Arif dimulai ketika ia menjalani tes hingga dinyatakan positif virus corona.

"Pertama saat saya ditolak berkali-kali rumah sakit. Saya telat mungkin karena saya sudah tidak ada harapan untuk hidup. Pikiran saya berkecamuk, bagaimana jika saya kena Covid? Saya akan dikucilkan, diisolasi. Orang hidup dianggap mati."

baca juga

Ditambah lagi, saat itu kondisi fisik Arif sangat lemah. Ia tidak makan dua hari yang menyebabkan tubuhnya lemas dan juga menderita sesak nafas.

"Setelah dikasih tahu saya positif. Jantung saya deg-degan, perasaan dan pikiran saya hancur. Saya shock dan stres,"katanya.

Serangan virus corona terhadap pertahanan mental tidak berhenti di situ. Kedua adalah saat menjalani masa isolasi dimana Arif harus berjuang keras untuk hidup.

"Lalu saat diisolasi saya berpikir ini Covid berarti matilah karena saya lihat data yang ada saat itu tidak ada yang sembuh.

"Fisik saya drop sekali, lemas. Salat saja tayamum. Saya merasa sudah tidak kuat lagi. Kemarin saya berpikir ditolak karena tidak ada harapan hidup, sekarang saya sudah ditolong tapi sudah maksimal dan saya sudah tidak bisa bertahan," kata Arif.

Namun, di tengah serangan virus corona terhadap kesehatan fisik dan mental, Arif mencoba terus bertahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curhatan Petugas Kamar Mayat saat Corona: Lebih Banyak Duka Dibanding Suka

Curhatan Petugas Kamar Mayat saat Corona: Lebih Banyak Duka Dibanding Suka

Jabar | Minggu, 10 Mei 2020 | 03:10 WIB

Waduh! Sebelas Orang Dekat Trump Dinyatakan Positif Covid-19

Waduh! Sebelas Orang Dekat Trump Dinyatakan Positif Covid-19

Health | Minggu, 10 Mei 2020 | 03:10 WIB

Ada Keluarga ASN Positif Covid, Layanan Kelurahan Ini Dipindah ke Kecamatan

Ada Keluarga ASN Positif Covid, Layanan Kelurahan Ini Dipindah ke Kecamatan

News | Minggu, 10 Mei 2020 | 02:00 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Gambut Mengering dan Kearifan Lokal Kian Terabaikan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Gambut Mengering dan Kearifan Lokal Kian Terabaikan

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:12 WIB

Kanye West gelar konser perdana, puluhan ribu penonton padati GBK

Kanye West gelar konser perdana, puluhan ribu penonton padati GBK

Video | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Tragis! Atlet Selam Jepara di Porprov Jateng 2026 Tewas Tenggelam, Ini Kronologinya

Tragis! Atlet Selam Jepara di Porprov Jateng 2026 Tewas Tenggelam, Ini Kronologinya

Jawa Tengah | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:06 WIB

Ze Gomes Siapkan Taktik Khusus Jelang Laga Tensi Tinggi Menghadapi Persebaya Surabaya

Ze Gomes Siapkan Taktik Khusus Jelang Laga Tensi Tinggi Menghadapi Persebaya Surabaya

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:05 WIB

PT Kristalin Ekalestari: Profil, Penyebab Cabut Izin Tambang, dan Sanksi

PT Kristalin Ekalestari: Profil, Penyebab Cabut Izin Tambang, dan Sanksi

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Muka Glowing tapi Rekening Kering: Saatnya Sadar Pentingnya Dana Darurat

Muka Glowing tapi Rekening Kering: Saatnya Sadar Pentingnya Dana Darurat

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Suka Pakai Sweater Rajut? Coba 5 Trik Styling agar Tampilan Lebih Modern

Suka Pakai Sweater Rajut? Coba 5 Trik Styling agar Tampilan Lebih Modern

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Garudayaksa vs Persib Bandung, Bobotoh Protes Kebakaran Hutan

Garudayaksa vs Persib Bandung, Bobotoh Protes Kebakaran Hutan

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:52 WIB

MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas, Dinilai Melempem Hadapi Mangkir Nusron Wahid

MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas, Dinilai Melempem Hadapi Mangkir Nusron Wahid

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Cara Menghilangkan Iklan di HP Oppo yang Tiba-Tiba Muncul, Praktis tanpa Aplikasi

Cara Menghilangkan Iklan di HP Oppo yang Tiba-Tiba Muncul, Praktis tanpa Aplikasi

Tekno | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:35 WIB

×