Ilmuwan: Minum Obat Mulas Jangka Panjang Tingkatkan Risiko Demensia

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 10 Mei 2020 | 13:38 WIB
Ilmuwan: Minum Obat Mulas Jangka Panjang Tingkatkan Risiko Demensia
Ilustrasi orang tua terkena demensia (shutterstock)

Suara.com - Orang yang meiliki kebiasaan mengonsumsi obat sakit perut atau obat mulas berisiko lebih tinggi mengalami demensia. Para ilmuwan telah memperingatkan orang yang mengonsumsi obat-obatan asam lambung, terutama orang tua bisa berisiko kehilangan ingatannya.

Para peneliti di Karolinska Institute di Swedia telah mengklaim bahwa penggunaan jangka panjang pada obat-obatan, seperti omeprazole bisa berdampak pada cara sel-sel saraf mengirim sinyal ke sel-sel lain dalam tubuh.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Alzheimer's and Dementia menunjukkan proses proton pump inhibitor (PPls), yang digunakan utnuk mengobati perut mulas.

Ternyata zat itu memengaruhi neurotransmitter acetylcholine, yakni bahan kimia organik yang berfungsi di otak dan tubuh.

Seorang peneliti senior di Departemen Neurobiologi, Ilmu Perawatan dan Masyarakat di Karolinska Institute mengatakan tidak ada pengobatan yang efektif untuk mengatasi alzheimer dan demensia. Seseorang hanya perlu menghindari hal-hal yang meningkatkan risikonya.

Ilustrasi perempuan demensia. [Shutterstock]
Ilustrasi perempuan demensia. [Shutterstock]

"Karena itu kami sangat memperhatikan hal ini supaya orang tidak mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama," kata Taher Darreh-Shori dikutip dari The Sun.

Adapun obat-obatan PPI seperti Nexium dan Zantac yang bekerja menghalangi pompa di dalam tubuh untuk mengangkut asam dari sel-sel yang membentuk lendir.

Ketika pompa di dalam tubuh tidak berfungsi, masa asam akan mengurangi dan merusak jaringan tubuh lain.

Peneliti pun telah mencari tahu hubungan antara obat PPI dan demensia menggunakan simulasi komputer 3D untuk memeriksa 6 varian PPI yang berbeda.

Langka ini dilakukan untuk mencari tahu proses berbagai zat berinteraksi dengan enzim yang mensintesis asam dari sel-sel pembentuk lendir.

Sebenarnya asetilkoin diperlukan untuk melewati sinyal di antara sel-sel saraf, tetapi zat ini hanya bekerja secara efektif bila cukup banyak zat yang diproduksi.

Penelitian menunjukkan bahwa zat-zat itu mampu mengikat bersama. Tapi, efeknya adalah obat tersebut akan menghambat enzim.

Adapun obat-obatan yang merupakan penghambat enzim terkuat berdasarkan bahan aktifnya, seperti omeprazole (yang biasa dijual dengan merek prilosec, losec dan nexium) dan rabeprazole (yang dijual dengan merek pariet).

Ada pula pantoprazole (nama merek protonix) dan lansoprazole (yang dijual dengan merek prevacid) yang tergolong obat lebih lemah dalam menghambat enzim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Ungkap Diet Mediterania Bisa Bantu Lawan Demensia

Studi Ungkap Diet Mediterania Bisa Bantu Lawan Demensia

Lifestyle | Kamis, 16 April 2020 | 10:01 WIB

Wajib Coba, 5 Bahan Alami Ini Disebut Bisa Jadi Obat Sakit Perut

Wajib Coba, 5 Bahan Alami Ini Disebut Bisa Jadi Obat Sakit Perut

Lifestyle | Rabu, 01 April 2020 | 06:30 WIB

Bikin Cepat Pikun, Awas 6 Faktor Ini Menyebabkan Otak Mengecil Lebih Cepat!

Bikin Cepat Pikun, Awas 6 Faktor Ini Menyebabkan Otak Mengecil Lebih Cepat!

Health | Selasa, 10 Maret 2020 | 15:27 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB