China Disebut Curi Data AS Terkait Vaksin dan Pengobatan Covid-19

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Selasa, 12 Mei 2020 | 10:58 WIB
China Disebut Curi Data AS Terkait Vaksin dan Pengobatan Covid-19
Presiden AS, Donald Trump [AFP/Mendel Ngan]

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat sebut mata-mata China telah melakukan upaya untuk mencuri penelitian AS terkait vaksin Covid-19. Pihak pemerintah AS juga disebut sedang mempersiapkan peringatan resmi.

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), peringatan itu akan dirilis oleh FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dalam beberapa hari mendatang.

New York Times melaporkan, bahwa peretas China juga mencari informasi tentang perawatan Covid-19 dan pengujian selain vaksin.

Pemerintah AS kini siaga tinggi atas upaya China untuk meretas ke dalam basis data penelitian virus corona apalagi dengan beberapa kemajuan perusahaan AS mengenai solusi yang mungkin untuk membantu mengendalikan pandemi.

AS adalah negara yang pertama menyetujui obat untuk mengobati Covid-19, meskipun hanya untuk penggunaan darurat.

Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) pada 1 Mei memberikan izin kepada rumah sakit untuk memberikan remdesivir Gilead Sciences secara intravena kepada pasien yang menggunakan ventilator atau memerlukan beberapa bentuk oksigenasi tambahan.

Remdesivir, salah satu obat yang dianggap potensial menyembuhkan Covid-19.[Reuters]
Remdesivir, salah satu obat yang dianggap potensial menyembuhkan Covid-19.[Reuters]

Keputusan itu dikeluarkan setelah hasil awal studi pemerintah AS menunjukkan waktu pemulihan yang lebih cepat.

Moderna, yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, menerima persetujuan regulator pekan lalu untuk memulai uji coba fase-dua pada kandidat vaksin mRNA 1273-nya.

Pengembangan vaksin Moderna adalah salah satu dari beberapa vaksin Covid-19 potensial yang dikembangkan bekerja sama dengan pemerintah AS untuk mempercepat proses.

baca juga

Sementara itu, kombinasi obat lain yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi AS menunjukkan harapan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The Lancet.

Ditanya tentang laporan peretasan China di Washington pada hari Senin (11/5/2020), Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa hal itu bukan sesuatu yang baru.

"Apa lagi yang baru? Kami menontonnya dengan sangat cermat. Saya tidak senang dengan China," kata Trump.

“Mereka seharusnya menghentikan penyebaran virus corona di sumbernya. Mereka bisa menghentikannya tepat di sumbernya," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rumpin Bogor Zona Merah Virus Corona

Rumpin Bogor Zona Merah Virus Corona

Jabar | Selasa, 12 Mei 2020 | 10:15 WIB

Update Covid-19 Global 12 Mei: Kasus di Rusia Naik Drastis dalam Semalam

Update Covid-19 Global 12 Mei: Kasus di Rusia Naik Drastis dalam Semalam

Health | Selasa, 12 Mei 2020 | 10:09 WIB

Kabid Humas Polda Bengkulu Positif Virus Corona

Kabid Humas Polda Bengkulu Positif Virus Corona

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 10:06 WIB

Terkini

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:07 WIB

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:02 WIB

Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 23:01 WIB

Yusril Bongkar Alasan Listyo Sigit Cs Tak Dijerat Pasal Makar meski Sadap Presiden

Yusril Bongkar Alasan Listyo Sigit Cs Tak Dijerat Pasal Makar meski Sadap Presiden

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:59 WIB

Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota

Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 22:57 WIB

DPR Minta Polri Buka Terang Kasus Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Dibongkar

DPR Minta Polri Buka Terang Kasus Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Dibongkar

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:55 WIB

Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, TNI Diduga Siapkan 20.980 Personel untuk Pengamanan Jakarta

Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, TNI Diduga Siapkan 20.980 Personel untuk Pengamanan Jakarta

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:53 WIB

Listyo Sigit dan 2 Jenderal Jadi Tersangka, Server LIMS Diduga Dipakai Sadap Presiden hingga Media

Listyo Sigit dan 2 Jenderal Jadi Tersangka, Server LIMS Diduga Dipakai Sadap Presiden hingga Media

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 22:51 WIB

×