Dianggap Bisa Atasi Covid-19, Peneliti Peringatkan Bahaya Herd Immunity

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Selasa, 12 Mei 2020 | 19:22 WIB
Dianggap Bisa Atasi Covid-19, Peneliti Peringatkan Bahaya Herd Immunity
Pasien corona. (Antara)

Suara.com - Keputusan pemerintah untuk melakukan kelonggaran pembatasan sosial skala besar (PSBB) pada orang di bawah 45 tahun memicu reaksi warganet. Banyak yang berpikiran bahwa pemerintah dari awal memilih strategi herd immunity.

Bagi yang belum tahu, herd immunity adalah ketika persentase populasi yang cukup besar kebal terhadap patogen sehingga tidak dapat menyebar secara luas.

Dilansir dari Business Insider, hal itu juga bergantung pada seberapa menularnya patogen.

Herd immunity dapat dicapai melalui vaksin, seperti dalam kasus cacar dan campak. Para ahli memperkirakan bahwa dibutuhkan setidaknya 18 bulan untuk mengembangkan vaksin untuk virus corona Covid-19 ini.

Herd immunity juga dapat dicapai secara alami karena orang terinfeksi, pulih, dan kemudian menjadi kebal terhadap infeksi. Namun ini berfungsi jika kemungkinan infeksi ulang rendah atau, idealnya, nol.

Sedangkan, saat ini belum diketahui apakah ada orang yang dapat terinfeksi ulang dengan virus corona baru, yang mempersulit rencana untuk mencapai herd immunity secara alami.

Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

"Satu-satunya cara aman kita akan bisa mendapatkan herd immunity terhadap virus ini adalah vaksin," kata Natalie Dean, seorang ahli biostatistik di University of Florida yang berspesialisasi dalam epidemiologi penyakit menular.

Ahli lain pun berpendapat setidaknya untuk saat ini, herd immunity bukanlah tujuan yang dapat dicapai. Ini bukan pilihan yang bisa kita pertimbangkan tanpa kapasitas pengujian yang tepat, tindakan jarak sosial, kapasitas rumah sakit yang memadai, dan tindakan perlindungan yang banyak digunakan seperti masker wajah.

Sehingga, kembali ke normalitas demi mengharapkan adanya herd immunity secara alami hanya akan memperburuk keadaan.

Seperti dikutip dari ZME Science, peneliti Johns Hopkins memberi peringatan dengan contoh "pesta infeksi cacar air" pada 1970-an dan 1970-an.

Pihak-pihak yang terinfeksi cacar pada dasarnya adalah kegiatan sosial di mana anak-anak secara sengaja terpapar suatu penyakit dengan harapan mereka bisa membangun kekebalan terhadapnya.

Gejala dan Penanganan Pasien Covid-19
Ilustrasi Covid-19.

Melakukan air  herd immunity seperti pada kasus cacar air adalah ide yang mengerikan, para ilmuwan menjelaskan. Tidak hanya karena Covid-19 jauh lebih berbahaya daripada cacar air, tetapi juga karena seseorang tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.

"Kami telah mendengarkan dengan prihatin terhadap suara-suara yang keliru menyarankan bahwa herd immunity dapat segera memperlambat penyebaran Covid-19," tulis David Dowdy dan Gypsyamber D'Souza, dari Departemen Epidemiologi di Sekolah Kesehatan Publik Johns Hopkins Bloomberg.

"Covid-19 100 kali lebih mematikan daripada cacar air. Misalnya, di kapal pesiar Diamond Princess, tingkat kematian di antara mereka yang terinfeksi SARS-CoV-2 adalah 1 persen," jelas mereka.

Sehinnga seseorang yang pergi ke "pesta virus corona" untuk terinfeksi tidak hanya akan secara substansial meningkatkan peluang mereka sendiri untuk mati di bulan berikutnya. Efek dari herd immunity ini juga akan membahayakan keluarga dan teman-teman mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Belum Punya Kurva Epidemi COVID-19, Tekad Jokowi Diragukan

Indonesia Belum Punya Kurva Epidemi COVID-19, Tekad Jokowi Diragukan

Tekno | Selasa, 12 Mei 2020 | 18:35 WIB

5 Google Trends Hari Ini, Selasa 12 Mei 2020: Apa Itu Herd Immunity?

5 Google Trends Hari Ini, Selasa 12 Mei 2020: Apa Itu Herd Immunity?

Health | Selasa, 12 Mei 2020 | 19:05 WIB

4 Tahapan yang Dilalui Pemerintah Sebelum Longgarkan Aturan PSBB

4 Tahapan yang Dilalui Pemerintah Sebelum Longgarkan Aturan PSBB

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 17:26 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB