Heboh Lelaki Kolaps Saat Olahraga Pakai Masker, Begini Penjelasan Dokter

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Heboh Lelaki Kolaps Saat Olahraga Pakai Masker, Begini Penjelasan Dokter
Olahraga menggunakan masker. (Shutterstock)

Dokter olahraga angkat bicara tentang heboh lelaki kolaps saat olahraga menggunakan masker. Apa katanya?

Suara.com - Heboh Lelaki Kolaps Saat Olahraga Pakai Masker, Begini Penjelasan Dokter

Belum lama ini heboh seorang lelaki di China mengalami kolaps paru-paru dan harus segera dioperasi. Dilaporkan ia mengalami itu setelah melakukan jogging sejauh 4 kilometer dengan menggunakan masker.

Lalu, timbulah pertanyaan, benarkah masker berbahaya digunakan saat berolahraga? Ini jadi dilema mengingat di masa pandemi virus corona atau Covid-19, masker adalah benda penting dan harus dikenakan saat keluar rumah.

Dokter Spesialis Olaharaga dr. Michael Triangto, Sp. KO tidak sepakat dengan itu, masker tidaklah berbahaya saat berolahraga. Hal ini bergantung pada bagaimana si pemakainya menggunakannya.

Baca Juga: Pakai Masker Saat Olahraga Lari, Pria ini Pingsan Karena Paru-paru Bocor!

"Masker saat olahraga membuat kita mampu bernapas dengan udara yang lebih tipis oksigennya. Berarti akan baik untuk paru-paru kita, kalau sudah baik untuk paru-paru, maka akan baik juga untuk jantung kita," ujar dr. Michael saat dihubungi Suara.com, Kamis, (14/5/2020).

Meski begitu ia setuju saat berolahraga dan menggunakan masker akan membuat penggunanya kesulitan bernapas atau sesak napas. Risiko ini dialami dengan catatan pengguna masker melakukan olahraga berat.

"Yang menjadi tidak baik, bilamana menggunakan masker dengan olahraga berat," paparnya.

Olahraga menggunakan masker. (Shutterstock)
Olahraga menggunakan masker. (Shutterstock)

Dalam kasus tersebut, jarak jogging yang ditempuh apakah dilakukan dengan intensitas cepat atau singkat. Jika intensitasnya cepat atau 4 kilometer dilakukan dalam waktu singkat, maka olahraga yang dilakukan tergolong anaerobik.

"Anaerobik itu jadi kencang, kita tidak menggunakan gunakan oksigen lagi ditambah dengan masker. Anehnya, kalau udah merasa lemah kok masih diteruskan," jelasnya.

Baca Juga: Jangan Pernah Olahraga Saat Perut Kosong, Ini Bahayanya

dr. Michael memang tidak tahu dan tidak memeriksa kondisi pasien tersebut. Namun jika dilihat dari ciri-ciri lelaki dengan perawakan kurus dan tinggi itu, ia memprediksi pasien sudah memiliki penyakit lebih dulu, TBC misalnya.

Komentar