5 Perusahaan India dan Pakistan Kerja Sama Bikin Obat Remdesivir

M. Reza Sulaiman | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 15 Mei 2020 | 18:33 WIB
5 Perusahaan India dan Pakistan Kerja Sama Bikin Obat Remdesivir
Remdesivir disebut obat virus Corona Covid-19 paling ampuh saat ini. (Photo by Dimitri Karastelev on Unsplash)

Suara.com - Perusahaan farmasi AS telah menandatangani perjanjian dengan pembuat obat di Asia Selatan untuk memperluas pasokan obat remdesivir, obat yang dipercaya bisa menyembuhkan Covid-19.

Perjanjian antara Gilead dan lima perusahaan farmasi generik di India dan Pakistan akan membantu membuat obat untuk 127 negara.

Remdesivir dinilai dapat memotong lamanya gejala dari 15 hari menjadi 11 hari salam sebuah uji klinis di rumah sakit di seluruh dunia. Antivirus ini awalnya dikembangkan untuk mengobati Ebola.

Dilansir BBC, remdesivir bekerja dengan menyerang enzim yag dibutuhkan virus untuk bereplikasi dalam sel tubuh kita.

Ilustrasi obat antivirus Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi obat antivirus Covid-19. (Pixabay)

Di bawah perjanjian lisensi, kelima perusahaan tersebut memiliki hak untuk menerima transfer teknologi dari proses manufaktur Gilead dalam pembuatan remdesivir untuk memungkinkan mereka meningkatkan produksi secara cepat.

Lisensi akan bebas dari royalti sampai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan berakhirnya darurat kesehatan masyarakat akibat virus corona ini, atau sampai produk farmasi atau vaksin lain disetujui untuk mengobati atau mencegah Covid-19, kata pernyataan dari Gilead.

Perjanjian tersebut memungkinkan Cipla Limited, Laboratorium Ferozsons, Hetero Labs Ltd, Jubilant Lifesciences dan Mylan untuk memproduksi obat.

Direktur pelaksana Hetero Labs yang berbasis di Hyderabad mengatakan, masih terlalu dini untuk menentukan harga obat dan kapan pembuatannya akan dimulai.

"Segala sesuatunya akan lebih jelas pada Juni. Kami mengantisipasi penggunaan obat secara terkontrol melalui lembaga pemerintah. Tujuan utama kami adalah India harus mandiri dalam (pembuatan) obat itu jika India memilih untuk menggunakannya," kata Vamsi Krishna Bandi.

Sains medis India dan otoritas pengontrol obat harus terlebih dahulu memutuskan bagaimana mereka ingin menggunakan obat ini pada pasien.

Seorang ilmuwan senior di Dewan Penelitian Medis India (ICMR) mengatakan mereka akan mempertimbangkan untuk menggunakan obat itu jika perusahaan India mampu membuatnya.

"Data awal berdasarkan studi pengamatan menunjukkan bahwa obat ini efektif. Kami akan menunggu hasil dari uji coba solidaritas WHO dan juga melihat apakah beberapa perusahaan lain dapat membuatnya untuk melangkah lebih jauh," kata Raman Gangakhedkar.

Ilustrasi Antivirus (Pixabay/Rifkie Drajat)
Ilustrasi Antivirus (Pixabay/Rifkie Drajat)

Percobaan klinis remdesivir dijalankan oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases AS (NIAID), di mana melibatkan 1.063 orang. Beberapa pasien diberi remdesivir, sedangkan yang lain menerima plasebo.

"Data menunjukkan remdesivir memiliki dampak positif yang jelas dan signifikan dalam mengurangi waktu pemulihan," kata Dr Anthony Fauci, direktur NIAID.

Dia mengatakan obat ini berhasil memblokir virus. Namun, dampaknya pada kematian tidak begitu jelas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasokan Minim, Dokter AS Harus Pilih Mana Pasien yang Diberikan Remdesivir

Pasokan Minim, Dokter AS Harus Pilih Mana Pasien yang Diberikan Remdesivir

Health | Rabu, 13 Mei 2020 | 10:51 WIB

Pemerintah Jepang Setuju Gunakan Remdesivir untuk Obati Pasien COVID-19

Pemerintah Jepang Setuju Gunakan Remdesivir untuk Obati Pasien COVID-19

News | Kamis, 07 Mei 2020 | 22:22 WIB

Pemerintah AS segera Distribusikan Remdesivir untuk Pasien Covid-19

Pemerintah AS segera Distribusikan Remdesivir untuk Pasien Covid-19

Health | Senin, 04 Mei 2020 | 14:22 WIB

Terkini

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB