Jane Shalimar Keguguran Pada 7 Minggu Kehamilan, Waspadai Faktor Risikonya!

Jum'at, 15 Mei 2020 | 19:26 WIB
Jane Shalimar Keguguran Pada 7 Minggu Kehamilan, Waspadai Faktor Risikonya!
Jane Shalimar [Yuliani/Suara.com]

Suara.com - Artis Jane Shalimar yang sedang hamil 7 minggu baru saja mengalami keguguran. Jane Shalimar menyampaikan kabar duka mengenai kegugurannya melalui Instagram.

"Innalillahi wa innailaihi raji'uun. Ini berat, tapi bersama kamu aku tenang, mungkin ini hadiah Allah yang lain di bulan Ramadhan," tulis Jane Shalimar, Jumat, (15/5/2020).

Jane Shalimar mengunggah fotonya tengah dipeluk sang suami ketika di rumah sakit. Ia mengaku sudah berusaha ikhlas menghadapi cobaan tersebut.

Tetapi, Jane Shalimar tidak menceritakan lebih detail penyebab kegugurannya di kehamilan trimester pertama.

Keguguran tentu bukan hal yang diinginkan semua orangtua, terutama ibu. Tetapi, risiko keguguran memang lebih tinggi ketika tahap awal kehamilan.

Menurut American Pregnancy Association (APA) dilansir oleh Parents, penyebab paling umum keguguran adalah kelainan genetik pada embrio. Tetapi, beberapa faktor lain juga bisa menyebabkannya, termasuk gangguan tiroid, diabetes, gangguan imunologis hingga penyalahgunaan obat.

Jane Shalimar alami keguguran di usia kandungan 7 minggu. [Instagram]
Jane Shalimar alami keguguran di usia kandungan 7 minggu. [Instagram]

Adapun faktor yang meningkatkan risiko wanita keguguran seperti yang dilansir oleh Mayo Clinic, antara lain:

1. Usia: Wanita yang berusia 35 tahun ke atas memiliki risiko keguguran lebih tinggi daripada wanita yang lebih muda. Pada usia 35 tahun, wanita memiliki risiko keguguran 20 persen dan terus meningkat seiring bertambahnya usia.

2. Riwayat keguguran: Wanita yang sudah pernah keguguran akan lebih berisiko mengalami keguguran pada kehamilan berikutnya.

Baca Juga: Peneliti Temukan Hubungan Virus Corona Covid-19 dengan Cedera Ginjal Akut

3. Masalah kesehatan kronis: Wanita yang memiliki penyakit kronis, seperti diabetes dan tidak terkontrol maka lebih berisiko keguguran.

4. Berat badan: Kurangan atau kelebihan berat badan juga meningkatkan risiko seorang wanita mengalami keguguran.

5. Masalah rahim atau serviks: Abnormalitas uterus tertentu atau jaringan serviks yang lemak bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami keguguran.

6. Tes prenatal invasif: Beberapa tes genetik prenatal invasif, seperti pengambilan sampel chorionic villus dan amniococentesis membawa risiko keguguran pada ibu hamil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI