Disebut Lebih Berhasil dari Pusat, Begini Cara Bali Lawan Virus Corona

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Sabtu, 16 Mei 2020 | 09:25 WIB
Disebut Lebih Berhasil dari Pusat, Begini Cara Bali Lawan Virus Corona
Tari Kecak Bali. (Dok: Kemenparekraf)

Suara.com - Sebagai salah satu pusat wisata dengan kedatangan turis yang tinggi, Bali sering kali dikhawatirkan akan menjadi episentrum Covid-19 di Indonesia. Tetapi tampaknya hal itu tidak terjadi, sebab pulau itu mampu menekan Covid-19 di saat wilayahnya sangat potensial untuk virus corona berkembang.

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Gubernur Bali I Wayan Koster menyatakan bahwa keberhasilan dalam mengendalikan virus tidak lepas dari bantuan sekitar 1.500 komite desa tradisional dengan pengaruh besar terhadap mayoritas penduduk Hindu.

Pulau dengan populasi 4,2 juta itu telah melaporkan hanya empat kematian terkait virus corona dan 337 kasus yang dikonfirmasi. Angka tersebut jelas jauh di bawah rata-rata kematian nasional yang mencapai 6,4 persen.

"Banyak orang yang sebelumnya sangat khawatir bahwa Bali akan dilanda Covid-19 karena merupakan tujuan wisata terbesar di Indonesia," kata Koster dalam sebuah wawancara via telepon.

"Tapi sejauh ini, fakta menunjukkan gambaran yang sama sekali berbeda," tambahnya.

Keberhasilan relatif Bali dalam penanggulangan virus dapat mengawali upaya memikat pengunjung kembali ketika perjalanan internasional mulai dibuka kembali.

Upaya Bali juga sangat kontras dengan langkah nasional yang penuh kritik dalam menghadapi pandemi Covid-19. Pada tingkat nasional, kematian membekak menjadi lebih dari 1.000 jiwa. Persentasenya paling tinggi di Asia.

Meskipun tidak ada tenggat waktu yang ditetapkan untuk membuka kembali pulau itu bagi para wisatawan, Koster mengatakan pihaknya sudah menyiapkan strategi. Tetapi mereka baru akan meluncurkannya setlah Bali dinyatakan pulih sepenuhnya dari pandemi.

Gubernur Bali I Wayan Koster membuka Nusa Penida Festival 2019.
Gubernur Bali I Wayan Koster membuka Nusa Penida Festival 2019.

Para pejabat bekerjasama dengan komite desa yang berpengaruh dan kepercayaan Hindu untuk memastikan penduduk tinggal di rumah. Otoritas Bali juga memastikan tidak ada pengunjung dari luar yang diizinkan demi menghindari infeksi yang lebih luas.

baca juga

"Orang-orang juga diminta untuk melakukan ritual Hindu tertentu untuk perlindungan, mengamanatkan mereka untuk mematuhi para pemimpin lokal," kata Gubernur Koster.

Provinsi Bali menghindari pembatasan sosial yang ketat seperti Jakarta dan Jawa Barat. Pihak mereka hanya mengunci tiga wilayah desa, tempat di mana infeksi terjadi pada masyarakat setempat dari pekerja migran yang kembali.

"Pihak berwenang siap menangani kembalinya ribuan pekerja migran, termasuk dari kapal pesiar, dalam beberapa minggu mendatang," kata Koster.

“Desa-desa memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap masyarakat. Apapun yang dikatakan para tetua di desa, orang akan patuh,” kata Ngurah Wijaya, penasihat Dewan Pariwisata Bali.

“Ini memungkinkan pemerintah untuk menerapkan kebijakannya ke tingkat masyarakat secara efektif," tambahnya.

Kemenangan Bali tidak terbatas pada menekan kasus baru atau membatasi korban jiwa. Tingkat pemulihan dari Covid-19 di pulau itu lebih dari 66 persen, dibandingkan dengan rata-rata nasional yang baru mencapai 22 persen.

"Tiga laboratorium di Bali sekarang dapat menguji hampir 500 spesimen sehari. Itu memungkinkan pihak berwenang mempercepat pelacakan kontak dan isolasi," kata Koster.

Menurut I Wayan Koster, kebangkitan industri pariwisata masih jauh dari pasti. Keputusan tentang protokol yang harus diikuti dalam membuka kembali bisnis akan diputuskan melalui konsultasi dengan para pemimpin lokal terpilih dan kepala komunitas dan agama.

Kedatangan turis asing di Bali merosot 22 persen menjadi 1,04 juta padahal tahun lalu mencapai 6,2 juta wisatawan.

“Orang Bali juga menyadari bahwa pariwisata adalah sumber kehidupan mereka, jadi kita perlu menjaga diri kita sendiri untuk mendapatkan kepercayaan dari para pengunjung,” kata Wijaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

48 RW di Jakarta Utara Diklaim Bebas dari Corona

48 RW di Jakarta Utara Diklaim Bebas dari Corona

News | Sabtu, 16 Mei 2020 | 07:27 WIB

Sempat Bertransaksi di Indogrosir Sleman, Ratusan PNS Ikuti RDT Massal

Sempat Bertransaksi di Indogrosir Sleman, Ratusan PNS Ikuti RDT Massal

Jogja | Sabtu, 16 Mei 2020 | 06:44 WIB

Warga Tambora Positif Corona Tolak Isolasi di RS Wisma Atlet, Ini Alasannya

Warga Tambora Positif Corona Tolak Isolasi di RS Wisma Atlet, Ini Alasannya

News | Sabtu, 16 Mei 2020 | 04:15 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×