Studi: Takut dianggap Lemah & Enggak Keren, Banyak Lelaki Ogah Pakai Masker

Bimo Aria Fundrika
Studi: Takut dianggap Lemah & Enggak Keren, Banyak Lelaki Ogah Pakai Masker
Ilustrasi pria menggunakan masker (Pixabay/OrnaW)

Data menunjukkan laki-laki lebih banyak meninggal karena Corona COVID-19 ketimbang perempuan.

Suara.com - Takut dianggap Lemah dan Enggak Keren, Banyak Laki-laki Ogah Pakai Masker

Saat virus corona atau Covid-19 masih terus meningkat, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa laki-laki lebih sering enggan menggunakan masker.

Dilansir dari NY Post, laki-laki di AS malas menggunakan masker dibanding perempuan, terutama di negara yang tidak mewajibkannya, menurut sebuah makalah yang ditulis oleh para peneliti dari Middlesex University London di Inggris dan Lembaga Penelitian Ilmu Matematika di Berkeley, California.

Jenis Masker N95. (Pexels)
Jenis Masker N95. (Pexels)

Di samping itu, laki-laki juga kurang percaya akan terkena dampak serius Corona COVID-19. Padahal data dan kenyataan menunjukkan sebaliknya.

Di tempat-tempat seperti China, Italia, Spanyol dan New York City, laki-laki meninggal karena Corona COVID-19 dengan tingkat yang jauh lebih tinggi daripada perempuan.

Studi ini juga menemukan bahwa pria lebih cenderung melaporkan perasaan emosi negatif saat mengenakan penutup wajah.

“Pria lebih setuju dari wanita bahwa memakai masker itu memalukan, tidak keren, tanda kelemahan dan stigma; dan perbedaan gender ini juga memediasi niat perbedaan gender untuk mengenakan penutup wajah, ” ungkap penulit penelitian, Valerio Capraro dan Hélène Barcelo.

Temuan itu, kata mereka, menunjukkan bahwa intervensi untuk mempromosikan penggunaan masker pria bekerja untuk mengurangi emosi tersebut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit saat ini merekomendasikan agar semua orang mengenakan masker kain di atas hidung dan mulut mereka ketika mereka pergi ke tempat umum.

Perbedaan gender dalam tindakan perlindungan terhadap infeksi pernapasan juga memiliki beberapa preseden bersejarah: Perempuan dilaporkan lebih cenderung memakai masker wajah selama wabah SARS di Hong Kong dan wabah H1N1, menurut tinjauan pustaka 2014 yang diterbitkan dalam Singapore Medical Journal.

"Berkenaan dengan gender, telah dipostulatkan bahwa wanita umumnya kurang mau mengambil risiko dan dengan demikian lebih patuh dengan perilaku pencegahan daripada rekan-rekan pria mereka," catat para penulis.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS