Setelah 10 Minggu Lockdown akibat Corona, Italia Mulai Beraktivitas Kembali

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 19 Mei 2020 | 07:29 WIB
Setelah 10 Minggu Lockdown akibat Corona, Italia Mulai Beraktivitas Kembali
Sejumlah warga di Roma, Italia, kembali beraktivitas setelah pemerintah setempat melonggarkan aturan lockdown, Senin (4/5/2020). [AFP/Vincenzo Pinto]

Suara.com - Pertokoan, salon, dan restoran di Italia mulai kembali dibuka pada Senin (18/5/2020). Saat ini, Italia sedang mempercepat upaya untuk bangkit kembali dari krisis virus corona setelah lockdown selama 10 minggu.

Pemilik toko maupun restoran masih memberlakukan jarak fisik antar pelanggan, serta memakai masker. Bahkan, beberapa pegawai salon memakai pelindung wajah untuk pencegahan.

"Saya belum bekerja selama dua setengah bulan. Ini hari yang indah dan menyenangkan," kata Valentino Casanova, bartender di cafee Canova di pusat kota Piazza del Popolo di Roma.

Dilansir CBC, sebanyak 32.000 orang Italia telah meninggal karena Covid-19 sejak wabah dikonfirmasi pada 21 Februari lalu. Ini adalah angka kematian tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Inggris.

Di Italia, wabah dilaporkan berpusat di wilayah utara Lombardy dekat ibukota keuangan Milan, serta Piedmont dan Emilia-Romagna.

Piazza del Popolo, Italia saat hari pertama dibuka kembali (Instagram)
Piazza del Popolo, Italia saat hari pertama dibuka kembali (Instagram/facemil)

Italia merupakan negara di Eropa yang memberlakukan pembatasan nasional pada awal Maret, baru melonggarkan aturan untuk keluar rumah pada 4 Mei, ketika saat itu memungkinkan pabrik dan taman dibuka kembali.

Hari Senin menandai langkah besar menuju pemulihan, dengan perjalanan yang tidak dibatasi di masing-masing wilayah serta orang-orang bisa kembali bertemu di luar rumah.

"Saya sudah memiliki 150 pesanan, semuanya sangat mendesak, semuanya bersikeras bahwa mereka harus menjadi yang pertama dalam daftar. Aku punya agenda penuh selama tiga minggu," tutur Stafenia Ziggiotto, seorang pekerja salon di resor Courmayeur, Alpine.

Namun, banyak pemilik bisnis khawatir pembukaan kembali ini tidak akan meredakan banyak masalah. Mereka khawatir, virus corona yang masih ada membuat orang Italia berada di rumah, sedangkan turis asing yang sangat penting bagi perekonomian, sama sekali tidak ada.

Pemerintah setempat mengatakan akan membuka perbatasan Italia dengan Eropa dan memungkinkan perjalanan gratis antar kawasan mulai 3 Juni.

Di sisi lain, masih ada beberapa pemilik restoran yang memilih menunda pembukaannya. Misalnya Monica Robaldo, pemilik restoran Pierre Alexis 1877 di Courmayeur, yang akan membuka restorannya setelah akhir Mei.

"Kami memiliki pelanggan setia ... kebanyakan wisatawan, jadi sementara perjalanan antara daerah dan dari luar negeri tidak diperbolehkan, tidak ada gunanya membuka kembali," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lewati Spanyol dan Italia, Kasus Virus Corona Brasil Kini 235 Ribu

Lewati Spanyol dan Italia, Kasus Virus Corona Brasil Kini 235 Ribu

Health | Senin, 18 Mei 2020 | 18:00 WIB

Tembus 233 Ribu, Kasus Covid-19 di Brasil Lampaui Spanyol dan Italia

Tembus 233 Ribu, Kasus Covid-19 di Brasil Lampaui Spanyol dan Italia

News | Minggu, 17 Mei 2020 | 11:45 WIB

Italia Siap Longgarkan Lockdown Meski Ada Ancaman Gelombang Kedua Covid-19

Italia Siap Longgarkan Lockdown Meski Ada Ancaman Gelombang Kedua Covid-19

News | Minggu, 17 Mei 2020 | 11:40 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB