Meski Hasilnya Baik, Para Ilmuwan Ragukan Uji Vaksin Covid-19 dari Oxford

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Selasa, 19 Mei 2020 | 15:30 WIB
Meski Hasilnya Baik, Para Ilmuwan Ragukan Uji Vaksin Covid-19 dari Oxford
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan meragukan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh para peneliti dari Universitas Oxford. Keraguan tersebut muncul ketika hasil uji coba pada monyet mengindikasikan vaksin mungkin hanya menawarkan perlindungan parsial.

Melansir dari Independent, para peneliti menemukan satu dosis vaksin yang mencegah enam monyet terserang radang paru-paru, tetapi tidak langsung mencegah infeksi.

Beberapa ilmuwan yang tidak terlibat dalam penelitian ini menyambut hasil yang menjanjikan. Tetapi ilmuwan lain masih menunjukkan kekhawatiran jika hasilnya direplikasi pada manusia karena mungkin masih dapat menularkan Covid-19.

Profesor Jonathan Ball dari Universitas Nottingham mengatakan, hasil vaksin menggembirakan, tetapi juga mengkhawatirkan karena jumlah genom virus yang sama terdeteksi dalam hidung monyet yang divaksinasi dan tidak divaksinasi.

"Jika ini merupakan virus menular dan hal serupa terjadi pada manusia, maka orang yang divaksinasi masih dapat terinfeksi dan menumpahkan sejumlah besar virus yang berpotensi menyebar ke orang lain," kata Profesor Jonathan Ball yang juga ahli virologi molekuler.

"Jika orang yang paling rentan tidak dilindungi oleh vaksin pada tingkat yang sama, maka ini akan menempatkan mereka dalam risiko. Oleh karena itu, kemanjuran vaksin pada populasi yang rentan dan potensi pelepasan virus pada orang yang divaksinasi perlu pemantauan yang sangat cermat," tambahnya.

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Profesor Imunologi dan Penyakit Menular di Universitas Edinburgh, Eleanor Riley, setuju bahwa tingkat virus yang ditemukan di hidung monyet itu masih mengkhawatirkan.

"Jika hasil serupa diperoleh pada manusia, vaksin kemungkinan akan memberikan perlindungan parsial terhadap penyakit pada penerima vaksin tetapi mungkin tidak mengurangi penularan di masyarakat luas," katanya.

Penulis penelitian Neeltje van Doremalen, dari Rocky Mountain Laboratory, menyatakan bahwa monyet telah terkena viral load yang jauh lebih tinggi daripada kebanyakan manusia di kehidupan nyata.

baca juga
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

"Saya pikir orang tidak menyadari betapa banyak virus yang kami teliti dan betapa menakjubkannya tidak melihat satu pun virus di paru-paru monyet setelah disuntikkan vaksin, "kata Prof Van Doremalen di Twitternya.

Ahli imunologi Florian Krammer juga menambahkan, tidak ada vaksin yang bekerja dalam satu suntikan.

"Tidak satu pun vaksin dalam pengembangan akan bekerja dengan satu suntikan (itu tidak merepresentasikan bagaimana vaksin bekerja). Ini setelah satu suntikan, paru-paru terlindungi. Dua suntikan mungkin cukup solid," kata Krammer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Tersentuh Dokter Karena Pandemi, Pasien Diminta Cabut Gigi Sendiri

Tak Tersentuh Dokter Karena Pandemi, Pasien Diminta Cabut Gigi Sendiri

Health | Selasa, 19 Mei 2020 | 13:30 WIB

Brasil Urutan Ketiga Kasus Covid-19 Terbanyak di Dunia

Brasil Urutan Ketiga Kasus Covid-19 Terbanyak di Dunia

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 13:20 WIB

Dilanda Topan Amphan, India Evakuasi Warga di Tengah Lockdown Corona

Dilanda Topan Amphan, India Evakuasi Warga di Tengah Lockdown Corona

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 13:21 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×