Begini Cara Pengobatan Lansia yang Positif Covid-19 di Indonesia

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 20 Mei 2020 | 08:25 WIB
Begini Cara Pengobatan Lansia yang Positif Covid-19 di Indonesia
Ilustrasi Lansia (Shutterstock)

Suara.com - Lansia atau para orang tua berusia lanjut, memang jadi salah satu orang yang rentan terinfeksi virus corona atau Covid-19, karena kebanyakan memiliki fungsi tubuh yang sudah menurun.

Fungsi tubuh inilah yang kemudian membuat sistem kekebalan atau imunitas tubuh jadi tidak bisa bekerja maksimal.

Oleh karena itu para lansia yang terdiagnosis Covid-19 menjadi perhatian khusus dokter untuk melakukan pengobatan.

Ilustrasi lansia sakit. (Pixabay)
Ilustrasi lansia sakit. (Pixabay)

Hal ini juga tertera dalam e-book 'Informatorium Obat Covid-19' yang diluncurkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Lansia menjadi salah satu perhatian khusus dalam penggunaan obatnya.

"Semoga dengan terbitnya buku informatorium obat Covid-19 akan lebih bermanfaat sehingga lebih banyak lagi pasien yang tertolong pada kondisi yang sangat darurat ini," ujar Ahli Kebijakan Publik di Bidang Obat Lucky S. Slamet dalam peluncuran e-book beberapa waktu lalu.

Dalam buku itu disebutkan para lansia yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) atau positif Covid-19 harus didapatkan riwayat medisnya dan mendapat prioritas penanganan. 

Karena bisanya lansia sudah mengalami multi morbiditas atau penyakit penyerta komplikasi yang biasanya lebih dari satu.

Selain itu kebanyakan dari mereka juga mengalami penurunan fungsi tubuh, sehingga diperlukan tim dari berbagai ahli yang terdiri dari dokter, perawat, apoteker dan tenaga kesehatan lainnya.

Perubahan fisik tubuh inilah yang membuat lansia berpotensi mengalami malnutrisi, atau bahkan penuruanan fungsi otak dalam berpikir. Sehingga pengawasan dalam pengobatan harus dilakukan.

baca juga

Diingatkan juga para lansia untuk meminimalisir pemberian obat yang tidak sesuai, guna mengurangi efek samping dan interaksi obat, yang malah memperburuk kesehatannya.

"Lansia juga berpotensi lebih besar mendapatkan polifarmasi karena tambahan obat resep yang baru. Rekonsiliasi pengobatan yang tidak sesuai dan kurangnya koordinasi dalam perawatan, sehingga meningkatkan konsekuensi negatif terhadap kesehatan," tutup buku tersebut. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lansia Bisa Mengalami Gejala Covid-19 yang Berbeda, Mirip Tanda Stroke

Lansia Bisa Mengalami Gejala Covid-19 yang Berbeda, Mirip Tanda Stroke

Health | Selasa, 28 April 2020 | 05:15 WIB

Lansia Terinfeksi Covid-19 Dapat Mengalami Delirium, Apa Itu?

Lansia Terinfeksi Covid-19 Dapat Mengalami Delirium, Apa Itu?

Health | Jum'at, 24 April 2020 | 14:53 WIB

Lansia Alami Gejala Covid-19 yang Tak Biasa, Ini Cara Menanganinya!

Lansia Alami Gejala Covid-19 yang Tak Biasa, Ini Cara Menanganinya!

Health | Kamis, 23 April 2020 | 21:22 WIB

Terkini

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Foto | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

×