Kehidupan New Normal Akibat Pandemi, Masyarakat Lebih Sadar Kesehatan

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 20 Mei 2020 | 10:41 WIB
Kehidupan New Normal Akibat Pandemi, Masyarakat Lebih Sadar Kesehatan
Ilustrasi mengenakan masker kain jadi salah satu new normal gaya hidup sehat akibat wabah Corona Covid. [Shutterstock]

Suara.com - Ini Potret Kehidupan New Normal Akibat Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 telah mewabah selama berbulan-bulan lamanya. Hampir seluruh aspek kehidupan terpengaruh akibat adanya wabah virus SARS Cov-2 tersebut.

Pola kehidupan yang berubah akibat pandemi Covid-19 itu sering kali disebut sebagai 'new normal' atau kehidupan normal yang baru.

Ada aspek baik yang sebenarnya bisa dimanfaatkan manusia dari kenormalan yang baru itu.

Ilustrasi cuci tangan. (Shutterstock)
Ilustrasi cuci tangan. (Shutterstock)

"Kita tahu Covid gak bisa kita prediksi kapan selesainya. Selama keadaan masih seperti ini, banyak kebiasaan baru selama pandemi. Kebiasaan baru itu yang kita sebut new normal. Yang paling penting dari kebiasaan baru yang kita adopsi adalah perilaku hidup bersih dan sehat," kata Medical Expert Combiphar dr. Sandi Perutama Gani dalam virtual media briefing bersama Combiphar, Selasa (19/5/2020).

Perilaku hidup sehat dan bersih, sambungnya,  memang telah diajarkan sejak kecil.

Namun akibat adanya wabah virus corona, manusia jadi semakin perhatian dalam menjaga kesehatan.

Hal itu yang menurut Sandi, akan menjadi salah satu dalam new normal pasca pandemi berakhir.

Bukan hanya itu, Sandi mengatakan new normal itu juga bertujuan untuk mencegah kembali infeksi Covid-19.

baca juga

Sandi menyampaikan berdasarkan survei McKinsey, wabah virus corona telah menyebabkan orang-orang menjadi lebih memperhatikan kebersihan tangan.

"Imbasnya 85 persen lebih memperhatikan kebersihan tangan. Itu kan simpel sebenarnya. Tapi kenapa kita baru sadar sekarang, baru melakukan sekarang," papar Sandi.

Perubahan perilaku lainnya, 55 persen orang menjadi lebih sering konsumsi air mineral dan 57 persen lebih banyak makan sayur dan buah. Sedangkan 18 persen menjadi lebih rajin olahraga. Meski olahraga ringan seperti lari atau pun berjemur.

"Hal-hal ini yang nantinya akan kita sebut sebagai new normal," ucap Sandi.

Selain berguna untuk mencegah infeksi virus corona di kemudian hari, menurut Sandi, new normal akan sangat efektif untuk mencegah penularan penyakit lain. Terutama yang banyak disebabkan penularan melalui tangan.

"Penyakit dan ancaman kesehatan dapat menyebar dengan tidak mencuci tangan. Dua penyakit utama yang ditularkan di tangan adalah diare dan ISPA (flu dan batuk)," ucapnya.

Karenanya, Sandi menyarankan agar gaya hidup bersih dan sehat harus selalu diterapkan meski tidak ada wabah penyakit. Sebab jika pandemi Covid-19 berakhir tetapi manusia kembali pada kebiasaan hidup tidak sehat dan bersih, yang dikhawatirkan bisa menyebabkan gelombang Covid-19 lanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

New Normal Ala Jokowi, Tata Cara Ibadah sampai Masuk Restoran

New Normal Ala Jokowi, Tata Cara Ibadah sampai Masuk Restoran

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 01:05 WIB

Pilihan New Normal, LIPI: Vaksin Virus Corona Kemungkinan Lama Ditemukan

Pilihan New Normal, LIPI: Vaksin Virus Corona Kemungkinan Lama Ditemukan

News | Senin, 18 Mei 2020 | 21:02 WIB

Sambut New Normal, DIY Bersiap Perkuat Berbagai Sektor Pariwisata

Sambut New Normal, DIY Bersiap Perkuat Berbagai Sektor Pariwisata

Jogja | Senin, 18 Mei 2020 | 20:50 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×