Kesaksian Pasien Covid-19 Berhasil Sembuh Jalani Terapi Plasma Darah

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 21 Mei 2020 | 13:18 WIB
Kesaksian Pasien Covid-19 Berhasil Sembuh Jalani Terapi Plasma Darah
Ilustrasi terapi plasma darah. (Shutterstock)

Suara.com - Kesaksian Pasien Covid-19 Berhasil Sembuh Jalani Terapi Plasma Darah

Perjuangan Gene Bad Hawk melawan Covid-19 dimulai sejak ia sakit kepala dan mengalami demam. Selama 20 hari setelahnya sejak didiagnosis, ia hanya beristirahat di ruang isolasi dan tempat tidur rumah sakit.

Hingga kemudian ia pergi ke rumah sakit untuk keempat kalinya, pada 5 Mei ia kemudian memanggil teman-teman dan kerabatnya untuk mendoakannya.

"Saya pikir saya akan mati," katanya pada Selasa (19/5/2020), mengutip Inforum.

Demam dan sakit kepalanya tidak kunjung membaik. Bahkan dia mengalami mual diare dan hilangnya nafsu makan, Seringkali ia muntah karena meminum air, sehingga ia mengalami dehidrasi dan kehilangan nafsu untuk makan. Berat badannya turun hingga 13 kg.

Saat dirawat di rumah sakit untuk keempat kalinya, gejala yang dialaminya mulai memburuk. Ia bahkan mengalami sesak nafas dan kadar oksigen dalam darahnya sangat rendah.

"Aku tidak bisa mengatur napas," kata laki-laki berusia 57 tahun itu saat diberikan oksigen, namun tidak dengan ventilator.

Melihat kondisinya, dokter yang merawat Bad Hawk di Essentia Health menyertakannya untuk uji coba dalam penelitian, di mana plasma darah dari pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 dimasukkan ke dalam tubuh Bad Hawk.

Plasma darah diberikan bersamaan dengan infus, bersama dengan antibiotik untuk melawan infeksi. Di sisi lain, Bad Hawk merasa sedih, tapi ia juga berharap.

baca juga

Pagi berikutnya ia merasa sedikit lebih baik. Menjelang tutup hari, ia merasa cukup baik untuk menyantap makanan pertamanya dalam 10 hari.

Setelah merasa cukup baik, Bad Hawk akhirnya berhasil keluar rumah sakit pada 8 Mei. Sebelas hari kemudian, ia merasa dirinya sudah pulih seutuhnya.

"Aku merasa tidak memiliki gejala," akunya setelah berhasil bersepeda sejauh enam mil.

Sementara itu, setelah 14 hari sembuh dari Covid-19 melalui pengetesan tes PCR, dan tidak lagi menularkan pada orang lain, ia dinyatakan memenuhi syarat untuk menyumbangkan plasma darah. Hal itu juga yang rencananya bakal Bad Hawk lakukan.

"Saya percaya Tuhan mengetuk hati para dokter untuk memberikan plasma darah, karena tidak banyak orang yang menerima plasma darah," katanya.

Sedangkan Dr. Karol Kremens, Direktur Unit Perawatan Intenaif Essentia Health yang juga ahli paru, mengatakan bahwa plasma darah untuk pasien Covid-19 adalah pengobatan eksperimental, yang hanya diberikan kepada pasien rumah sakit dengan kadar oksigen rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komplikasi Makin Beragam, Pasien Covid-19 Bisa Alami Pembekuan Darah

Komplikasi Makin Beragam, Pasien Covid-19 Bisa Alami Pembekuan Darah

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 10:05 WIB

Salah Kirim Pesan ke 357 Pasien Covid-19, Singapura Minta Maaf

Salah Kirim Pesan ke 357 Pasien Covid-19, Singapura Minta Maaf

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 11:45 WIB

Pasien Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darahnya

Pasien Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darahnya

Foto | Selasa, 19 Mei 2020 | 19:00 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×