Kata Pakar, Serangan Donald Trump pada WHO Bisa Melemahkan Kesehatan Global

Yasinta Rahmawati

Jum'at, 22 Mei 2020 | 14:11 WIB
Kata Pakar, Serangan Donald Trump pada WHO Bisa Melemahkan Kesehatan Global
Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan tentang perkembangan pandemi virus corona di Gedung Putih. [AFP]

Suara.com - Beberapa hari lalu, Presiden Amerika Seriakat Donald Trump melancarkan serangan terhadap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia menyebut upaya yang dilakukan WHO dalam menangani pandemi Covid-19 sangat buruk.

Dilansir dari Time, para pakar kesehatan mengatakan meningkatnya serangan Donald Trump terhadap WHO terkait penanganan terhadap virus corona menunjukkan kesalahpahaman mendalam tentang peran WHO. Hal itu pada akhirnya dapat melemahkan kesehatan global.

"Saya tidak bisa membiarkan dolar pembayar pajak Amerika untuk terus membiayai sebuah organisasi yang, dalam keadaan sekarang, sangat jelas tidak melayani kepentingan Amerika," tulis Trump dalam sebuah surat kepada direktur jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

AS adalah donor terbesar WHO, menyediakan sekitar USD 450 juta per tahun. Trump telah menghentikan sementara pendanaan bagi WHO sejak 14 April 2020.

Ia juga sedang mempertimbangkan untuk menghentikan pendanaan terhadap WHO secara permanen jika WHO tidak melakukan 'perbaikan substantif' selama 30 hari ke depan.

Devi Sridhar, seorang profesor kesehatan global di Universitas Edinburgh, mengatakan surat itu kemungkinan ditulis untuk pangkalan politik Trump dan dimaksudkan untuk menangkis kesalahan atas dampak buruk virus di AS, yang sejauh ini merupakan infeksi dan kematian virus terbanyak di dunia.

Presiden AS Donald Trump berbicara dalam jumpa pers penanganan pandemi COVID-19 di Gedung Putih, Washington, 19 Mei 2020. [AFP]
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam jumpa pers penanganan pandemi COVID-19 di Gedung Putih, Washington, 19 Mei 2020. [AFP]

"China dan AS sedang memperjuangkannya seperti orang tua yang bercerai sementara WHO adalah anak yang terperangkap di tengah, berusaha untuk tidak memihak," katanya.

"Presiden Trump tidak mengerti apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh WHO," katanya, menjelaskan bahwa itu menetapkan standar internasional dan didorong oleh negara-negara anggotanya.

"Jika menurutnya mereka membutuhkan lebih banyak kekuatan, maka negara-negara anggota harus menyetujui dan mendelegasikannya lebih banyak."

baca juga

Michael Head, seorang peneliti senior di Universitas Southampton, mengatakan banyak dari apa yang dituntut Trump berada di luar ruang lingkup yang dimaksudkan WHO.

"WHO memiliki kekuatan yang terbatas, dalam hal apa yang mereka dapat tuntut dari negara-negara di mana wabah terjadi," kata Head. "Mereka memberikan panduan ahli dan bukan penegakan hukum."

Head mencatat bahwa ada kesenjangan yang jelas dalam tata kelola di tempat lain yang memungkinkan Covid-19 menyebar. Terutama di AS, yang telah melihat 1,5 juta infeksi dan lebih dari 90.000 kematian terkait dengan Covid-19.

Trump telah berulang kali menuduh WHO terlalu dipengaruhi oleh China. Badan tersebut sebelumnya mencatat bahwa mereka mengumumkan darurat kesehatan global pada 30 Januari, ketika ada kurang dari 100 kasus Covid-19 di luar China.

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (WHO)
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (WHO)

Ketika deklarasi itu dibuat, kepala WHO Tedros mengatakan China sedang menetapkan standar baru untuk respons wabah. Dia mengatakan, dunia terima kasih kepada China karena memberi waktu bagi negara lain untuk merencanakan penanggulangan Covid-19.

Surat Trump juga mengutip "laporan terpercaya tentang penyebaran virus di Wuhan pada awal Desember 2019 atau bahkan lebih awal, termasuk laporan dari jurnal medis Lancet."

Pada hari Selasa, editor Lancet Dr. Richard Horton membuat tweet bahwa referensi itu tidak akurat.

"Tuduhan yang dilontarkan terhadap (dalam) WHO dalam surat Presiden Trump serius dan merusak upaya untuk memperkuat kerja sama internasional untuk mengendalikan pandemi Covid-19 ini," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gugus Tugas: Selama Vaksin Corona Belum Ada, Indonesia Masih Darurat Covid

Gugus Tugas: Selama Vaksin Corona Belum Ada, Indonesia Masih Darurat Covid

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 14:02 WIB

Bangun Sistem Kekebalan Tubuh, Ilmuwan Suntikkan Covid-19 ke Monyet

Bangun Sistem Kekebalan Tubuh, Ilmuwan Suntikkan Covid-19 ke Monyet

Tekno | Jum'at, 22 Mei 2020 | 14:00 WIB

Tak Dapat Asimilasi, Warga Rutan Bikin Perkakas Dukung Program Bedah Rumah

Tak Dapat Asimilasi, Warga Rutan Bikin Perkakas Dukung Program Bedah Rumah

Jogja | Jum'at, 22 Mei 2020 | 14:05 WIB

Terkini

Cara Menghilangkan Bau Busuk di Dalam Kulkas Tanpa Bahan Kimia, Panduan Lengkap dan Praktis

Cara Menghilangkan Bau Busuk di Dalam Kulkas Tanpa Bahan Kimia, Panduan Lengkap dan Praktis

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 14:35 WIB

Sopir Travel Tewas Ditembak KKB, Menyelesaikan Konflik Papua Tak Bisa Hanya Andalkan TNI

Sopir Travel Tewas Ditembak KKB, Menyelesaikan Konflik Papua Tak Bisa Hanya Andalkan TNI

News | Minggu, 20 September 2026 | 14:34 WIB

Riyadh Digempur! Houthi Klaim Dilindungi Donald Trump: AS Ogah Bantu Arab Saudi

Riyadh Digempur! Houthi Klaim Dilindungi Donald Trump: AS Ogah Bantu Arab Saudi

News | Minggu, 20 September 2026 | 14:30 WIB

Tutorial Lengkap Menguasai Rumus Keliling dan Luas Lingkaran Beserta Contoh Soalnya

Tutorial Lengkap Menguasai Rumus Keliling dan Luas Lingkaran Beserta Contoh Soalnya

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 14:24 WIB

Bus Masuk Jurang di Samosir, 26 Penumpang Luka-Luka

Bus Masuk Jurang di Samosir, 26 Penumpang Luka-Luka

Sumut | Minggu, 20 September 2026 | 14:21 WIB

Bukan Sekadar Buku Anak, Make Believe Mengkritik Cara Orang Dewasa Membaca

Bukan Sekadar Buku Anak, Make Believe Mengkritik Cara Orang Dewasa Membaca

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 14:20 WIB

Bukan Intel, 4 Korban Penembakan KKB Dipastikan Warga Sipil

Bukan Intel, 4 Korban Penembakan KKB Dipastikan Warga Sipil

News | Minggu, 20 September 2026 | 14:19 WIB

Jalan Terputus di Langkat Makan Korban, Mobil Wisatawan Nyemplung ke Sungai, 3 Tewas

Jalan Terputus di Langkat Makan Korban, Mobil Wisatawan Nyemplung ke Sungai, 3 Tewas

Sumut | Minggu, 20 September 2026 | 14:17 WIB

Bagaimana Cara Cepat Menghilangkan Kerak Air Putih di Dasar Teko Pemanas Listrik?

Bagaimana Cara Cepat Menghilangkan Kerak Air Putih di Dasar Teko Pemanas Listrik?

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 14:15 WIB

57 Pelajar Sakit Usai Santap MBG, BGN Setop Sementara SPPG Kendari

57 Pelajar Sakit Usai Santap MBG, BGN Setop Sementara SPPG Kendari

News | Minggu, 20 September 2026 | 14:05 WIB

×