Studi: Hidroksiklorokuin & Klorokuin Tidak Bermanfaat bagi Pasien Covid-19

Sabtu, 23 Mei 2020 | 09:01 WIB
Studi: Hidroksiklorokuin & Klorokuin Tidak Bermanfaat bagi Pasien Covid-19
Ilustrasi perawatan Covid-19 (Freepik)

Suara.com - Sebuah penelitian terhadap pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dan diberi hidroksiklorokuin serta klorokuin menunjukkan adanya peningkatan risiko kematian akibat kedua obat anti-malaria tersebut.

Temuan ini, yang terbit dalam jurnal The Lancet pada Jumat (22/5/2020), berfokus pada eksplorasi penggunaan hidroksiklorokuin atau klorokuin, baik secara tunggal maupun kombinasi dengan antibiotik makrolid generasi kedua, kemanan serta manfaatnya pada pasien Covid-19.

Sementara obat tersebut diresepkan untuk mengobati malaria atau penyakit autoimun seperti lupus, masih ada sedikit bukti tentang efek potensialnya terhadap pasien terinfeksi virus corona.

Analisis ini mencakup data dari 671 rumah sakit di enam benua, dengan total 96.032 pasien positif Covid-19 dan dirawat di rumah sakit antara Desember 2019 hingga April 2020.

Ilustrasi hidroksiklorokuin (Freepik)
Ilustrasi hidroksiklorokuin (Freepik)

Sejumlah 1.868 pasien menerima klorokuin, 3.783 menerima klorokuin dengan makrolid, 3.016 menerima hidroksiklorokuin, dan 6.221 menerima hidroksiklorokuin dengan makrolid. Sebanyak 81.144 pasien lainnya sebagai kelompok kontrol.

Peneliti menemukan, penggunaan hidroksiklorokuin, hidroksiklorokuin dengan makrolid, klorokuin, serta klorokuin dengan makrolid, berkaitan dengan peningkatan risiko aritmia ventrikel selama dirawat di rumah sakit. Ini dibandingkan dengan faktor kematian pada kelompok kontrol.

Selanjutnya, peneliti menyimpulkan mereka tidak dapat mengonfirmasi adanya manfaat pada penggunaan obat-obat tersebut pada pasien.

Avigan dan Klorokuin disebut efektif mengobati pasien yang terinfeksi virus corona atau Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi klorokuin dan obat lainnya untuk Covid-19. (Shutterstock)

"Masing-masing rejimen obat dikaitkan dengan penurunan kelangsungan hidup di rumah sakit dan peningkatan frekuensi aritmia ventrikel bila digunakan untuk pengobatan Covid-19," catat peneliti, dikutip CNBC.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pun satu bulan yang lalu memperingatkan penggunaan obat anti-malaria tersebut di luar rumah sakit, setelah merima laporan adanya efek masalah irama jantung serius atau aritmia.

Baca Juga: Waspada, Obat dan Suplemen Tertentu Justru Dapat Merusak Fungsi Ginjal!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI