Sebagian Penyintas Pelecehan Seksual UII Masih Trauma, Kenali Gejalanya!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Sabtu, 23 Mei 2020 | 13:38 WIB
Sebagian Penyintas Pelecehan Seksual UII Masih Trauma, Kenali Gejalanya!
Ilustrasi korban kekerasan atau pelecehan seksual - (Pixabay/Anemone123)

Suara.com - Kasus pelecehan seksual yang terjadi di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, belum berakhir. Menurut LBH Yoagyakarta, tidak sedikit penyintas yang hingga kini masih mengalami trauma.

"Kondisi penyintas saat ini sedang proses pemulihan, LBH Yogyakarta saat ini fokus terhadap upaya pemulihan psikologis korban."

"Kami tidak bisa memastikan tiap orang bagaimana keadaannya, hanya saja ada informasi dimana penyintas secara psikologis mengalami goncangan atau syok," terang Direktur LBH Yogyakarta, Yogi Zul Fadhli kepada SuaraJogja.id, beberapa waktu lalu.

Trauma emosional dan psikologis adalah hasil dari peristiwa yang luar biasa menegangkan sehingga menghancurkan rasa aman seseorang, membuat orang tersebut tidak berdaya saat kondisi yang berbahaya.

Berdasarkan helpguide.org, trauma psikologis dapat membuat seseorang berjuang dengan emosi, ingatan, dan kecemasan yang tidak akan hilang.

Ilustrasi kekerasan seksual, pelecehan seksual - (Suara.com/Ema Rohimah)
Ilustrasi kekerasan seksual, pelecehan seksual - (Suara.com/Ema Rohimah)

Pengalaman traumatis seringkali melibatkan ancaman terhadap kehidupan atau keselamatan, tetapi situasi apapun yang membuat seseorang kewalahan dan terisolasi dapat mengakibatkan trauma, bahkan jika itu tidak melibatkan kerusakan fisik.

Bukan keadaan obyektif yang menentukan apakah suatu peristiwa traumatis, tetapi pengalaman emosional subjektif seseorang terhadap peristiwa tersebut. Semakin merasa takut dan tidak berdaya, semakin besar kemungkinan mereka mengalami trauma.

Gejala trauma psikologis

Berikut gejala trauma emosional dan psikologis:

  • Syok, penolakan, atau tidak percaya
  • Kebingungan, sulit berkonsentrasi
  • Kemarahan, lekas marah, perubahan suasana hati
  • Kecemasan dan ketakutan
  • Rasa bersalah, malu, menyalahkan diri sendiri
  • Memisahkan diri dari orang lain
  • Merasa sedih atau putus asa
  • Merasa terputus atau mati rasa
Ilustrasi pelecehan seksual (Pixabay).
Ilustrasi pelecehan seksual (Pixabay).

Sedangkan gejala secara fisiknya, antara lain:

  • Insomnia atau mimpi buruk
  • Kelelahan
  • Terkejut dengan mudah
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Detak jantung berdetak kencang
  • Kegelisahan dan agitasi
  • Sakit dan nyeri
  • Ketegangan otot

Setiap orang bereaksi terhadap trauma secara berbeda, masing-masing mengalami berbagai reaksi fisik dan emosional. Tidak ada cara 'benar' dan 'salah' untuk berpikir, merasakan, atau meresponnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LBH Yogyakarta: Sebagian Penyintas Pelecehan Seksual di UII Masih Trauma

LBH Yogyakarta: Sebagian Penyintas Pelecehan Seksual di UII Masih Trauma

Jogja | Kamis, 21 Mei 2020 | 17:15 WIB

Konselor Manchester Ungkap Korban Reynhard Sinaga Alami Dua Trauma

Konselor Manchester Ungkap Korban Reynhard Sinaga Alami Dua Trauma

Health | Rabu, 08 Januari 2020 | 08:42 WIB

Saking Trauma, Korban Kerap Mengigau karena Bermimpi Aksi Cabul Pelaku

Saking Trauma, Korban Kerap Mengigau karena Bermimpi Aksi Cabul Pelaku

Jabar | Selasa, 07 Januari 2020 | 13:15 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB