Begini Terapi dan Pengobatan pada Anak yang Terinfeksi Corona Covid-19

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 25 Mei 2020 | 12:30 WIB
Begini Terapi dan Pengobatan pada Anak yang Terinfeksi Corona Covid-19
Ilustrasi obat anak. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Hingga pekan lalu, tepatnya Selasa (19/5/2020), terdapat 18 496 kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Dari kasus tersebut 1,7 persen adalah anak-anak berusia 0 hingga 5 tahun, sedangkan ada 5,1 persen anak berusia 6 hingga 17 tahun.

Pemberian obat pada anak memang tidak bisa sembarangan, mengingat mereka masih dalam masa tumbuh kembang.

Itulah mengapa metode dan dosis pengobatan pada anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa.

Ilustrasi obat. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi obat. (Sumber: Shutterstock)

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sudah mengeluarkan tata laksana dan peringatan pengobatan pada pasien Covid-19.

Khususnya pengobatan pada anak yang jadi salah satu perhatian khusus, tertuang dalam e-book yang berjudul 'Informaforium Obat Covid-19'. 

"Kami para ahli menitipkan beberapa pesan antara lain, pilihlah salah satu regimen pengobatan yang berdasarkan literatur, yang paling mungkin efektif, aman, tersedia, sesuai kebutuhan individu pasien, dan terjangkau dari segi harga," ujar Spesialis Farmakologi Rianto Setiabudy dalam peluncuran buku oleh BPOM beberapa waktu lalu.

Hal yang harus diperhatikan obat Covid-19 pada anak, perlu diingat kasus pada anak secara global  dan tingkat keparahannya, sangat rendah dibanding orang dewasa, khususnya dibanding lansia. Sehingga terapi dan pengibatan harus sesuai jenis dan standar dosis obat dengan kehati-hatian.

Informasi kehati-hatian itu di antaranya: 

  • Jika diperlukan pengobatan untuk anak dan bayi perlu dilakukan tindakan pencegahan jika terjadi perilaku abnormal. Karena itu keluarga harus menjaga atau melakukan upaya lain.
  • Setidaknya 2 hari bila pengobatannya dilakukan di rumah karena gejala serupa terkait dengan ensefalopati influenza telah dilaporkan, maka harus dilakukan tindakan yang sama.
  • Belum terdapat studi keamanan favipiravir (avigan) pada anak, yang selama ini dianggap cukup efektif digunakan pada pasien dewasa dengan gejala Covid-19 ringan, sedang, dan berat.
  • Bisa juga seperti hidroklorokuin tidak boleh dipakai oleh anak usia dibawah 6 tahun, penggunaan tablet 200 mg tidak diperbolehkan pada berat badan kurang dari 31 kilogram.

Sebagai catatan, semua obat ini digunakan dalam pengawasan dokter di rumah sakit Covid-19 dengan dosis yang ketat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komplikasi Makin Beragam, Pasien Covid-19 Bisa Alami Pembekuan Darah

Komplikasi Makin Beragam, Pasien Covid-19 Bisa Alami Pembekuan Darah

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 10:05 WIB

Ngeri, Dokter Temukan Kerusakan Sistem Otak pada Pasien Corona Covid-19

Ngeri, Dokter Temukan Kerusakan Sistem Otak pada Pasien Corona Covid-19

Health | Sabtu, 04 April 2020 | 07:00 WIB

Hits: Orang Tidur Rentan Terinfeksi Covid-19, Virus Bisa Sembuh Sendiri

Hits: Orang Tidur Rentan Terinfeksi Covid-19, Virus Bisa Sembuh Sendiri

Health | Senin, 16 Maret 2020 | 21:39 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB