3 dari 10 Tes Corona Covid-19 Bisa Negatif Palsu, Ahli Sarankan Cara Ini!

Silfa Humairah Utami, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 26 Mei 2020 | 09:31 WIB
3 dari 10 Tes Corona Covid-19 Bisa Negatif Palsu, Ahli Sarankan Cara Ini!
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Serikat dokter memeringatkan sekitar 3 dari 10 tes virus corona Covid-19 menunjukkan hasil negatif yang palsu. Hal itu pun membuat dokter khawatir bila seseorang yang harusnya positif Covid-19 tetapi bisa lolos.

Asosiasi Konsultan dan Spesialis Rumah Sakit (HSCA) khawatir 20 hingga 30 persen dari tes virus corona Covid-19 memberikan hasil negatif pada pekerja rumah sakit. Artinya, mereka yang mendapat hasil negatif palsu masih bisa menularkan dan menyebarkan virusnya.

Karena itu, serikat dokter mendesak perlunya tes virus corona Covid-19 dua kali untuk mencegah rumah sakit sebagai titik panas penyebaran virus corona Covid-19.

Dr Paul Donaldson, Kepala Eksekutif Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE) Duncan Selbie mengungkapkan keprihatinannya dalam kurangnya informasi yang sistematis dari tes rantau polimernya (PCR).

"Penyataan oleh pejabat PHE dan lainnya menempatkan kejadian hasil negatif palsu suatu tempat antara 20 hingga 30 persen. Bila dikonfirmasi, jumlah ini adalah tingkat mengkhawatirkan yang meningkatkan prospek banyak orang terinfeksi, baik tanpa gejala maupun dengan gejala dan perawatan," jelas Paul dikutip dari 

Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]

Saat ini NHS menggunakan tes antigen untuk memeriksa status para petugas medis di rumah sakit. Sampel diambil dengan metode swab, yang menggunakan cutton bud besar lalu dimasukkan ke dalam hidung dan tenggorokan untuk dikirimkan ke laboratorium.

Sebagian besar laboratorium yang menguji sampel menggunakan metode PCR yang membutuhkan beberapa jam untuk mendapatkan hasil.

Pengujian sampel ini mungkin butuh berhari-hari sebelum diberitahukan ke orang yang sampelnya diuji.

Berbagai pengujian perlu dilakukan supaya rumah sakit tidak menjadi tempat utama penyebaran virus corona Covid-19.

baca juga

Dr Paoloni menambahkan bahwa NSCA pun khawatir tentang fakta bahwa petugas medis dengan hasil negatif palsu tetap bekerja. Mereka mungkin saja merawat pasien yang rentan lalu tanpa disadari telah menularkan virusnya ke pasien.

Secara khusus, dia menunjukkan bahwa ini terjadi saat pemerintah mendorong pasien yang rentan tanpa corona Covid-19 untuk kembali ke rumah sakit.

"Karena itu ada risiko lebih tinggi jika kita tidak mendapatkan hasil tes virus corona Covid-19 yang benar, gelombang kedua serangan virus corona Covid-19 mungkin saja terjadi," kata Paoloni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kesulitan Bicara Bisa Jadi Tanda Gejala Serius Virus Corona Covid-19

Kesulitan Bicara Bisa Jadi Tanda Gejala Serius Virus Corona Covid-19

Health | Selasa, 26 Mei 2020 | 09:16 WIB

Benarkah Pasien Corona Covid-19 Tidak Menular Setelah 11 Hari Terinfeksi?

Benarkah Pasien Corona Covid-19 Tidak Menular Setelah 11 Hari Terinfeksi?

Health | Selasa, 26 Mei 2020 | 09:30 WIB

Psikolog: Penerapan New Normal Picu Orang Mengalami Stres

Psikolog: Penerapan New Normal Picu Orang Mengalami Stres

News | Senin, 25 Mei 2020 | 17:59 WIB

Terkini

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 12:10 WIB

Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:09 WIB

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:07 WIB

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:05 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 12:02 WIB

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Malang | Minggu, 13 September 2026 | 12:01 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:57 WIB

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lampung | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 11:55 WIB

×