BPOM Rilis 6 Tumbuhan Obat Herbal Untuk Cegah Covid-19, Apa Saja itu?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 27 Mei 2020 | 07:25 WIB
BPOM Rilis 6 Tumbuhan Obat Herbal Untuk Cegah Covid-19, Apa Saja itu?
Ilustrasi Pengobatan Herbal. (Shutterstock)

Suara.com - Racikan tumbuhan tradisional dalam bentuk jamu memang dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh untuk mencegah virus corona atau Covid-19.

Dalam buku berjudul 'Serba Covid' yang baru dirilis Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), mereka mencantumkan 6 pilihan tumbuhan obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Lantas, apa sajakah itu? Dan seperti apa manfaatnya?

1. Herba Sambiloto

Ilustrasi tanaman obat herbal. (Shutterstock)

Adapun dosis takarannya yang bisa digunakan, bahan kering 3,0 gram yang diminum 2 kali sehari.

Sedangkan untuk serbuk kerinh takarannya 1,3 hingga 3,0 gram diminum 3 kali sehari.

2. Herba Meniran

Penggunaan tumbuhan ini dimanfaatkan dengan dosis bahan segar 45 hingga 90 gram per hari. Di mana dalam sehari dibagi 2 hingga 3 dosis yang dikonsumsi dalam waktu berbeda.

3. Temulawak

Saran takaran yang diberikan BPOM, yakni 3,0 gram per hari, yang dibagi dalam 3 dosis untuk dikonsumsi di waktu berbeda, masing-masing satu dosis.

4. Kunyit

Penggunaannya sebanyak 3,0 hingga 9,0 gram per hari untuk bahan kunyit segar. Sedangkan kunyit dalam bentuk bubuk bisa dikonsumsi 1,5 hingga 3,0 gram per hari.

5. Jahe

Jahe. (pixabay)
Ilustrasi jahe. (pixabay)

Bumbu dapur yang ampuh menghangatkan badan ini bisa juga dikonsumsi dalam bentuk bubuk kering 1,0 hingga 4,0 gram per hari.

6. Jamu Biji

Tumbuhan dari hasil temuan Universitas Indonesia (UI) yang bisa menghentikan pertumbuhan virus corona ini, bisa menjadi obat dan langsung dimaka 1 buah jambu biji berukuran sedang atau sekitar 55 gram.

Adapun 3 proses pengolahan yang perlu diperhatikan sesuai bentuk bahan kering atau serbuk kering yang di dapatkan, adalah sebagai berikut:

- Bahan segar dan bahan kering direbus dalam air mendidih suhu 100 derajat celcius selama 15 hingga 30 menit, tergantung kemudahan penyarian.

- Bentuk serbuk kering dapat diseduh dalam satu gelas air mendidih selama 5 menit.

- Rebusan atau seduhan herba sambiloto dikonsumsi sebelum makan. Sedangkan seduhan jahe dikonsumsi setelah makan.

Gimana mudahkan cara membuatnya?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mantap! LIPI Akan Uji Obat Herbal Penguat Imunitas untuk Pasien Covid-19

Mantap! LIPI Akan Uji Obat Herbal Penguat Imunitas untuk Pasien Covid-19

Health | Senin, 18 Mei 2020 | 13:26 WIB

Meski Dikritik WHO, Jamu Anti Covid-19 dari Madagaskar Tetap Diminati

Meski Dikritik WHO, Jamu Anti Covid-19 dari Madagaskar Tetap Diminati

News | Sabtu, 09 Mei 2020 | 15:09 WIB

Sedih, Ramuan China Lebih Dipilih Obati Pasien Covid-19 Ketimbang Jamu

Sedih, Ramuan China Lebih Dipilih Obati Pasien Covid-19 Ketimbang Jamu

Health | Selasa, 28 April 2020 | 05:09 WIB

Terkini

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:22 WIB

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:07 WIB

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 20:06 WIB

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:05 WIB

×