Kilas Balik Penanganan Covid-19 di Indonesia: Terlambat dan Arogan

M. Reza Sulaiman, Fita Nofiana

Sabtu, 30 Mei 2020 | 18:35 WIB
Kilas Balik Penanganan Covid-19 di Indonesia: Terlambat dan Arogan
Petugas Puskesmas Duren Sawit melakukan tes swab terhadap pedagang di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Jumat (29/5/2020). Kegiatan tes kesehatan dilakukan usai lima pedagang positif COVID-19 berinteraksi dengan 50 pedagang lainnya di pasar tersebut. (ANTARA/HO-Kominfotik Jaktim).

Suara.com - Dengan ribuan pulau mengangkangi bagian Khatulistiwa yang lebih luas dari benua Amerika Serikat, Indonesia awalnya mengandalkan kepulauan yang luas dan populasi anak muda yang mendominasi untuk memperlambat penyebaran virus corona.

"Tetapi dengan peningkatan beban kasus yang tajam di daerah-daerah yang jauh seperti Maluku dan wabah besar di pulau-pulau yang lebih padat seperti Jawa, keberuntungan Indonesia mungkin hampir habis," tulis Hannah Beech dan Muktita Suhartono pada New York Times.

Kedua penulis tersebut adalah jurnalis New York Times yang khusus melaporkan kasus-kasus di Asia Tenggara. 

Per Jumat (29/5/2020), kasus di Indonesia telah mencapai 25.773 dengan 7.015 orang sembuh dan 1.573 kasus meninggal.

“Infeksi masif telah terjadi,” kata Dono Widiatmoko, dosen senior di bidang kesehatan dan perawatan sosial di Universitas Derby dan anggota Asosiasi Kesehatan Masyarakat Indonesia seperti yang dikutip dari New York Times.

"Ini berarti sudah terlambat," katanya saat menanggapi tes acak yang dilakukan di berbagai daerah.

Namun, bahkan ketika beban kasus meningkat pemerintah mengatakan bahwa pembatasan  nasional akan segera dilonggarkan untuk menyelamatkan ekonomi.

Padahal ada kekhawatiran yang meluas di antara para pakar kesehatan masyarakat, bahwa sistem perawatan kesehatan Indonesia akan rusak jika virus corona menyebar sama kuatnya seperti di Amerika Serikat atau Eropa.

Petugas memeriksa ktp pengemudi yang melintas di Jalan Brigif, Jakarta Selatan, Kamis (28/5). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas memeriksa ktp pengemudi yang melintas di Jalan Brigif, Jakarta Selatan, Kamis (28/5). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dilansir dari New York Times, lebih dari setengah kematian Covid-19 di Indonesia adalah dari orang-orang di bawah usia 60 tahun. Di Amerika, sebagian besar kematian terjadi di kalangan orang tua.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Taiwan Setuju Gunakan Remdesivir untuk Mengobati Pasien COVID-19

Pemerintah Taiwan Setuju Gunakan Remdesivir untuk Mengobati Pasien COVID-19

News | Sabtu, 30 Mei 2020 | 17:18 WIB

Dua Warga Salatiga Positif Virus Corona, Diduga karena Ronda Malam

Dua Warga Salatiga Positif Virus Corona, Diduga karena Ronda Malam

Jawa Tengah | Sabtu, 30 Mei 2020 | 17:04 WIB

Kenapa Covid-19 Bisa Sebabkan Pembekuan Darah? Ahli Beberkan Sebabnya

Kenapa Covid-19 Bisa Sebabkan Pembekuan Darah? Ahli Beberkan Sebabnya

Health | Sabtu, 30 Mei 2020 | 17:10 WIB

Terkini

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:56 WIB

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 20:49 WIB

×