Tidak Ngotot Soal Pengujian Covid-19, Begini Cara Jepang Hadapi Wabah

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Senin, 01 Juni 2020 | 14:43 WIB
Tidak Ngotot Soal Pengujian Covid-19, Begini Cara Jepang Hadapi Wabah
Jepang bersiap gelombang kedua Covid-19. (Anadolu Agency/Akram Mohammed Muthanna)
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe saat berpidato dalam konferensi pers.[Kiyoshi Ota/Pool via REUTERS]
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe saat berpidato dalam konferensi pers.[Kiyoshi Ota/Pool via REUTERS]

Jepang awalnya mengatakan kepada orang-orang yang merasa terinfeksi virus untuk tidak mencari bantuan medis kecuali mereka telah mengalami demam selama empat hari atau dua hari jika pada orang berusia lebih dari 65 tahun.

Para ahli medis mengatakan pedoman itu dimaksudkan untuk menghemat sumber daya rumah sakit.

Pemerintah Jepang juga mengatakan sejak awal bahwa test kit harus dijatah karena persediaannya terbatas.

Jepang sejak itu melonggarkan peraturannya untuk memungkinkan mereka dites positif tetapi tidak menunjukkan gejala untuk tinggal di hotel.

Terlepas dari kendala pengujian untuk virus, tingkat hasil positif telah turun di bawah 1 persen. Ahli pemerintah tentang virus mengatakan bahwa tingkat pengujian saat ini sudah cukup.

Tetapi sekelompok akademisi Jepang terkemuka, pebisnis, dan tokoh-tokoh lainnya meminta pemerintah untuk mengambil langkah yang jauh lebih berani. Mereka meminta untuk membangun kapasitas 10 juta tes sehari dan menawarkan pengujian kepada siapa pun yang menginginkannya.

Para ahli kesehatan masyarakat, termasuk beberapa di pemerintahan, telah memperingatkan agar tidak menarik kesimpulan pasti dari pengalaman Jepang. Mereka memeringatkan bahwa Jepang belum jelas dan gelombang infeksi kedua atau ketiga dapat menyerang kapan saja.

Faktor kunci lainnya mungkin adalah keputusan Shinzo Abe untuk menutup sekolah pada akhir Februari, jauh sebelum semua negara lain melakukanya.

"Keputusan itu sangat tidak populer saat itu, tetapi tampaknya telah memicu perubahan perilaku yang hampir seketika," menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Hiroshima.

baca juga

Sehari setelah pengumuman penutupan sekolah, persentase orang yang menghindari tempat ramai hampir dua kali lipat, naik menjadi hampir 60 persen.

Pada bulan April, ketika kasus-kasus mulai meningkat, Shinzo Abe mengumumkan keadaan darurat. Bisnis diminta untuk menutup atau mengurangi jam kerja mereka. Orang-orang hanya diminta melakukan perjalanan yang diperlukan.

Tidak ada hukuman, tetapi banyak pula yang mematuhinya.

Saat Jepang mulai dibuka kembali, beberapa ahli khawatir bahwa orang akan mulai menurunkan penjagaan mereka.

Dalam pidatonya, Perdana Menteri Shinzo Abe menekankan bahwa akhir dari keadaan darurat tidak berarti kembali ke kehidupan normal.

"Apa yang perlu kita tuju adalah membangun normal baru," kata Abe.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PAUD, SD dan SMP di Jember Mulai Masuk Sekolah 13 Juli 2020

PAUD, SD dan SMP di Jember Mulai Masuk Sekolah 13 Juli 2020

Jatim | Senin, 01 Juni 2020 | 13:29 WIB

Jangan Terpaku PSBB, Ini Saran Ketua DPR Hadapi Corona

Jangan Terpaku PSBB, Ini Saran Ketua DPR Hadapi Corona

DPR | Senin, 01 Juni 2020 | 13:07 WIB

Hindari Cabin Fever karena Terkurung di Rumah Aja, Lakukan 5 Langkah Ini!

Hindari Cabin Fever karena Terkurung di Rumah Aja, Lakukan 5 Langkah Ini!

Health | Senin, 01 Juni 2020 | 13:46 WIB

Terkini

Usut Korupsi ATR/BPN, KPK Bidik Proses Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan

Usut Korupsi ATR/BPN, KPK Bidik Proses Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan

Bekaci | Minggu, 08 November 2026 | 12:26 WIB

Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS

Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 12:21 WIB

Lantik 125 Pengurus, Ketum APKLI Sebut Penyadapan Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tak Stabil

Lantik 125 Pengurus, Ketum APKLI Sebut Penyadapan Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tak Stabil

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:19 WIB

Kerusuhan Tatura-Nunu Tewaskan Warga, Wali Kota Palu Minta Polisi Usut Dalang

Kerusuhan Tatura-Nunu Tewaskan Warga, Wali Kota Palu Minta Polisi Usut Dalang

Sulsel | Minggu, 08 November 2026 | 12:15 WIB

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Bersekolah

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Bersekolah

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:10 WIB

Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory

Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 12:10 WIB

Serukan Boikot Raffi Ahmad, Dulu Prabowo-Gibran Endorse Artis Tapi Kini Rakyat Kecewa

Serukan Boikot Raffi Ahmad, Dulu Prabowo-Gibran Endorse Artis Tapi Kini Rakyat Kecewa

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:05 WIB

Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026

Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:02 WIB

Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!

Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 12:00 WIB

Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!

Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 11:55 WIB

×