Studi WHO: Jaga Jarak 2 Meter Turunkan Risiko Penularan 80 Persen

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Studi WHO: Jaga Jarak 2 Meter Turunkan Risiko Penularan 80 Persen
Calon penumpang menunggu jadwal keberangkatan pesawat di Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (18/3). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

Jaga jarak alias physical distancing wajib diterapkan untuk melindungi diri dari paparan virus Corona dalam fase new normal.

Suara.com - Studi WHO: Jaga Jarak 2 Meter Turunkan Risiko Penularan 80 Persen

Sebuah penelitian baru yang didanai Organisasi kesehatan Dunia (WHO) nampaknya akan menambah tuntutan jaga jarak alias physical distancing sejauh 2 meter harus kembali ditegakkan.

Para ilmuwan menemukan bahwa infeksi penularan Covid-19 bisa terjadi sebesar 2,6 persen, apabila jarak fisik dilakukan 1 meter dari orang yang terinfeksi Covid-19.

Ini artinya penyakit ini bisa menular kurang dari ke tiga dari 100 orang. Sementara itu 13 dari 100 orang akan terinfeksi virus jika tidak ada aturan jaga jarak sama sekali.

Penelitian ini juga mengungkap bagaimana berdiri terpisah sejauh 2 meter lebih efektif mencegah penularan, karena risiko terinfeksi hanya sebesar 1,3 persen. Langkah yang cukup efektif, meski tidak bisa melindungi penularan yang seutuhnya.

Melihat penelitian ini, akhirnya memicu para politisi dan pengusaha membuat risiko penularan menjadi kecil, sehingga bisa melonggarkan pembatasan dengan tetap menjaga jarak sejauh 2 meter akan sebanding dengan mengaktifkan kembali sektor ekonomi, seperti diwartakan Dailymail, Selasa (2/6/2020).

Penumpang Commuterline duduk saling menjaga jarak di Stasiun Duri, Jakarta, Jumat (3/4).  [Suara.com/Alfian Winanto]
Penumpang Commuterline duduk saling menjaga jarak di Stasiun Duri, Jakarta, Jumat (3/4). [Suara.com/Alfian Winanto]

Di sisi lain, WHO hanya merekomendasikan menjaga jarak sejauh 1 meter. Di Prancis dan Italia misalnya yang disarankan jaga jarak hanya 1 meter, sementara itu di Jerman dan Australia telah menerapkan aturan sejauh 1,5 meter.

Penelitian ini dipublikasi di laman Lancet yang dilakukan sesuai dengan pedoman WHO, dengan meninjau data dari 172 penelitian terkait penyebaran Covid-19, SARS dan MERS.

Sehingga kesimpulannya adalah, menjaga jarak lebih dari 1 meter dengan orang lain terkait dengan risiko penularan jauh lebih rendah dibanding dengan jaga jarak kurang dari 1 meter.

Penelitian ini juga menambah bukti bahwa masker harus dikenakan ditransportasi umum dan di kawasan sibuk. Ini karena dari hasil penemuan risiko tertular virus saat memakai masker hanya 3 persen, jauh lebih rendah dibanding tidak memakai masker berisiko 17 persen tertular.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS