Ganja Memiliki Dampak yang Berbeda pada Masing-masing Orang, Mengapa?

Silfa Humairah Utami, Rosiana Chozanah

Selasa, 02 Juni 2020 | 16:00 WIB
Ganja Memiliki Dampak yang Berbeda pada Masing-masing Orang, Mengapa?
Ilustrasi tanaman ganja. (Shutterstock)

Suara.com - Bagi sebagian orang, ganja menyebabkan risiko kesehatan berbahaya, sedangkan bagi yang lain tanaman ini menghasilkan efek samping psikiatris yang serius.

Berdasarkan penelitian yang dilansir Medical Express, bagaimana seseorang mendapatkan pengalaman atau efek buruk dari ganja kemungkinan ditentukan oleh wilayah otak mana yang bertindak, kata peneliti Barat.

Efek psikologis dari ganja dapat berbeda antar individu, beberapa orang mendapatkan manfaat tetapi dapat menyebabkan ketergantungan pada obat, sementara yang lain mungkin mengalami paranoia, masalah kognitif atau peningkatan risiko skizofrenia.

"Sampai sekarang, tidak diketahui daerah otak mana yang bertanggung jawab atas efek ganja yang sangat berbeda ini," Steven Laviolette Ph.D., Profesor di Sekolah Kedokteran & Kedokteran Gigi Schulich, Western.

"Penelitian hewan pengerat translasi yang dilakukan di lab kami telah mengidentifikasi daerah target yang sangat spesifik di otak dan tampaknya secara independen mengontrol sifat adiktif yang menguntungkan dari ganja versus efek samping psikiatrik negatif yang terkait dengan penggunaannya," sambungnya.

Ilustrasi ganja sebagai bantuan medis (Shutterstock)
Ilustrasi ganja sebagai bantuan medis (Shutterstock)

Penelitian yang dipimpin oleh Laviolette dan postdoctoral fellow, Christopher Norris, Ph.D. ini terbit dalam Scientific Report dan dinilai mengungkap wawasan baru yang kritis tentang bagaimana ganja dapat menghasilkan efek psikologis yang sangat beragam pada setiap orang.

Dengan melihat efek THC, senyawa psikoaktif utama dalam ganja, pada otak tikus, studi ini menunjukkan senyawa tersebut dapat mengasilkan efek yang sangat bermanfaat di bagian depan sebagian besar wilayah otak, yang disebut nucleus accumbens.

Tak hanya itu, THC di area otak ini juga memperkuat sifat adiktif dari obat opioid seperti morfin dan meningkatkan pola aktivitas penghargaan pada neuron.

Sebaliknya, THC di daerah posterior nukleus accumbens menghasilkan efek yang sangat merugikan. Misalnya, efek negatif pada kemampuan kognitif dan emosional terkait sikozofrenia.

baca juga

"Temuan ini sangat penting karena memperlihatkan mengapa beberapa orang memiliki pengalaman positif dengan ganja, sedangkan yang lain negatif."

"Data kami menunjukkan bahwa karena imbalan dan keengganan dihasilkan oleh area yang secara anatomis berbeda, efek yang berbeda antara indivisu kemungkinan karena variasi genetik yang mengarah ke sensitivitas diferensial dari masing-masing area," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Dwi Sasono: Begini Efek Penggunaan Ganja pada Tubuh dan Otak

Kasus Dwi Sasono: Begini Efek Penggunaan Ganja pada Tubuh dan Otak

Health | Selasa, 02 Juni 2020 | 15:13 WIB

Dwi Sasono Gunakan Ganja Sebagai Obat Tidur, Ini Kata Dokter

Dwi Sasono Gunakan Ganja Sebagai Obat Tidur, Ini Kata Dokter

Health | Senin, 01 Juni 2020 | 16:05 WIB

Dwi Sasono Pakai Ganja Sebulan Terakhir, Kenali Ciri-ciri Seorang Pemakai

Dwi Sasono Pakai Ganja Sebulan Terakhir, Kenali Ciri-ciri Seorang Pemakai

Health | Senin, 01 Juni 2020 | 15:50 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×