Protein Susu Sapi Bikin Anak Tambah Tinggi Saat Lahir? Ahli Ungkap Faktanya

Selasa, 02 Juni 2020 | 17:05 WIB
Protein Susu Sapi Bikin Anak Tambah Tinggi Saat Lahir? Ahli Ungkap Faktanya
Protein Susu Sapi Bikin Anak Tambah Tinggi Saat Lahir? Ahli Ungkap Faktanya. (Shutterstock)

Suara.com - Protein Susu Sapi Bikin Anak Tambah Tinggi Saat Lahir? Ahli Ungkap Faktanya

Memiliki anak yang tumbuh pesat dan sehat tentu menjadi impian bagi banyak ibu.

Tentunya hal itu mesti diimbangi dengan asupan gizi dan nutrisi yang cukup, bahkan sejak saat hamil.

Ketua Umum Pergizi Pangan Prof. Dr Hardinsyah MS, mengatakan jika ibu hamil jika ingin panjang anaknya optimal saat lahir disarankan rajin minum susu setiap hari.

Susu, lanjut dia, menjadi sumber protein sekaligus kalsium yang cukup untuk pertumbuhan panjang bayi.

Ilustrasi susu segar. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi Protein Susu Sapi Bikin Anak Tambah Tinggi Saat Lahir? Ahli Ungkap Faktanya. (Sumber: Shutterstock)

Selain memicu panjang bayi jadi optimal, menurut Hadiansyah, susu juga bisa mencegah stunting.

"Satu gelas susu pada ibu hamil bisa menyelamatkan bayi dari stunting. Kalau ibu ingin melahirkan anak yang sehat dan panjang ya minum susu. Telur kalau vitamin A memang lebih banyak dibanding susu, tapi kita gak bisa harapkan kalsium dari telur," jelasnya dalam Webinar 'Kebaikan Susu Sebagai Bagian Gizi Seimbang' bersama Frisian Flag, Selasa (2/6/2020).

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan tinggi badan anak hanya 10-20 persen dipengaruhi genetik orangtua. Lainnya, lebih dominan faktor makanan dan lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan.

Ibu hamil juga sebaiknya mengombinasikan protein hewani dan protein nabati.

Baca Juga: Positif Lagi Setelah Sembuh dari Covid-19, Pakar Jelaskan Dua Penyebabnya

"Dari 12 studi menunjukan, konsumsi susu disertai kacang hijau atau pun kacang merah meningkatkan panjang bayi lahir. Jadi kombinasi dari protein hewani dan nabati," ucapnya.

Meski begitu, Guru Besar Ilmu Gizi IPB itu menyampaikan bahwa protein juga bermanfaat untuk mencegah anemia pada ibu hamil. Hanya saja berbeda sumber proteinnya.

"Masing-masing sumber protein punya keunggulan makanya harus saling melengkapi. Tergantung tujuan. Kalau untuk stunting harus pakai susu. Kalau tambahan berat badan atau anak tambah tinggi ya susu. Tapi kalau untuk cegah anemia, daging merah," jelasnya.

Menurut Hardiansyah, ibu hamil rentan mengalami anemia. Ia menyampaikan bahwa jumlah ibu hamil yang mengalami anemia di Indonesia terus bertambah sejak 2013. Sehingga disarankan agar ibu hamik mencukupi asupan proteinnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI