Susu Sapi vs Susu Kerbau, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Nutrisi?

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 15 April 2020 | 10:31 WIB
Susu Sapi vs Susu Kerbau, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Nutrisi?
Ilustrasi Susu (Pixabay/Couleur)

Suara.com - Susu sudah seperti makanan pokok harian yang dikonsumsi manusia. Di atas usia 2 tahun, konsumsi air susu ibu (ASI) akan tergantikan dengan susu lainnya. Susu dipercaya menjadi sumber kalsium dan protein yang baik. Asupan susu harian dapat memberi tubuh asupan vitamin D, vitamin B12, riboflavin, kalium, fosfor, selenium, dan lemak sehat.

Susu sapi dan kerbau adalah dua jenis susu yang paling sering dikonsumsi. Urusan rasa, keduanya memang hampir sama. Namun, ada sedikit perbedaan antara komposisi kedua varietas susu tersebut.

Susu sapi dianggap lebih rendah lemak daripada susu kerbau. Lantas di antara keduanya, manakah yang lebih bermanfaat bagi tubuh?

Mengutip dari situs doctor NDTV, satu cangkir susu sapi dengan takaran 240 ml mengandung lemak 3,25 persen. Selain itu juga terdapat 149 kalori, 88 persen kandungan air, 7,7 gram protein, 11,7 gram karbohidrat, 11 gram laktosa, 8 gram lemak, dan 21 persen kalsium.

Sementara susu kerbau, berdasarkan laman healthline.com memiliki nutrisi juga kalori yang relatif lebih banyak per sajian.

Dalam takaran cangkir yang sama, susu kerbau bisa mengandung 237 kalori, 83 persen air, 9 gram protein, 12 gram karbohidrat, 13 gram laktosa, 17 gram lemak, dan 32 persen kalsium.

"Susu sapi mengandung lebih sedikit lemak bila dibandingkan dengan susu kerbau. Karena kandungan lemaknya yang tinggi dalam susu kerbau, ia lebih tebal jika dibandingkan dengan susu sapi yang memiliki kadar air yang tinggi," kata ahli gizi Nmami Agarwal.

Ia menambahkan, karena enzim peroksidase yang tinggi, susu kerbau dapat disimpan secara alami dalam waktu yang lebih lama. Jumlah protein dan kalsium pada susu kerbau juga sedikit lebih tinggi, tetapi juga memiliki lebih banyak kalori jika dibandingkan dengan susu sapi.

Sebagai perbandingan, 100 ml susu kerbau menghasilkan 100 kalori, sementara jumlah susu sapi yang sama menghasilkan 68-70 kalori.

baca juga

"Susu sapi juga kaya akan mineral penting sulfur untuk meningkatkan aktivitas otak. Warna susu sapi agak kekuningan disebabkan oleh adanya beta karoten (prekursor vitamin A) yang tidak ada dalam susu kerbau," jelasnya.

Ia menyarankan, jika sedang melakukan diet penurunan berat badan, maka susu sapi adalah pilihan yang lebih baik karena lebih rendah kalori. Susu sapi juga sangat baik untuk bayi karena mudah dicerna jika dibandingkan dengan susu kerbau.

"Tapi, yang perlu diperhatikan adalah komposisi susu memiliki sifat dinamis, dan komposisinya dapat bervariasi sesuai dengan tahap laktasi, usia, jenis, nutrisi, dan status kesehatan sapi atau kerbau," ucap Agarwal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh, Kandungan Gula di Susu Formula Ternyata Lebih Tinggi dari Minuman Soda

Duh, Kandungan Gula di Susu Formula Ternyata Lebih Tinggi dari Minuman Soda

Health | Sabtu, 04 April 2020 | 17:14 WIB

Masak Menu Baru Biar si Kecil Betah di Rumah Aja, Cobain Resep Fried Milk

Masak Menu Baru Biar si Kecil Betah di Rumah Aja, Cobain Resep Fried Milk

Lifestyle | Rabu, 01 April 2020 | 10:53 WIB

Resep Susu Strawberry Bikin Sendiri, Cocok Buat yang Lagi Kerja di Rumah

Resep Susu Strawberry Bikin Sendiri, Cocok Buat yang Lagi Kerja di Rumah

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2020 | 07:00 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB