Lagi, WHO Sebut 2 Warga Kongo Terinfeksi Ebola

Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 04 Juni 2020 | 13:23 WIB
Lagi, WHO Sebut 2 Warga Kongo Terinfeksi Ebola
Ilustrasi pandemi ebola. (Shutterstock)

Suara.com - WHO kembali menyatakan bahwa virus Ebola tekah menginfeksi dua warga di Provinsi Equateur, Republik Demokratik Kongo pada Rabu (3/6)

WHO meyakini virus tersebut telah menyebar ke Kota Bikoro, 150 kilometer dari Mbandaka, lokasi awal penemuan enam kasus Ebola baru di negara tersebut.

Dilansir dari Antara, otoritas di Kongo pada Senin (1/6) membenarkan hasil pemeriksaan bahwa empat warga di Mbandaka tewas karena Ebola.

Padahal Kongo sempat bersiap menyatakan pihaknya bebas dari Ebola pada bulan Mei ini. Sejak 2018, tercatat setidaknya ada 2.200 warga Kongo yang tewas karena Ebola.

Wabah Ebola yang terjadi di dua wilayah itu diyakini berasal dari jenis virus yang sama. Menurut pejabat kesehatan setempat, vaksin Ebola yang sama dapat digunakan untuk mengendalikan penyebaran virus.

Walaupun demikian, dua wabah itu diyakini tidak saling terkait.

"Pasien yang paling baru terjangkit Ebola sempat menghadiri pemakaman salah satu kasus pertama. Pasien itu berada di Kota Bikoro, 150 kilometer dari Mbandaka," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada para pewarta.

"Artinya, dua zona yang sehat saat ini telah terinfeksi," terang Ghebreyesus.

Mbandaka terserang wabah Ebola pada 2018 sehingga menyebabkan 33 warga setempat meninggal dunia.

Wabah berhasil dikendalikan berkat banyak warga divaksin dan penanggulangan cepat dari otoritas setempat, di antaranya seperti peluncuran mobil cuci tangan serta sosialisasi kesehatan dari pintu ke pintu.

Tedros mengatakan hampir 50 tenaga kesehatan dari WHO bersama mitranya tiba di Mbandaka, Rabu, membawa 3.600 dosis vaksin Ebola dan 2.000 alat untuk tes laboratorium.

Virus Ebola menyebabkan penderitanya mengalami demam disertai pendarahan. Ebola tersebar lewat kontak langsung cairan tubuh penderita dengan pihak lain. Pasien Ebola juga kerap muntah dan diare.

Ebola merupakan penyakit yang endemik di Kongo, mengingat nama virusnya diperoleh dari nama Sungai Ebola. Virus itu pertama kali ditemukan di Kongo pada 1976.

Sistem kesehatan di Kongo yang telah terdampak perang dan tata kelola buruk masih berjuang melawan wabah campak dan Covid-19, penyakit akibat virus corona jenis baru (SARS-CoV-2).

Covid-19 telah menyerang lebih dari 3.000 warga Kongo dan 75 di antaranya meninggal dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mewabah Lagi di Kongo, Mengenal Ebola yang Tak Kalah Bahaya dari Covid-19

Mewabah Lagi di Kongo, Mengenal Ebola yang Tak Kalah Bahaya dari Covid-19

Health | Rabu, 03 Juni 2020 | 11:02 WIB

WHO: Di Tengah Pandemi Covid-19, Kongo Hadapi Wabah Ebola ke-11

WHO: Di Tengah Pandemi Covid-19, Kongo Hadapi Wabah Ebola ke-11

Health | Selasa, 02 Juni 2020 | 11:45 WIB

Jadi Momok, Wabah Ebola Baru Trending Topic di Twitter

Jadi Momok, Wabah Ebola Baru Trending Topic di Twitter

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 06:29 WIB

Terkini

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB