Pembukaan Lockdown di Inggris Dianggap Berbahaya, Mengapa?

Silfa Humairah Utami, Rosiana Chozanah

Kamis, 04 Juni 2020 | 19:00 WIB
Pembukaan Lockdown di Inggris Dianggap Berbahaya, Mengapa?
Ilustrasi lockdown di Inggris [BBC]

Suara.com - Di beberapa negara protokol penguncian telah dilonggarkan, bahkan sekolah dan toko-toko sudah mulai dibuka kembali. Namun, beberapa ilmuwan mengatakan pemerintah telah bertindak terlalu cepat.

Pencabutan penguncian ini telah digambarkan sebagai 'momen berbahaya' oleh wakil kepala medis Inggris.

Ketika kuncian atau lockdown, semuanya dinilai lebih baik.

Misalnya saja di Inggris, diperkirakan ada 100.000 infeksi baru setiap hari pada 23 Maret, hari ketika Boris Johnson mengumumkan pembatasan ketat. Ini sebanding dengan sekitar 8.000 infeksi harian yang terjadi sekarang ini.

"Ada di sekitar rentang 10 kali lipat kurang sedikit, tapi itu masih cukup," kata Dr Adam Kurcharski dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, dikutip BBC.

Kecepatan penyebaran virus juga jauh lebih lambat.

Sejumlah warga di Roma, Italia, kembali beraktivitas setelah pemerintah setempat melonggarkan aturan lockdown, Senin (4/5/2020). [AFP/Vincenzo Pinto]
Sejumlah warga di Roma, Italia, kembali beraktivitas setelah pemerintah setempat melonggarkan aturan lockdown, Senin (4/5/2020). [AFP/Vincenzo Pinto]

Angka R, jumlah rata-rata orang yang tertular virus, adalah sekitar tiga (R3) ketika kuncian. Ini artinya 10 orang menyebarkan virus corona ke 30 orang lain.

Sedangkan sekarang, R pada sekitar 0,7 hingga 0,9, yang artinya 10 orang diperkirakan menularkan ke sekitar 8 orang lainnya.

Tapi, perbandingan oleh Universitas Oxford masih menunjukkan Inggris berada di salah satu posisi terburuk secara global untuk pencabutan kuncian.

baca juga

Kepala penasihat sains, Sir Patrick Vallance, memperingatkan untuk hati-hati, melihat dari data.

R mendekati satu, titik kritis di mana kasus meningkat lagi dan kami masih melihat infeksi baru setiap hari pada tingkat yang cukup signifikan.

"Penguncian yang dilonggarkan berarti kita akan berhubungan dengan lebih banyak orang dan hal itu meningkatkan peluang penyebaran virus," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Afrika Selatan Longgarkan Lockdown, Warga Ramai-ramai Beli Miras

Afrika Selatan Longgarkan Lockdown, Warga Ramai-ramai Beli Miras

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 12:53 WIB

India Kembali Perpanjang Masa Lockdown Hingga Akhir Juni 2020

India Kembali Perpanjang Masa Lockdown Hingga Akhir Juni 2020

News | Minggu, 31 Mei 2020 | 16:44 WIB

Status Lockdown Disebut Penyebab Banyaknya Kecelakaan di Area Parkir

Status Lockdown Disebut Penyebab Banyaknya Kecelakaan di Area Parkir

Otomotif | Sabtu, 30 Mei 2020 | 11:35 WIB

Terkini

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

×