Penyakit Legionnaires yang Mirip Covid-19 Bisa Muncul Usai Pandemi

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 10 Juni 2020 | 17:27 WIB
Penyakit Legionnaires yang Mirip Covid-19 Bisa Muncul Usai Pandemi
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Suara.com - Saat pandemi Covid-19 berakhir, orang-orang akan kembali ke tempat-tempat yang sudah lama tidak mereka kunjungi, seperti sekolah, kantor, bioskop, mall dan lainnya. Hal itu disebut akan memimbulkan penyakit baru, salah satunya penyakit Legionnaires.

Dilansir dari The Conversation, bangunan-bangunan yang lama nganggur ternyata bisa menjadi tempat berkembang biaknya infeksi, dan bisa jadi menyimpan penyakit seperti penyakit Legionnaires.

Profesor Anne Clayson, menyoroti bahwa penyakit Legionnaires disebabkan oleh menghirup tetesan air yang mengandung bakteri Legionella pneumophilia.

"Ini sangat jarang, tetapi periode tidak aktif yang lama di gedung sangat meningkatkan risiko Legionnaires," tulisnya.

Penyakit Legionnaires menyebabkan pneumonia berat. Faktanya gejalanya dapat dengan mudah disalahartikan sebagai Covid-19 yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.900 orang di Indonesia.

Gejala dari Legionnaires bisa berupa demam, batuk kering, sesak napas dan nyeri otot.

"Tidak seperti Covid-19, Legionnaire tidak menyebar dari orang ke orang tetapi menyebabkan wabah besar di masyarakat melalui tetesan air udara yang terkontaminasi," catat Clayson.

Tetesan air yang terkontaminasi bisa dari pancuran, keran, menara pendingin, sistem pendingin udara, kolam spa, bak air panas, dan air mancur.

"Penyakit ini bisa mematikan dan menginfeksi banyak orang sekaligus," tambahnya.

baca juga

Kelompok berisiko untuk penyakit Legionnaires sebagian besar sama dengan Covid-19.  Setidaknya 90 persen kasus memengaruhi orang berusia di atas 45 tahun dan dua pertiganya adalah pria.

Memiliki penyakit yang mendasarinya, seperti paru-paru kronis dan penyakit lain seperti diabetes juga meningkatkan risiko penyakit parah dari penyakit Legionnaires, mirip dengan Covid-19.

Tetapi strategi untuk melawan Covid-19 tidak akan sama untuk melawan penyakit Legionnaires.

Ilustrasi bakteri. [Shutterstock]
Ilustrasi bakteri. [Shutterstock]

"Orang yang dicurigai menderita Covid-19 biasanya diminta untuk melakukan isolasi diri selama 14 hari untuk mencegah penularan penyakit kepada orang lain," catat Clayson.

"Tetapi penyakit Legionnaires tidak dapat ditularkan dari orang ke orang dan gejalanya memburuk secara signifikan selama periode tujuh hari. Perawatan cepat dengan antibiotik sangat penting. Keterlambatan pengobatan dapat menyebabkan kegagalan pernafasan yang parah," tambahnya.

Sementara itu, risiko tambahan penyakit Legionnaires terhadap pasien Covid-19 yang pulih saat ini juga tidak diketahui.

"Studi pra-cetak dari kasus Covid-19 di China dan Jepang menemukan bahwa 20 persen di antaranya juga terinfeksi bakteri Legionella. Jadi tampaknya pasien virus corona lebih rentan terhadap infeksi lain," tulis Clayson. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagi Wabah Corona, Jember Anggarkan Rp 2,6 Miliar untuk Beli Karangan Bunga

Lagi Wabah Corona, Jember Anggarkan Rp 2,6 Miliar untuk Beli Karangan Bunga

Jatim | Rabu, 10 Juni 2020 | 15:56 WIB

Kualitas Udara di Yogyakarta Membaik

Kualitas Udara di Yogyakarta Membaik

Foto | Rabu, 10 Juni 2020 | 15:45 WIB

Rekor Lagi Positif Corona RI 10 Juni Melejit 1.241 Kasus, Jadi 34.316 Orang

Rekor Lagi Positif Corona RI 10 Juni Melejit 1.241 Kasus, Jadi 34.316 Orang

News | Rabu, 10 Juni 2020 | 15:45 WIB

Terkini

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:48 WIB

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Sumsel | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:54 WIB

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×