Benarkah Makan Kacang Baik untuk Turunkan Berat Badan? Ketahui Faktanya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 10 Juni 2020 | 20:25 WIB
Benarkah Makan Kacang Baik untuk Turunkan Berat Badan? Ketahui Faktanya!
Ilustrasi kacang-kacangan (shutterstock)

Suara.com - Kacang merupakan salah satu makanan yang paling populer di dunia. Kacang biasanya digunakan sebagai topping makanan ringan atau pencuci mulut yang sehat.

Seseorang bisa mengonsumsi kacang dalam kondisi mentah, panggang, rebus, dibumbui asin, pedas maupun manis.

Selain rasanya yang khas, kacang juga dikenal mengandung banyak protein dan tinggi lemak. Kacang juga dikenal membantu menurunkan berat badan.

Kacang sendiri bisa membantu menurunkan berat badan dengan berbagai cara. Faktanya dilansir dari Healthline, banyak penelitian observasional menunjukkan bahwa makan kacang dikaitkan dengan berat badan yang sehat dan tingkat obesitas lebih rendah.

Berikut ini cara kacang membantu menurunkan berat badan.

Ilustrasi kacang. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi kacang. (Sumber: Shutterstock)

1. Membuat kenyang lebih lama

Tak seperti makanan ringan yang tinggi karbohidrat, kacang kaya akan lemak, protein dan serat yang sehat. Sehingga kacang akan lebih lama untuk dicerna.

Karena itulah, kacang akan membuat orang merasa kenyang lebih lama. Sebab, karbohidrat yang lebih cepat diserat ke dalam aliran darah bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang mengakibatkan seseorang mudah lapar.

2. Rendah kalori

baca juga

Meskipun kacang tinggi kalori, tapi tubuh tidak mungkin menyerap semua kalori. Gigi yang bisa memecah kacang dalam ukuran kecil sebelum menelannya, membantu tubuh menyerap lebih sedikit kalori.

Sementara sisanya akan diekskresikan melalui limbah. Hal itulah yang membantu seseorang menurunkan berat badan.

Seorang perempuan sedang menikmati kacang kenari. [Shutterstock]
Seorang perempuan sedang menikmati kacang kenari. [Shutterstock]

3. Lemak sehat

Kacang kaya akan lemak sehat yang dikenal sebagai asam lemak tak jenuh tunggal (MUFAs) dan asam lemak tak jenuh ganda (PUFA).

Diet tinggi telah berkaitan dengan penurunan tingkat peradangan, obesitas dan kondisi kronis seperti penyakit jantung dan diabetes.

Terlebih, makan kacang dikaitkan dengan risiko kenaikan berat badan jangka panjang yang lebih rendah.

Beberapa peneliti berpendapat bahwa kandungan lemak tak jenuh yang tinggi di dalam kacang bisa meningkatkan kemampuan tubuh untuk menggunakan lemak sebagai energi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nemu Pil Dikira Pengawet Kacang Kulit, Ketika Dibuka Isinya Bikin Syok

Nemu Pil Dikira Pengawet Kacang Kulit, Ketika Dibuka Isinya Bikin Syok

News | Rabu, 10 Juni 2020 | 08:38 WIB

Berjalan Kaki di Pagi Hari Punya Banyak Manfaat, Berikut 5 di Antaranya!

Berjalan Kaki di Pagi Hari Punya Banyak Manfaat, Berikut 5 di Antaranya!

Health | Senin, 08 Juni 2020 | 17:26 WIB

Singkirkan Perut Buncit, Ini Cara Sederhana Hilangkan Lemak Perut

Singkirkan Perut Buncit, Ini Cara Sederhana Hilangkan Lemak Perut

Health | Sabtu, 06 Juni 2020 | 14:30 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB