Anak Dirawat karena Positif Covid-19, Bolehkah Ditemani Orangtua?

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 11 Juni 2020 | 14:25 WIB
Anak Dirawat karena Positif Covid-19, Bolehkah Ditemani Orangtua?
Ilustrasi Anak Dirawat karena Positif Covid-19, Bolehkah Ditemani Orangtua? (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orangtua khawatir ketika sang anak dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Seperti diketahui, pasien yang dirawat karena positif Covid-19 harus menjalani isolasi agar tidak menularkan ke orang lain.

Hal itu menimbulkan pertanyaan bagi orangtua, bolehkah mereka menemani sang anak yang dirawat karena Covid-19?

Ilustrasi anak memakai masker. (Pixabay)
Ilustrasi anak memakai masker. (Pixabay)

Spesialis anak dari RS Cipto Mangunkusumo Dr. Ari Prayitno, SpA (K) mengungkapkan, menyebut untuk pasien anak ada pertimbangan tertentu.

Ari mengungkapkan bahwa kondisi ini menjadi dilema bagi para tenaga medis yang menangani pasien Covid anak.

Sebab, jika anak ditemani oleh salah satu keluarganya maka ada kemungkinan akan ikut terinfeksi virus corona.

"Kalau orangtua menunggui anaknya berada di ruangan yang sama pasti risiko tertular. Kalau misalnya ibunya jalan-jalan saat menunggui anknya pasti akan menularkan ke orang lain termasuk petugas medis," kata Ari dalam webinar IDAI, Kamis (11/6/2020).

Tetapi pada pasien Covid-19 anak-anak yang masih butuh perhatian keluarganya, Ari mengatakan, orangtua biasanya akan diizinkan ikut menjaga di dalam ruangan rawat.

"Dengan catatan ibu harus diedukasi dan tidak boleh ke mana-mana dan menggunakan pakaian khusus. Itu kita awasi dengan ketat," katanya.

Di rumah sakit sendiri, lanjut Ari, pasien Covid-19 yang dirawat dibagi dalam dua jenis.

Yakni pasien dengan penyakit penyerta atau komorbid dan pasien tanpa komorbid.

Pasien komorbid pada anak-anak bisa disebabkan karena berbagai macam penyakit seperti leukimia, kanker, atau kebocoran ginjal.

Menurut Ari, pasien komorbid biasanya dirawat di rumah sakit tipe A.

"Rumah sakit yang tipenya makin tinggi seperti tipe A pasti merawat padien dengan komorbid. Kondisi ini pasti lebih berat daripada mereka yang tanpa penyakit penyerta," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wajib tahu, Ini Cara Bedakan Pilek Alergi atau Gejala Covid-19 Pada Anak

Wajib tahu, Ini Cara Bedakan Pilek Alergi atau Gejala Covid-19 Pada Anak

Health | Kamis, 11 Juni 2020 | 13:25 WIB

Alat Terapi Kanker Bantu Peneliti Temukan Target untuk Vaksin Covid-19

Alat Terapi Kanker Bantu Peneliti Temukan Target untuk Vaksin Covid-19

Health | Kamis, 11 Juni 2020 | 08:24 WIB

Covid-19: Apakah Aman Sekolah Dimulai saat Pandemi?

Covid-19: Apakah Aman Sekolah Dimulai saat Pandemi?

Video | Rabu, 10 Juni 2020 | 10:00 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB