Gejala Penyakit Lyme dan Virus Corona Covid-19 Bisa Mirip, Kenali Bedanya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 11 Juni 2020 | 14:26 WIB
Gejala Penyakit Lyme dan Virus Corona Covid-19 Bisa Mirip, Kenali Bedanya!
Ilustrasi sakit kepala, kepala pusing. (Shutterstock)

Suara.com - Gejala umum virus corona Covid-19 antara lain adalah batuk persisten, demam tinggi dan hilangnya indera penciuman. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menambah diare, sakit kepala dan ruam sebagai gejala Covid-19.

Tapi, para ahli memeringatkan bahwa banyak gejala virus corona Covid-19 yang mirip dengan penyakit lainnya, salah satunya penyakit Lyme.

Penyakit Lyme adalah infeksi bakteri yang menyebar ke manusia melalui kutu yang terinfeksi. Virus corona Covid-19 dan penyakit Lyme pun memiliki sedikit kemiripan.

Jory Brinkerhoff, profesor biologi di University of Richmond, mengatakan penyakit Lyme bisa menimbulkan sejumlah gejala yang mirip dengan Covid-19, seperti demam dan kedinginan.

"Siapa pun yang mengidap penyakit Lyme, tapi salah mendeteksinya sebagai Covid-19. Artinya, mereka tanpa sadar bisa menunda perawatan medis yang diperlukan untuk mengatasi penyakit Lyme," kata Jory dikutip dari Express.

Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

Sedangkan, penyakit Lyme bisa menyebabkan gejala parah dan berpotensi melemahkan penderitanya. Adapun gejala yang paling jelas dari penyakit Lyme, yakni ruam merah di kulit yang sering disebut bullseye.

"Gejala penyakit Lyme adalah demam, sakit kepala dan tubuh serta kelelahan. Gejala penyakit Lyme memang tidak khas dan mudah disalahartikan sebagai penyakit lain, termasuk Covid-19," jelasnya.

Jory juga mengatakan sebagian besar ruam merah akibat penyakit Lyme biasa muncul dalam 4 minggu pertama. Jika seseorang bisa mendeteksi penyakit ini dengan cepat, maka kondisinya masih mudah diobati.

Sementara, penundaan pengobatan medis bisa menyebabkan gejala penyakit Lyme yang lebih parah dan persisten.

baca juga

"Jika penyakit Lyme tidak diobati, seseorang bisa mengalami masalah neurologis, kognitif, masalah jantung yang berpotensi fatal dan radang sendi yang menyakitkan," jelas Jory.

Meskipun gejala penyakit Lyme dan virus corona Covid-19 sama, tapi ada beberapa hal yang bisa membedakannya. Kesulitan bernapas dan sakit tenggorokan telah dikaitkan dengan Covid-19, tapi kondisi ini jarang terjadi pada penyakit Lyme.

Selain itu, sakit kepala pada pasien virus corona Covid-19 jauh lebih ringan daripada penyakit Lyme. Orang dengan penyakit Lyme juga bisa mengalami leher kaku, nyeri tajam, sensitif terhadap cahaya, sensitif terhadap suara dan mual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Reisa: Jaga Jarak Turunkan Penularan Corona hingga 85 Persen

Dokter Reisa: Jaga Jarak Turunkan Penularan Corona hingga 85 Persen

News | Kamis, 11 Juni 2020 | 11:32 WIB

Mengapa Nilai Reproduksi Virus R Jadi Indikator Penting Penularan Covid-19?

Mengapa Nilai Reproduksi Virus R Jadi Indikator Penting Penularan Covid-19?

Video | Kamis, 11 Juni 2020 | 06:00 WIB

Berhubungan Seks Bisa Mencegah dan Atasi Migrain, Ini Alasannya!

Berhubungan Seks Bisa Mencegah dan Atasi Migrain, Ini Alasannya!

Health | Rabu, 10 Juni 2020 | 20:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB