Melambat atau Meningkat, Perubahan Detak Jantung Bisa Jadi Tanda Bahaya!

Silfa Humairah Utami | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 12 Juni 2020 | 11:14 WIB
Melambat atau Meningkat, Perubahan Detak Jantung Bisa Jadi Tanda Bahaya!
Ilustrasi dada berdebar, serangan jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Serangan jantung memang sering kali datang mendadak, sehingga sulit untuk diprediksi. Tetapi, ada hal yang perlu Anda perhatikan sebagai salah satu tanda serangan jantung, yakni perubahan detak jantung.

Dilansir dari Express, Roby Rakhit, Konsultan Kardiologis di The Wellington Hospital bagian dari HCA Healthcare UK menyatakan, bahwa penting untuk memahami hubungan antara detak jantung dan risiko serangan jantung.

“Menghitung detak jantung Anda dengan jumlah detak jantung per menit. Denyut jantung normal rata-rata untuk orang dewasa adalah antara 60 hingga 100 denyut per menit (bpm). Tetapi, beberapa atlet terlatih dan profesional olahraga dapat memiliki denyut jantung serendah 40 bpm," jelas Rakhit.

Menurut Dr Rakhit, perubahan dramatis dalam detak jantung baik kenaikan atau penurunan bisa menjadi tanda serangan jantung.

"Paling umum, serangan jantung akan menyebabkan peningkatan denyut jantung dan ini karena denyut jantung yang lebih tinggi adalah respons jantung terhadap cedera jaringan dan penurunan fungsi" katanya.

"Namun, meskipun jarang, kadang-kadang serangan jantung dapat menyebabkan penurunan detak jantung yang berbahaya karena masalah dengan sistem elektrik jantung. Dalam kasus ini, itu dapat menyebabkan penurunan tekanan darah," imbuhnya. 

Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)
Ilustrasi terkena serangan jantung. (Shutterstock)

Menurut dokter Rakhit, secara umum jantung merespons kerusakan, cedera, dan rasa sakit yang disebabkan oleh serangan jantung dengan meningkatkan denyut jantung.

 "Serangan jantung yang menyebabkan denyut jantung mencapai atau melebihi sekitar 150 bpm dapat menyiratkan bentuk gangguan irama jantung membahayakan jiwa (takikardia ventrikel) yang timbul dari bilik bawah otot jantung," tambahnya. 

Dokter Rakhit menjelaskan kondisi ini mungkin merupakan indikasi serangan jantung yang melibatkan bagian bawah dan belakang jantung. Hal tersebut kadang-kadang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang berbahaya.

"Penting untuk memperhatikan adanya perubahan dan segeralah berkonsultasi medis Anda merasa detak jantung Anda tidak normal," ujar Rakhit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Serangan Jantung, Cobalah Cek Kondisi Urine!

Waspada Serangan Jantung, Cobalah Cek Kondisi Urine!

Health | Rabu, 10 Juni 2020 | 14:04 WIB

Waspada Gejala Ringan Serangan Jantung, Cek Bagian Pergelangan Kaki!

Waspada Gejala Ringan Serangan Jantung, Cek Bagian Pergelangan Kaki!

Health | Jum'at, 05 Juni 2020 | 13:27 WIB

Dikira Kena Corona, Pria di Semarang Mendadak Jatuh dan Tewas di Tempat

Dikira Kena Corona, Pria di Semarang Mendadak Jatuh dan Tewas di Tempat

Jawa Tengah | Senin, 01 Juni 2020 | 14:44 WIB

Terkini

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB