Cerita Pengurus Jenazah Covid-19: Harus Lakukan Desinfektan Berkali-Kali

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Jum'at, 12 Juni 2020 | 11:46 WIB
Cerita Pengurus Jenazah Covid-19: Harus Lakukan Desinfektan Berkali-Kali
Ilustrasi: Cerita Pengurus Jenazah Covid-19: Harus Lakukan Desinfektan Berkali-Kali (22/04). [Antara/BBC]

Suara.com - Pasien Covid-19 yang meninggal dunia harus dimakamkan dengan cara khusus dan protokol kesehatan yang ketat.

Hal itu dilakukan untuk meminimalisir penularan infeksi virus corona dari cairan tubuh jenazah.

Salah satu tim pemulasaran jenazah Covid-19 di Rumah Sakit darurat Wisma Atlet dr. Reza Ramdhoni menceritakan bagaimana prosedur pemakaman terhadap pasien yang meninggal.

Ia mengatakan, segala tindakan yang dilakukan terhadap jenazah sebisa mungkin harus kedap terhadap dunia luar agar cairan-cairan tubuh yang keluar tidak menjadi infeksius.

Petugas menurunkan peti jenazah dari dalam mobil ambulans. [Istimewa]
Petugas menurunkan peti jenazah dari dalam mobil ambulans. [Istimewa]

"Pertama kita selubungkan dengan kantong plastik, kita desinfektan, tidak dimandikan. Kita selubungkan dengan kafan lalu selubungkan dengan plastik lagi," papar Reza saat kinferensi pers melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (12/6/2020).

Setelah dibungkis dengan plastik kedua, jenazah kemudian dimasukan ke kantong mayat. Khusus untuk jenazah muslim, kata Reza, akan lebih dulu ditayamumkan baru dimasukan ke kantong mayat.

Setelah itu, jenazah dimasukan ke dalam peti dan didesinfektan lagi.

"Tentu sudah dalam kondisi aman, Insya Allah. Dan semoga tidak infeksius. Jadi memang protokol yg kita jalankan amat sangat ketat. Baik tim pemulasaran maupun pelaksanaan terhadap jenazah itu sendiri," ucapnya.

Ia menyampaikan, seluruh jenazah menggunakan prosedur yang sama. Kecuali jenazah non muslim, hanya tidak dilakukan tayamum. Tetapi tetap dipakaikan kain kafan.

baca juga

"Kalau memakaikan seragam baju berarti kita banyak manipulasi gerakan jenazah, itu kita minimalisir. Jadi kita seragamkan dengan kafan dan plastik juga kantong jenazah," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengubur Jenazah Covid: Tambah Kerjaan Jika Warga Gak Patuh PSBB Transisi

Pengubur Jenazah Covid: Tambah Kerjaan Jika Warga Gak Patuh PSBB Transisi

News | Kamis, 11 Juni 2020 | 18:04 WIB

Covid-19 di Brasil: Sopir Taksi Online Jadi Relawan Pengantar Jenazah

Covid-19 di Brasil: Sopir Taksi Online Jadi Relawan Pengantar Jenazah

Video | Kamis, 11 Juni 2020 | 10:00 WIB

Ambil Paksa Jenazah Pasien Corona, 5 Orang di Sulawesi Selatan Reaktif

Ambil Paksa Jenazah Pasien Corona, 5 Orang di Sulawesi Selatan Reaktif

News | Rabu, 10 Juni 2020 | 13:37 WIB

Terkini

BWH Hotels Satukan Portofolio Global WorldHotels, Hadirkan Pengalaman Menginap Khas di Indonesia

BWH Hotels Satukan Portofolio Global WorldHotels, Hadirkan Pengalaman Menginap Khas di Indonesia

Jakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:34 WIB

AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta

AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Tak Mau Kabinet Prabowo Terganggu, PKS Desak Kejelasan Isu Ijazah Gibran

Tak Mau Kabinet Prabowo Terganggu, PKS Desak Kejelasan Isu Ijazah Gibran

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Shin Tae-yong Bongkar Rencana Persija di League Cup, Pratama Arhan dan Shayne Pattynama Siap Beraksi

Shin Tae-yong Bongkar Rencana Persija di League Cup, Pratama Arhan dan Shayne Pattynama Siap Beraksi

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:29 WIB

FIFA Catat 21 Kasus di Indonesia, PSBS Biak Sumbang 15 Larangan Registrasi Pemain

FIFA Catat 21 Kasus di Indonesia, PSBS Biak Sumbang 15 Larangan Registrasi Pemain

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Bisa jadi Bencana! Hashim Ingatkan Utang Luar Negeri RI Bisa Bengkak Jika Rupiah Rp21.000

Bisa jadi Bencana! Hashim Ingatkan Utang Luar Negeri RI Bisa Bengkak Jika Rupiah Rp21.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:25 WIB

DPR Mandul Awasi Pemerintah, Pakar Peringatkan Ledakan Aksi Massa

DPR Mandul Awasi Pemerintah, Pakar Peringatkan Ledakan Aksi Massa

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:24 WIB

PT RAS Jadi Tersangka Karhutla, Polda Sumsel Tangani 20 Perkara yang Melibatkan Korporasi

PT RAS Jadi Tersangka Karhutla, Polda Sumsel Tangani 20 Perkara yang Melibatkan Korporasi

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:22 WIB

Absen Dua Pertandingan Gladbach, Ada Apa dengan Kevin Diks?

Absen Dua Pertandingan Gladbach, Ada Apa dengan Kevin Diks?

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan

Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:20 WIB

×