Ini Bedanya Psikolog, Psikiater, dan Terapis

Vania Rossa Suara.Com
Jum'at, 12 Juni 2020 | 14:31 WIB
Ini Bedanya Psikolog, Psikiater, dan Terapis
Ilustrasi konsultasi psikolog, psikiater. (Shutterstock)

Psikiater adalah dokter medis berlisensi yang telah menyelesaikan pelatihan psikiatris. Ppsikiater bertanggung jawab untuk mendiagnosis gangguan mental seorang pasien dan menentukan pengobatan yang akan dilakukan, karena keahlian mereka berfokus pada ketidakseimbangan kimia di dalam otak manusia. Oleh sebab itu, psiakiater juga bisa memberikan resep dan terapi obat-obatan (farmakoterapi), terapi stimulasi otak, pemeriksaan fisik dan laboratorium sesuai dengan kebutuhan para pasien.

“Psikiater memiliki insting biologi dan neurokimia yang lebih kuat,” kata Ranna Parekh, MD, seorang direktur di American Psychiatric Association.

“Mereka menggunakan pendekatan diagnosis eksklusi. Misalnya, sebelum mendiagnosis seseorang mengalami depresi, psikiater akan memastikan mereka tidak memiliki kekurangan vitamin atau masalah tiroid. Setelah mereka membuat diagnosis kesehatan mental, psikiater biasanya meresepkan obat untuk Anda."

Terapis: Profesional (dan istilah) yang paling sering dikaitkan dengan sebuah terapi reguler.

Terapis pada dasarnya adalah istilah umum untuk semua profesional kesehatan mental yang dapat membantu pengobatan kesehatan mental. Dan istilah "konselor" dan "terapis" sering digunakan secara bergantian.

Kelompok ini, di luar psikolog dan psikiater, dapat mencakup pekerja sosial, terapis perkawinan dan keluarga, dan konselor klinis profesional berlisensi. Para ahli ini biasanya merupakan lulusan program sekolah pascasarjana dua tahun setelah memperoleh gelar sarjana mereka, kata Emin Gharibian, seorang psikolog di Verdugo Psychological Associates In Los Angeles.

"Sebagian besar, (terapis) akan melakukan terapi individu dan kelompok dalam berbagai pengaturan, termasuk praktik pribadi, sekolah, rumah sakit, klinik, pusat kesehatan mental masyarakat, atau penjara," katanya.

Ted Chan, CEO direktori perawatan kesehatan CareDash, mencatat bahwa mereka yang hanya memiliki tingkat pelatihan dan sertifikasi ini tidak dapat meresepkan obat.

"Untuk pasien yang memerlukan terapi untuk menangani masalah sehari-hari yang lebih jelas, terapis atau konselor biasanya lebih mudah menjadwalkan, lebih responsif dan lebih murah," katanya.

Baca Juga: Perlukah Selalu Mengikuti Berita Viral di Media Sosial? Ini Kata Psikiater

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI