Ini Bedanya Psikolog, Psikiater, dan Terapis

Vania Rossa | Suara.com

Jum'at, 12 Juni 2020 | 14:31 WIB
Ini Bedanya Psikolog, Psikiater, dan Terapis
Ilustrasi konsultasi psikolog, psikiater. (Shutterstock)

Suara.com - Stres, cemas, dan takut mungkin pernah Anda alami beberapa bulan belakangan terkait pandemi Covid-19.
Menurut data terakhir yang dilansir dari Huffpost, sekitar sepertiga orang Amerika menunjukkan tanda-tanda depresi klinis, kecemasan, atau keduanya. Dan untuk mengatasi hal itu, mungkin diperlukan bantuan dari seorang profesional, entah psikolog, psikiater, atau hanya terapis.

“Sekarang setelah telehealth diadopsi secara luas, saya berharap lebih banyak orang akan beralih ke penyedia kesehatan mental lebih cepat," kata Ariana Mufson, pekerja sosial klinis independen berlisensi di Brookline, Massachusetts.

Namun, mencari bantuan kesehatan mental bukanlah hal yang mudah. Anda perlu tahu ahli kesehatan mental seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Apakah Anda memerlukan psikolog, psikiater, atau terapis? Apa bedanya?

Sekilas, para tenaga kesehatan mental ini tampaknya menyediakan layanan serupa, tapi ada perbedaan mencolok di antara mereka. Berikut adalah rincian kompetensi masing-masing, sehingga Anda dapat segera menentukan yang mana yang paling cocok untuk Anda.

Psikolog: Ahli psikologi yang fokus pada masalah dan manajemen kesehatan mental.

Psikolog memiliki gelar doktor di bidang psikologi, studi tentang pikiran dan perilaku manusia. Seorang psikolog dapat memiliki gelar doktor dalam bidang filsafat atau psikologi klinis atau konseling.

Yang membedakan psikolog dari penyedia kesehatan mental lainnya adalah pengetahuan dan kemampuan mereka untuk masalah kesehatan mental yang luas. Tak hanya menangani gangguan kesehatan mental, psikolog juga dapat membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan dengan masalah sehari-hari terkait dengan stres - seperti kemarahan atau kesedihan yang luar biasa, serangan panik, sakit kepala, gangguan tidur - yang menjadi sulit untuk dikelola.

Seorang psikolog sering menjadi penyedia layanan kesehatan mental ketika seorang pasien berpikir mereka mungkin memerlukan evaluasi untuk gejala suasana hati yang tidak dapat dijelaskan dan / atau fungsi interpersonal yang tidak efektif. Ini juga merupakan praktik standar bagi praktisi medis keluarga untuk merujuk ke psikolog sebelum meresepkan obat psikiatris, demikian dikatakan QuaVaundra Perry, seorang psikolog di Perry Psychological & Consultation Services di Rockwall, Texas.

"Seorang psikolog terampil dalam wawancara klinis dan evaluasi psikologis yang komprehensif untuk mengonfirmasi dan mengesampingkan diagnosis penyakit mental," kata Perry. "Sesi ini berguna membantu orang memahami gejala mereka, karena sebagian besar pengalaman orang tidak sejelas deskripsi buku teks."

Setelah formulasi dibuat tentang gejala dan rencana perawatan yang komprehensif dikembangkan, psikolog biasanya akan melompat ke pemanfaatan perawatan berbasis bukti, seperti terapi perilaku kognitif, kata Perry.

Untuk menjadi seorang psikolog, seperti dikutip dari Hello Sehat, seseorang harus mengenyam pendidikan sarjana di Fakultas Psikologi. Setelah itu, ia harus melanjutkan ke jenjang berikutnya, yaitu program profesi untuk mempelajari secara langsung dan mempraktikan kerja psikolog. Bidang pekerjaan psikologi yang paling dekat dengan psikiater adalah psikologi klinik.

Pada bidang ini, psikolog menangani kasus-kasus kejiwaan, mendiagnosis gejala psikologis pasien, dan melakukan psikoterapi sebagai bentuk penanganannya. Itu sebabnya, psikolog berkompeten untuk melakukan beberapa tes psikologi yang kemudian hasilnya diinterpretasikan sebagai jawaban dari masalah yang dialami oleh pasiennya. Misalnya tes IQ, minat bakat, tes kepribadian, dan lain sebagainya.

Tapi, psikolog tidak bisa meresepkan obat-obatan, karena dalam menangani kasus kejiwaan mereka berfokus pada terapi psikososial untuk mengendalikan perilaku, pikiran, dan emosi pasien.

Aimee Daramus, seorang psikolog di Chicago, juga mencatat bahwa di beberapa negara bagian di AS, termasuk Illinois, New Mexico, Iowa, Idaho, dan Louisiana, para psikolog dapat meresepkan berbagai obat kesehatan mental yang terbatas jika mereka memiliki gelar master tambahan dalam psikofarmakologi. Tetapi biasanya praktik ini jarang terjadi.

Psikiater: Dokter spesialis yang mendalami ilmu kesehatan jiwa dan perilaku (psikiatri).

Psikiater adalah dokter medis berlisensi yang telah menyelesaikan pelatihan psikiatris. Ppsikiater bertanggung jawab untuk mendiagnosis gangguan mental seorang pasien dan menentukan pengobatan yang akan dilakukan, karena keahlian mereka berfokus pada ketidakseimbangan kimia di dalam otak manusia. Oleh sebab itu, psiakiater juga bisa memberikan resep dan terapi obat-obatan (farmakoterapi), terapi stimulasi otak, pemeriksaan fisik dan laboratorium sesuai dengan kebutuhan para pasien.

“Psikiater memiliki insting biologi dan neurokimia yang lebih kuat,” kata Ranna Parekh, MD, seorang direktur di American Psychiatric Association.

“Mereka menggunakan pendekatan diagnosis eksklusi. Misalnya, sebelum mendiagnosis seseorang mengalami depresi, psikiater akan memastikan mereka tidak memiliki kekurangan vitamin atau masalah tiroid. Setelah mereka membuat diagnosis kesehatan mental, psikiater biasanya meresepkan obat untuk Anda."

Terapis: Profesional (dan istilah) yang paling sering dikaitkan dengan sebuah terapi reguler.

Terapis pada dasarnya adalah istilah umum untuk semua profesional kesehatan mental yang dapat membantu pengobatan kesehatan mental. Dan istilah "konselor" dan "terapis" sering digunakan secara bergantian.

Kelompok ini, di luar psikolog dan psikiater, dapat mencakup pekerja sosial, terapis perkawinan dan keluarga, dan konselor klinis profesional berlisensi. Para ahli ini biasanya merupakan lulusan program sekolah pascasarjana dua tahun setelah memperoleh gelar sarjana mereka, kata Emin Gharibian, seorang psikolog di Verdugo Psychological Associates In Los Angeles.

"Sebagian besar, (terapis) akan melakukan terapi individu dan kelompok dalam berbagai pengaturan, termasuk praktik pribadi, sekolah, rumah sakit, klinik, pusat kesehatan mental masyarakat, atau penjara," katanya.

Ted Chan, CEO direktori perawatan kesehatan CareDash, mencatat bahwa mereka yang hanya memiliki tingkat pelatihan dan sertifikasi ini tidak dapat meresepkan obat.

"Untuk pasien yang memerlukan terapi untuk menangani masalah sehari-hari yang lebih jelas, terapis atau konselor biasanya lebih mudah menjadwalkan, lebih responsif dan lebih murah," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tidak Mau Mengakui Kesalahan Bisa Jadi Tanda Gangguan Jiwa Berat?

Tidak Mau Mengakui Kesalahan Bisa Jadi Tanda Gangguan Jiwa Berat?

Health | Rabu, 10 Juni 2020 | 21:34 WIB

Psikolog Ungkap Cara Atasi Anak Patah Hati Akibat Orangtua Cerai

Psikolog Ungkap Cara Atasi Anak Patah Hati Akibat Orangtua Cerai

Health | Rabu, 10 Juni 2020 | 12:45 WIB

Psikolog: Stres Karena Pandemi Bukan Alasan Orangtua Bisa Keras Kepada Anak

Psikolog: Stres Karena Pandemi Bukan Alasan Orangtua Bisa Keras Kepada Anak

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 16:32 WIB

Terkini

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB