Peneliti Indonesia Temukan 5 Kombinasi Obat Cegah Virus Corona, Apa Saja?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Jum'at, 12 Juni 2020 | 16:05 WIB
Peneliti Indonesia Temukan 5 Kombinasi Obat Cegah Virus Corona, Apa Saja?
IlustrasiPeneliti Indonesia Temukan 5 Kombinasi Obat Cegah Virus Corona, Apa Saja?. (Pixabay)

Suara.com - Gugus tugas Covid-19 bekerja sama dengan Badan Intelejen Indonesia (BIN) dan Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, berhasil mengombinasikan obat yang bisa mencegah perkembangbiakan virus corona.

Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem cell Unair Dr. dr. Purwati, SPpd, K-PTI FINASIM mengatakan, rejimen kombinasi obat dan jenis stem cell dinilai cukup bagus untuk menangani virus sars Cov-2 yang ada di Indonesia.

Purwati menyampaikan bahwa kombinasi dilakukan terhadap obat-obat yang telah dijual bebas di pasaran.

Ilustrasi obat. (Pixabay)
Ilustrasi Peneliti Indonesia Temukan 5 Kombinasi Obat Cegah Virus Corona, Apa Saja? (Pixabay)

"Kita teliti untuk potensi dan efektifitas obat tersebut sehingga indikasi diperluas, memiliki efek untuk anti viral dari sars Cov-2 dengan penanganan covid yang berbasis dari virus," kata Purwati dalam konferensi pers virtual melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (12/6/2020).

Purwati menyampaikan bahwa awalnya penelitian dilakukan terhadap 14 rejimen obat.

Kemudian didapatkan lima kombinasi rejimen obat yang dirasa cukup bagus untuk menghambat virus corona masuk ke dalam tubuh juga untuk menurunkan perkembangbiakan virus di dalam sel.

"Hal ini kita ikuti bertahap mulai 24 jam, 72 jam, maka virus tersebut dari jumlah ratusan ribu menjadi undetected," katanya.

Ia menyampaikan kombinasi obat itu belum diperjualbelikan.

Ada pun lima macam kombinasi tersebut di antaranya lupinavir, ritonavir, dan hydrozine. Kemudian lupinavir, ritonavir dan hydrocycline.

baca juga

Kombinasi ketiga, lupinavir, ritonavir, chlarificzine. Kombinasi empat, hydrochloroquine dan azithromycin. Juga kombinasi lima hydrochloroquine dan hydrocycline.

Ia menjelaskan, ada tiga rangkaian proses yang dilakukan terhadap lima kombinasi obat itu.

"Pertama, hitoksitisas apakah obat toxic tidak untuk sel tubuh. Kedua, cek potensi obat tersebut untuk membunuh virus. Tiga, melihat cek efektifitas obat tersebut. Kemudian kita juga mengecek obat imflamasi dan anti imflasi dari obat," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Sedang Uji Klinis Obat Herbal COVID-19 di Wisma Atlet

Pemerintah Sedang Uji Klinis Obat Herbal COVID-19 di Wisma Atlet

Tekno | Kamis, 11 Juni 2020 | 21:14 WIB

Kabar Baik, Obat Ini Punya Hasil Menjanjikan Untuk Lawan Covid-19

Kabar Baik, Obat Ini Punya Hasil Menjanjikan Untuk Lawan Covid-19

Health | Kamis, 11 Juni 2020 | 17:35 WIB

BPOM Ingin Obat Herbal & Jamu Indonesia Bisa Jadi Penangkal Virus Corona

BPOM Ingin Obat Herbal & Jamu Indonesia Bisa Jadi Penangkal Virus Corona

Health | Rabu, 10 Juni 2020 | 18:40 WIB

Terkini

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×