Sering Masturbasi Bikin Penis Mengecil? Mitos atau Fakta

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 12 Juni 2020 | 22:45 WIB
Sering Masturbasi Bikin Penis Mengecil? Mitos atau Fakta
Ilustrasi Sering Masturbasi Bikin Penis Mengecil? Mitos atau Fakta. [Shutterstock]

Suara.com - Masturbasi telah terbukti memiliki banyak manfaat, beberapa di antaranya meningkatkan kekebalan tubuh dan memperbaiki mood.

Tapi di balik berbagai manfaatnya masih banyak mitos yang beredar terkait masturbasi.

Salah satunya ialah anggapan bahwa keseringan masturbasi bisa membuat penis mengecil. Tapi benarkah hal tersebut? Atau jangan-jangan sekadar mitos belaka?

Ilustrasi penis / Mr P lelaki. (Shutterstock)
IlustrasiSering Masturbasi Bikin Penis Mengecil? Mitos atau Fakta. (Shutterstock)

Seperti dilansir dari Medical News Today, tkuran penis seseorang terutama ditentukan oleh genetika.

Tidak ada bukti ilmiah bahwa masturbasi memiliki efek permanen pada ukuran penis.
Masturbasi memang menyebabkan ereksi yang meningkatkan ukuran penis, tetapi ini hanya sementara.

Penis akan kembali ke ukuran normal setelah ejakulasi. Ukuran penis sebagian besar merupakan hasil dari pengaruh genetik.

Penis tumbuh sepanjang masa pubertas dan kadang-kadang selama beberapa tahun setelahnya. Bagi sebagian besar, penis akan berhenti tumbuh sekitar usia 18 atau 19.

Testosteron adalah hormon penting untuk fungsi dan perkembangan seksual. Selama masa pubertas, kadar testosteron meningkat dan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan penis.

Tingkat testosteron juga bervariasi selama masturbasi. Namun, perubahan ini minimal dan tidak berdampak jangka panjang.

Tingkat testosteron kembali normal segera setelah ejakulasi.

Karena pertumbuhan penis dan masturbasi berhubungan dengan kadar testosteron, ini bisa menjelaskan kesalahpahaman bahwa masturbasi mempengaruhi ukuran penis. Tapi hanya itu - mitos dan kesalahpahaman.

Lantas faktor apa yang dapat mempengaruhi ukuran penis?

Banyak perusahaan menjual lotion, salep, dan produk lainnya untuk meningkatkan ukuran penis. Namun, ada sedikit bukti yang mendukung produk ini.

Sebuah ulasan pada 2019 menilai 21 metode berbeda untuk meningkatkan ukuran penis pada lebih dari 1.000 pria.

Studi ini mencakup opsi bedah dan non-bedah. Mereka menemukan bahwa hanya ada sedikit bukti berkualitas tinggi yang membuktikan bahwa metode ini berhasil.

Operasi penis dapat memperpanjang panjang atau ketebalan penis. Ini biasanya melibatkan pengambilan lemak atau jaringan lain dari berbagai bagian tubuh dan memasukkannya ke dalam penis.

Hasil dari operasi ini bervariasi dan dapat menyebabkan komplikasi, seperti disfungsi seksual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngilu, Pria Ini Masukkan Kabel Charger ke Mr P Demi Kepuasan Seksual

Ngilu, Pria Ini Masukkan Kabel Charger ke Mr P Demi Kepuasan Seksual

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 22:35 WIB

Mr P Melengkung Saat Tengah Ereksi, Normalkah?

Mr P Melengkung Saat Tengah Ereksi, Normalkah?

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 22:05 WIB

Pandemi Covid-19 Bikin Banyak Lelaki Jalani Injeksi Mr P, Alasannya?

Pandemi Covid-19 Bikin Banyak Lelaki Jalani Injeksi Mr P, Alasannya?

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2020 | 21:30 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB