Kehamilan Tak Terencana Saat Pandemi Bisa Membuat Ibu Mengalami Depresi

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 16 Juni 2020 | 18:22 WIB
Kehamilan Tak Terencana Saat Pandemi Bisa Membuat Ibu Mengalami Depresi
Ilustrasi hamil saat pandemi. (sumber: visualphotos)

Suara.com - Berada di rumah saja selama berbulan-bulan demi memutus rantai penularan Covid-19 membuat lonjakan jumlah kehamilan. Dan bisa dipastikan, sebagian besar merupakan kehamilan tak terencana.

Waktu yang lebih banyak dihabiskan di rumah sehingga sering bertemu dengan pasangan, belum lagi pil KB yang mungkin sulit didapatkan selama pandemi Covid-19, jadi sedikit penyebab kehamilan tak terduga yang tak bisa dihindari.

Pasangan suami istri yang mengalami hal tersebut bisa saja mengalami bingung hingga stres. Terutama istri yang akan menjalani peran ganda sebagai ibu hamil.

Walau begitu, psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani S.psi., M.Si., Psi mengatakan wajar saja bila reaksi yang dirasakan justru menjadi bingung dan stres.

"Stres itu reaksi pertama kita. Jadi diterima saja dulu, wajar banget. Kalau sesuatu yang mengagetkan, menimbulkan kebingungan, itu jadi tekanan lagi buat kita. Tekanan itu yang kita sebut stres," jelas Anna saat siaran langsung Instagram bersama @ayahbunda, Selasa (16/6/2020).

Meski wajar, stres itu berdampak buruk bagi masing-masing pasangan, lanjut Anna. Antara suami dan istri bisa saling menyalahkan atau justru menyalahkan dirinya sendiri. Sehingga pertengkaran dengan pasangan sulit terhindarkan.

Pada akhirnya, dampak itu bisa memicu mengambil keputusan yang salah. Menurut Anna, kehamilan yang tidak terencana juga memiliki efek psikologis untuk ibu dan janin akibat ketidaksiapan yang dihadapinya.

"Ada banyak kemungkinan efek psikologis buat ibu, ada tiga macam. Berkurang minat untuk pelihara kandungan, masalah kesehatan, dan mengalami kesulitan melakukan oeran ganda menjadi istri dan ibu," ujarnya.

Jika ada kecenderungan kurang minat memelihara kehamilan, kata Anna, ibu berpotensi tetap melakukan kebiasaan buruk yang bisa membahayakan janin. Selain itu, perasaan bingung yang berkepanjangan akan menjadi masalah kesehatan mental dan bisa berujung depresi pada ibu hamil.

"Padahal kalau depresi saat hamil, bisa berpengaruh pada perkembangan janin juga perkembangan psikologis si anak," ujar Anna.

Bukan hanya selama hamil, depresi itu berpotensi terus berlanjut meski ibu telah melahirkan ataupun memutuskan lakukan aborsi. Kondisi itu yang biasa disebut postpartum depression atau depresi pasca melahirkan.

Depresi itu yang kemudian memunculkan rasa tidak puas atas hidupnya. Psikologis akan semakin menurun dan si ibu bisa dikatakan tidak sepenuhnya sehat secara mental, terang Anna.

"Merembet lagi dia bisa mengalami kesulitan, baik sebagai istri juga ibu. Misal kalau sebagai istri mungkin dia ada perasaan kesal, bersalah, jadi sulit berbuat baik kepada suami. Sebagai ibu, sering kali kesulitan untuk melakukan pengasuhan sebagai orangtua. Baik pada anak yang sudah dilahirkan atau pun yang masih dikandung," katanya.

Agar menghindari kondisi itu, Anna menyarankan, penting bagi ibu untuk perlahan menerima bahwa kehamilan yang tak terencana itu sebagai anugerah dari Tuhan. Tentunya dengan dukungan suami untuk saling menguatkan.

"Yang harus diselesaikan adalah perasaan kekhawatirannya, kejengkelan, kebingungan semua masalah psikologis itu yang harus diselesikan. Kalau sudah lebih baik, melanjutkan kehamilan tidak direncanakan bisa lebih baik lagi," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Tanda Anda Hamil Anak Perempuan

5 Tanda Anda Hamil Anak Perempuan

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2020 | 05:32 WIB

Studi: Kesepian dapat Sebabkan Depresi yang Berujung Pemikiran Bunuh Diri!

Studi: Kesepian dapat Sebabkan Depresi yang Berujung Pemikiran Bunuh Diri!

Health | Senin, 15 Juni 2020 | 19:45 WIB

Sering Dialami Bumil, Waspada Sesak Napas Akibat Asma

Sering Dialami Bumil, Waspada Sesak Napas Akibat Asma

Health | Jum'at, 12 Juni 2020 | 15:53 WIB

Terkini

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB