Jangan Abaikan Rasa Haus Berlebih, Bisa Jadi Tanda Awal Diabetes Tipe 2

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 17 Juni 2020 | 08:45 WIB
Jangan Abaikan Rasa Haus Berlebih, Bisa Jadi Tanda Awal Diabetes Tipe 2
Ilustrasi minum air (shutterstock)

Suara.com - Diabetes adalah masalah kesehatan umum yang menempatkan Indonesia di posisi ke-6 secara global. Diabetes tipe 2 salah satu jenis yang paling banyak diderita.

Diabetes tipe 2 ini terjadi akibat tubuh tidak memproduksi cukup hormon insulin atau tubuh tidak bereaksi terhadap insulin.

Tanpa hormon insulin yang cukup, tubuh berjuang untuk mengubah gula dalam darah menjadi energi yang bisa digunakan.

Adapun salah satu tanda peringatan diabetes yang paling umum adalah rasa haus berlebihan. Rasa haus terus menerus atau polidipsia merupakan salah satu gejala diabetes pertama yang muncul dengan sendirinya.

Kondisi ini muncul sebagai respons langsung terhadap kadar gula darah yang lebih tinggi dari normalnya.

Gejala polidipsia termasuk memiliki rasa haus yang sulit dijelaskan, terlepas dari berapa banyak air yang diminum. Anda juga bisa berisiko mengalami kondisi ini, bila mengeluarkan lebih dari 5 liter urine setiap hari akibat kebanyakan minum air.

Gejala dan Penyebab Diabetes Melitus serta Bagaimana Cara Menanganinya
Gejala dan Penyebab Diabetes Melitus serta Bagaimana Cara Menanganinya

"Polidipsia adalah istilah yang diberikan untuk rasa haus yang berlebihan sebagai gejala awal diabetes," kata situs medis Diabetes.co.uk dikutip dari Express.

Gejala polidipsia ini biasanya juga disertai kekeringan sementara atau berkepanjangan di mulut. Bila Anda merasa haus sepanjang waktu dan terus berlanjut setelah minum, itu bisa jadi tanda diabetes.

"Jika Anda tidak menderita diabetes, Anda perlu mengunjungi dokter untuk konsultasi mengenai rasa haus yang tak kunjung hilang," jelasnya.

Umumnya, setiap orang harus minum air putih sekitar 2 liter setiap hari. Jika Anda minum lebih dari itu dan masih terasa haus, maka konsultasikan dengan dokter.

Meski begitu, bukan berarti rasa haus pertanda diabetes. Polidipsia juga bisa disebabkan oleh dehidrasi atau infeksi tertentu.

Adapun gejala diabetes yang paling umum termasuk, luka yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh, rasa haus berkepanjangan dan mengeluarkan lebih banyak urine daripada sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tergantung Metabolisme Tubuh, Efek Samping Minum Kopi Setiap Orang Beda!

Tergantung Metabolisme Tubuh, Efek Samping Minum Kopi Setiap Orang Beda!

Health | Minggu, 07 Juni 2020 | 08:04 WIB

Cegah Perut Kembung, Berapa Kali Orang Harus Minum Air dalam Sehari?

Cegah Perut Kembung, Berapa Kali Orang Harus Minum Air dalam Sehari?

Health | Kamis, 04 Juni 2020 | 13:34 WIB

Studi: Pernah Keguguran Berisiko Lebih Tinggi Kena Diabetes Tipe 2

Studi: Pernah Keguguran Berisiko Lebih Tinggi Kena Diabetes Tipe 2

Health | Rabu, 03 Juni 2020 | 13:30 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB