Cerita Pasien Talasemia: 4 Bulan Kesulitan Dapat Stok Darah Gegara Pandemi

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 18 Juni 2020 | 13:43 WIB
Cerita Pasien Talasemia: 4 Bulan Kesulitan Dapat Stok Darah Gegara Pandemi
Ilustrasi Kantong darah. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit talasemia merupakan kelainan darah akibat kurangnya protein pembawa oksigen dan menurunnya jumlah sel darah merah di dalam tubuh. Pasien talasemia harus mendapatkan transfusi darah selama beberapa minggu sekali agar bisa tetap sehat.

Biasanya, kendala terbatasnya stok darah hanya dihadapi pasien pada saat bulan Ramadan. Namun, pandemi Covid-19 saat ini semakin memperburuk keadaan.

Salah satu pasien talasemia di Jakarta, Annisa Octian Pertiwi, bercerita bahwa saat Ramadan, ia dan teman-teman thalassemia lainnya akan bersiap jika stok darah menipis.

"Namun, sejak adanya SARS-CoV2 ini, kami sulit sekali untuk mendapatkan 1-2 kantong darah. Keadaan ini sudah berlangsung kurang lebih 4 bulan," cerita Annisa dikutip dari akun Twitter pribadinya, Kamis (18/6/2020).

Ketika bulan suci dan jika stok darah menipis, Annisa dan teman-temannya di komunitas Thalassemia Movement membuat acara Donor Darah Ramadan (DORA). Menurutnya, acara ini cukup membantu menambah stok darah walaupun mereka tetap harus mempersiapkan pendonor pribadi.

"Tapi, bulan puasa tahun ini kami tidak bisa mengadakan DORA tersebut, jadi kami berusaha masing-masing," kata Annisa saat dihubungi lebih lanjut oleh Suara.com.

Padahal, menurut Annisa, pasien thalasemia harus transfusi darah setiap dua hingga tiga minggu sekali sebanyak tiga sampai empat kantong darah.

"Satu orang pendonor hanya bisa mendonorkan darahnya kembali setelah 2,5 - 3 bulan. Dan dari satu orang pendonor akan dihasilkan 1 kantong darah merah, 1 kantong trombosit, dan 1 kantong plasma darah. Sehingga kami harus mencari kembali orang-orang yang bersedia donor untuk kami," paparnya.

baca juga

Melalui cuitannya yang telah di-retwitt sebanyak 23 ribu kali itu, Annisa meminta kesediaan masyarakat untuk rutin melakukan donor darah. Annisa mengatakan, dirinya memiliki golongan darah AB.

Akibat penyakit talasemia tersebut, tentu ia bisa bertahan hidup dari transfusi darah yang didapatkannya.

"Golongan darah saya AB, saya bisa melanjutkan kehidupan saya hanya dengan partisipasi dari teman-teman. Begitu pula dengan pasien talasemia lainnya. Saya mohon maaf jika tulisan saya terlihat menyedihkan. Ini salah satu upaya saya agar kami bisa melangkah bersama," ucapnya.

Menurut Annisa, terbatasnya stok darah di PMI bukan hanya terjadi di kota besar seperti Jakarta. Tapi justru hampir di seluruh wilayah dan juga terjadi di luar negeri.

Bersama komunitas Thalassemia Movement, Annisa mengajak masyarakat yang ingin menjadi pendonor untuk mengisi form pada https://t.co/RGdTZunvfH.

"Data pendonor ini akan kami gunakan dan sampaikan kepada pasien-pasien yang sedang membutuhkan darah," kata Annisa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang Bertato Tidak Boleh Donor Darah, Mitos atau Fakta?

Orang Bertato Tidak Boleh Donor Darah, Mitos atau Fakta?

Health | Selasa, 16 Juni 2020 | 16:58 WIB

Stok Darah PMI Berkurang, Ini Prosedur Donor Darah Saat Pandemi

Stok Darah PMI Berkurang, Ini Prosedur Donor Darah Saat Pandemi

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 10:49 WIB

Hari Talasemia Sedunia: Kelainan Darah Turunan yang Belum Ada Obatnya

Hari Talasemia Sedunia: Kelainan Darah Turunan yang Belum Ada Obatnya

Health | Jum'at, 08 Mei 2020 | 16:15 WIB

Terkini

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

News | Senin, 14 September 2026 | 21:23 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:22 WIB

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Bri | Senin, 14 September 2026 | 21:20 WIB

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 21:12 WIB

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:05 WIB

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 21:02 WIB

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Video | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:58 WIB

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

×