Pandemi Virus Corona Bisa Picu Mysophobia, Apa Itu?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 19 Juni 2020 | 15:03 WIB
Pandemi Virus Corona Bisa Picu Mysophobia, Apa Itu?
Ilustrasi perempuan ketakutan. (Shutterstock)

Suara.com - Di tengah pandemi virus corona Covid-19, semua orang diminta untuk melindungi dirinya dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kondisi ini bisa membuat seseorang semakin merasa ketakutan bila terkontaminasi kotoran. Ketakutan akan pandemi virus corona ini bisa saja menyebabkan mysophobia.

Mysophobia adalah kondisi yang paling sering dialami oleh orang dengan gangguan obsesif kompulsif (OCD). Walaupun OCD bisa terjadi dalam berbagai bentuk dan tidak selalu mengenai kuman maupun kebersihan. Tetapi, seorang ahli mengaku melihat banyak orang mengalami kondisi ini akibat pandemi virus corona.

Dr Martina Paglia, seorang psikolog di The International Psychology Clinic mengatakan, umumnya mysophobia adalah rasa takut terhadap kuman. Kondisi ini biasanya dimulai pada akhir masa kanak-kanak atau awal remaja.

"Sejak pandemi, beberapa klien saya dengan OCD telah mengembangkan rasa takut khusus akibat virus corona Covid-19. Saya punya klien yang telah menderita OCD selama 10 tahun. Tapi, sejak pandemi ketakutannya telah bergeser dari ketakutan terhadap kuman menjadi virus corona," jelas Dr Martina dikutip dari Metro UK.

Ilustrasi takut (shutterstock)
Ilustrasi takut (shutterstock)

Dr Martina memberikan contoh Rita, seorang wanita yang berjuang dengan mysophobia sebagai bagian ddari OCD. Rita mengalami ketakutan yang lebih parah setelah pandemi virus corona.

"Dia (Rita) mulai menunjukkan perilaku kompulsif, yang bertindak untuk menetralisir pikiran, seperti mencuci tangannya berkali-kali dan rutin memeriksa lingkungan bersih," jelasnya.

Perilaku kompulsi itulah yang menunjukkan suatu fobia telah berubah menjadi gangguan kompulsif obsesif.

Pada pandemi virus corona seperti ini, kesulitan mengenali dan mengontrol fobia bisa menjadi gangguan kompulsif obsesif. Kondisi ini terlihat ketika seseorang mencuci tangan berlebihan, tidak bisa meninggalkan rumah, menghindari kontak dengan orang lain dan hal lain yang menunjukkan sikap menghindari penularan virus.

"Obsessive Compulsive Disorder (juga dikenal sebagai OCD) adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan gejala obsesif dan / atau kompulsif yang menyebabkan kecemasan dan ketakutan yang intens," kata Martina.

baca juga
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Dalam kondisi ini, obsesif bisa didefinisikan sebagai pikiran, impuls atau gambar yang berulang dan persisten yang disebut sebagai gangguan tak diinginkan.

Orang dengan kondisi ini sering kali mencoba mengabaikan atau menekan pemikirannya untuk menetralisirnya. Namun, upaya tidak perah berhasil. Pikiran obsesif tidak menyenangkan inilah yang menyebabkan ketakutan, kecemasan, ketegangan dan jijik.

Orang bisa menghadapinya dengan CBT (terapi perilaku kognitif) adalah terapi terbaik untuk OCD. Terapi ini dilakukan dengan memaksa seseorang melawan pikiran-pikiran obsesif dan tidak menindaklanjutinya.

CBT akan mengajarkan seseorang untuk melawan ketakutan karena memaksa mereka menghadapi situasi yang sama setiap saat, tetapi penanganannya lebih baik.

Ketika masa pandemi virus corona sekarang ini, orang bisa melakukan terapi ini dalam masa isolasi mandiri, melalui telepon atau obat-obatan untuk membantu mengobati OCD.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Kulit Melepuh dan Gatal, Bisa Jadi Gejala Virus Corona Covid-19

Waspada Kulit Melepuh dan Gatal, Bisa Jadi Gejala Virus Corona Covid-19

Health | Jum'at, 19 Juni 2020 | 09:53 WIB

Stres Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Virus Corona Covid-19, Ini Sebabnya

Stres Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Virus Corona Covid-19, Ini Sebabnya

Health | Jum'at, 19 Juni 2020 | 08:46 WIB

5 Negara di Eropa yang Aman Dikunjungi saat Pandemi

5 Negara di Eropa yang Aman Dikunjungi saat Pandemi

Video | Jum'at, 19 Juni 2020 | 07:00 WIB

Terkini

Ulasan Robohnya Surau Kami: Ketika Kesalehan Kehilangan Makna

Ulasan Robohnya Surau Kami: Ketika Kesalehan Kehilangan Makna

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 08:30 WIB

Terekam CCTV: Karyawati 22 Tahun Tewas Terlindas Forklift di Pabrik Bandar Lampung

Terekam CCTV: Karyawati 22 Tahun Tewas Terlindas Forklift di Pabrik Bandar Lampung

Lampung | Jum'at, 06 November 2026 | 08:29 WIB

Dikaitkan Skandal Penyadapan Presiden, Pihak Abdul Wahid Laporkan Akun TikTok

Dikaitkan Skandal Penyadapan Presiden, Pihak Abdul Wahid Laporkan Akun TikTok

Riau | Jum'at, 06 November 2026 | 08:18 WIB

Wall Street Berdarah! Nasdaq Catat Rekor Pelemahan Sejak 2024 Akibat AI

Wall Street Berdarah! Nasdaq Catat Rekor Pelemahan Sejak 2024 Akibat AI

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 08:16 WIB

Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Masuk Indonesia, Harga Mulai Rp8,7 Juta

Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Masuk Indonesia, Harga Mulai Rp8,7 Juta

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 08:13 WIB

Geothermal Belum Sejalan dengan Transisi Energi Berkeadilan, Apa Masalahnya?

Geothermal Belum Sejalan dengan Transisi Energi Berkeadilan, Apa Masalahnya?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 08:12 WIB

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

Aksi Pekerja Ketinggian Rawat Atap Stasiun LRT di Palembang

Aksi Pekerja Ketinggian Rawat Atap Stasiun LRT di Palembang

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 07:58 WIB

Kenapa Sudah Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kusam? Ini Penyebab dan Solusinya

Kenapa Sudah Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kusam? Ini Penyebab dan Solusinya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 07:54 WIB

×