Stres Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Virus Corona Covid-19, Ini Sebabnya

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Stres Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Virus Corona Covid-19, Ini Sebabnya
Ilustrasi stres (Foto: shutterstock).

Paisen virus corona Covid-19 yang mengalami stres lebih berisiko meninggal dunia.

Suara.com - Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko kematian pasien virus corona Covid-19. Selain riwayat penyakit kronis, kondisi mental dan pikiran juga turut andil dalam meningkatkan risiko.

Sebuah studi baru menemukan orang dengan tingkat stres tinggi, lebih berisiko meninggal dunia akibat virus corona Covid-19.

Menurut penelitian, pasien virus corona Covid-9 dengan kadar hormon stres kortisol yang sangat tinggi dalam darahnya cenderung lebih cepat memburuk kondisinya dan meninggal dunia.

Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan Imperial College London, yang pertama menunjukkan bahwa kadar kortisol adalah penanda tingkat keparahan penyakit seseorang.

Para peneliti mengatakan tingkat keparahan penyakit itu sangat tinggi, berkisar antara 3 kali lipat setelah operasi besar.

Tetapi, temuan ini bisa digunakan untuk mengidentifikasi pasien yang lebih mungkin membutuhkan perawatan intensif dan membantu mengelola tekanan darah.

"Bila dilihat dari sudut pandang seorang endokrinologis, masuk akan bahwa pasien virus corona Covid-19 yang paling sakit memiliki tingkat kortisol yang lebih tinggi," kata penulis utama studi, Profesor Waljit Dhillo dari Imperial dikutip dari Mirror.

Ilustrasi pasien virus corona Covid-19 [Shutterstock].
Ilustrasi pasien virus corona Covid-19 [Shutterstock].

Sekitar 3 bulan lalu, Profesor Waljit bersama rekan penelitinya mulai melihat gelombang pasien virus corona Covid-19 di rumah sakit London. Mereka hanya memiliki sedikit informasi tentang cara terbaik membuat triase orang.

"Sekarang, saat orang tiba di rumah sakit, kami memiliki penanda sederhana lain untuk digunakan bersaman dengan tingkat saturasi oksigen untuk membantu kami mengidentifikasi pasien yang perlu dirawat dan tidak," jelasnya.

Perlu dipahami, kortisol diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap stres, seperti penyakit, memicu perubahan metabolisme, fungsi jantung dan sistem kekebalan tubuh untuk membantu tubuh kita mengatasinya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS