Stres Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Virus Corona Covid-19, Ini Sebabnya

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 19 Juni 2020 | 08:46 WIB
Stres Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Virus Corona Covid-19, Ini Sebabnya
Ilustrasi stres (Foto: shutterstock).

Suara.com - Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko kematian pasien virus corona Covid-19. Selain riwayat penyakit kronis, kondisi mental dan pikiran juga turut andil dalam meningkatkan risiko.

Sebuah studi baru menemukan orang dengan tingkat stres tinggi, lebih berisiko meninggal dunia akibat virus corona Covid-19.

Menurut penelitian, pasien virus corona Covid-9 dengan kadar hormon stres kortisol yang sangat tinggi dalam darahnya cenderung lebih cepat memburuk kondisinya dan meninggal dunia.

Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan Imperial College London, yang pertama menunjukkan bahwa kadar kortisol adalah penanda tingkat keparahan penyakit seseorang.

Para peneliti mengatakan tingkat keparahan penyakit itu sangat tinggi, berkisar antara 3 kali lipat setelah operasi besar.

Tetapi, temuan ini bisa digunakan untuk mengidentifikasi pasien yang lebih mungkin membutuhkan perawatan intensif dan membantu mengelola tekanan darah.

"Bila dilihat dari sudut pandang seorang endokrinologis, masuk akan bahwa pasien virus corona Covid-19 yang paling sakit memiliki tingkat kortisol yang lebih tinggi," kata penulis utama studi, Profesor Waljit Dhillo dari Imperial dikutip dari Mirror.

Ilustrasi pasien virus corona Covid-19 [Shutterstock].
Ilustrasi pasien virus corona Covid-19 [Shutterstock].

Sekitar 3 bulan lalu, Profesor Waljit bersama rekan penelitinya mulai melihat gelombang pasien virus corona Covid-19 di rumah sakit London. Mereka hanya memiliki sedikit informasi tentang cara terbaik membuat triase orang.

"Sekarang, saat orang tiba di rumah sakit, kami memiliki penanda sederhana lain untuk digunakan bersaman dengan tingkat saturasi oksigen untuk membantu kami mengidentifikasi pasien yang perlu dirawat dan tidak," jelasnya.

Perlu dipahami, kortisol diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap stres, seperti penyakit, memicu perubahan metabolisme, fungsi jantung dan sistem kekebalan tubuh untuk membantu tubuh kita mengatasinya.

Kadar kortisol yang sehat berkisar 100-200 nm/L dan hampir 0 ketika seseorang tidur. Saat pasien yang sakit memiliki kadar kortisol rendah, maka kondisinya bisa mengancam jiwa.

Tetapi, tingkat kortisol yang berlebihan bisa sama berbahayanya. Kondisi ini bisa menyebabkan peningkatan risiko infeksi dan hasil yang buruk.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Pada studi baru, peneliti mengamati 535 pasien, termasuk 403 orang dengan virus corona Covid-19. Mereka menemukan kadar kortisol pada pasien Covid-19 secara signifikan lebih tinggi daripada mereka yang tidak terinfeksi virus tersebut.

Pada tkelompok virus corona Covid-19, tingkat kortisol setinggi 3.241 yang jauh lebih tinggi daripada setelah operasi besar, yakni sebelumnya hanya 1.000.

"Memiliki indikator awal di mana pasien bisa memburuk lebih cepat akan membantu kami dengan memberikan tingkat perawatan terbaik secepat mungkin," kata Profesor Waljit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tambah 176 Pasien, Positif Corona di Jakarta Capai 9.385 Orang

Tambah 176 Pasien, Positif Corona di Jakarta Capai 9.385 Orang

News | Kamis, 18 Juni 2020 | 20:53 WIB

Virus Corona di Indonesia Berbeda dengan Wuhan, Tapi Tak Selalu Lebih Ganas

Virus Corona di Indonesia Berbeda dengan Wuhan, Tapi Tak Selalu Lebih Ganas

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 17:05 WIB

Kematian karena Virus Corona di Filipina Bertambah, Kini Sudah 1.116

Kematian karena Virus Corona di Filipina Bertambah, Kini Sudah 1.116

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 16:42 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB