Kata BPOM Soal Deksametason: Kategori Obat Keras dan Masih Diuji

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 19 Juni 2020 | 18:58 WIB
Kata BPOM Soal Deksametason: Kategori Obat Keras dan Masih Diuji
Dexamethasone disebut manjur untuk pasien Covid-19 yang parah, bukan untuk yang bergejala ringan. [Shutterstock]

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM ikut menyikapi terkait penemuan obat Deksametason, obat murah yang bisa menyembuhkan pasien Covid-19 dengan kategori parah, hingga menggunakan alat bantu pernapasan atau ventilator.

Menurut BPOM obat ini sudah terdaftar di Indonesia, termasuk dalam golongan obat keras, dan penggunaannya dalam pengawasan ketat serta harus menggunakan resep dokter.

"Deksametason adalah golongan steroid yang merupakan obat keras yang terdaftar di Badan POM RI, di mana pembeliannya harus dengan resep dokter dan penggunaannya di bawah pengawasan dokter. Deksametason tidak dapat digunakan untuk pencegahan COVID-19," tulis BPOM dalam siaran persnya, Jumat (19/6/2020).

BPOM juga mengingatkan bahwa mengonsumsi deksametason tanpa indikasi dan resep dari dokter bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya, seperti melemahkan daya tahan tubuh, peningkatan tekanan darah, diabetes, moon face dan masking effect, dan sebagainya.

Oleh karena itu, penelitian dan aturan sedang dilakukan dan akan ditetapkan BPOM tentang bagaimana prosedur penggunaan obat ini, khususnya di Indonesia dalam penanganan Covid-19.

"Badan POM RI terus meneliti dan menindaklanjuti hasil penelitian selanjutnya, serta informasi terkait penggunan obat untuk penanganan Covid-19 dengan melakukan komunikasi dengan asosiasi kesehatan terkait WHO dan Badan Otoritas Obat negara lain," ungkapnya.

Karena ini masih dalam kajian, maka BPOM kembali mengingatkan untuk tidak sembarangan mengonsumsi obat keras ini, apalagi coba-coba membeli lewat online tanpa resep dokter.

Terakhir, di Indonesia, BPOM menegaskan tidak ada obat spesifik terkait Covid-19, termasuk deksametason yang harus lebih dulu dikaji efektivitasnya. Sehingga masih masuk kategori obat uji.

Di sisi lain, deksametason memang sudah tersedia sebagai obat murah dan tersedia di puskesmas terdekat. Biasanya digunakan sebagai obat yang mengurangi pembengkakan dan reaksi alergi.

baca juga

Dalam pengawasan dokter, obat ini juga bisa digunakan untuk mengurangi efek samping mual muntah saat pasien kanker menjalani kemoterapi.

Penelitian uji klinis awal di Oxford University Inggris memang menunjukkan respon positif dan mengurangi angka kematian seperlima pada pasien dengan tingkat gejala parah atau dengan ventilator.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Reisa: Dexamethasone Bukan Obat Penangkal COVID-19

Dokter Reisa: Dexamethasone Bukan Obat Penangkal COVID-19

News | Jum'at, 19 Juni 2020 | 18:22 WIB

Punya Efek Bahaya, Dexamethasone Tak Boleh Dikonsumsi untuk Jangka Panjang

Punya Efek Bahaya, Dexamethasone Tak Boleh Dikonsumsi untuk Jangka Panjang

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2020 | 12:00 WIB

Dexamethasone untuk Covid-19, Bagaimanakah Cara Obat Ini Bekerja?

Dexamethasone untuk Covid-19, Bagaimanakah Cara Obat Ini Bekerja?

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2020 | 05:40 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×