WHO: Deksametason untuk Pasien Parah, Bukan Gejala Ringan atau Cegah Corona

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 18 Juni 2020 | 15:03 WIB
WHO: Deksametason untuk Pasien Parah, Bukan Gejala Ringan atau Cegah Corona
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan respon positif pada pengujian deksametason untuk Covid-19. Tetapi organisasi PBB itu menyatakan, bahwa penggunaaan deksametason hanya akan berfungsi bagi orang dengan gejala yang parah.

Dilansir dari Express, pejabat WHO menegaskan penggunaan obat hanya terbatas pada kasus yang paling parah dan tidak digunakan untuk pencegahan. Pernyatan itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu (17/6/2020).

"Deksametason terbukti tidak memiliki efek menguntungkan bagi mereka yang memiliki penyakit ringan dan tidak membutuhkan bantuan pernapasan," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Kami membutuhkan lebih banyak terapi yang dapat digunakan untuk mengatasi Covid-19, termasuk yang memiliki gejala yang lebih ringan," tambahnya.

Kepala Program Kedaruratan WHO, Dr. Mike Ryan juga menyatakan, bahwa penggunaan obat tersebut hanya bisa digunakan di bawah pengawasan medis.

"Sangat penting bahwa obat ini digunakan di bawah pengawasan medis," kata Ryan.

"Ini bukan untuk kasus ringan, ini bukan untuk profilaksis," imbuhnya.

Dexamethasone alias deksametason disebut bermanfaat bagi pasien Covid-19. (Shutterstock)
Dexamethasone alias deksametason disebut bermanfaat bagi pasien Covid-19. (Shutterstock)

Ryan terus mengatakan bahwa sementara steroid itu menunjukkan tanda-tanda yang menjanjikan, itu bisa dalam beberapa kasus membuat infeksi lebih buruk dengan membantu replikasi virus.

Obat ini tidak bekerja dengan cara memblokir virus tetapi mengurangi peradangan di dalam dan di sekitar paru-paru.

Pasien dengan kasus virus corona yang sangat parah mengalami kesulitan karena peradangan di paru-paru menyulitkan oksigen untuk masuk ke dalam darah. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama kematian pada pasien.

Deksametason atau steroid sendiri telah digunakan selama beberapa dekade yang tersedia luas dan berbiaya rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Ingatkan Bahaya Efek Samping Konsumsi Deksametason Sembarangan

Pakar Ingatkan Bahaya Efek Samping Konsumsi Deksametason Sembarangan

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 14:00 WIB

Disebut Ampuh pada Covid-19 Parah, Bagaimana Cara Kerja Obat Deksametason?

Disebut Ampuh pada Covid-19 Parah, Bagaimana Cara Kerja Obat Deksametason?

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 12:11 WIB

Update, WHO Sebut Dexamethasone Tak Boleh Digunakan Sembarangan

Update, WHO Sebut Dexamethasone Tak Boleh Digunakan Sembarangan

Tekno | Kamis, 18 Juni 2020 | 11:15 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB