Alami Kondisi Medis Langka, Gadis 11 Tahun Mengeluarkan Air Mata Darah

Yasinta Rahmawati

Senin, 22 Juni 2020 | 16:57 WIB
Alami Kondisi Medis Langka, Gadis 11 Tahun Mengeluarkan Air Mata Darah
Ilustrasi air mata darah. (Unsplash/Chaozzy Lin)

Suara.com - Sebuah studi kasus baru-baru ini oleh dokter mata dari All India Institute of Medical Sciences di New Delhi, India, merinci fenomena medis aneh, di mana seorang gadis berusia 11 tahun mengeluarkan air mata darah.

Dilansir dari Science Alert, fenomena medis langka tersebut dikenal sebagai haemoclaria. Menurut ibu gadis itu, munculnya air mata darah telah terjadi setiap hari selama seminggu.

Tanpa rasa sakit atau emosi yang kuat, garis-garis merah tiba-tiba akan menetes di pipi anak selama beberapa menit, dua hingga tiga kali setiap hari.

"Saya takut dengan kesehatan anak saya," kata ibu itu kepada staf. "Darah yang keluar dari matanya mengerikan. Aku harap tidak akan ada episode serupa di masa depan," jelasnya.

Klinik menjalankan serangkaian tes untuk menemukan penyebabnya, namun belum membuahkan hasil. Pasien tidak memiliki riwayat trauma atau penyakit.

Kelenjar air matanya tampak utuh, hasil darahnya jelas. Selain sel darah, cairan yang dipancarkan dari saluran air matanya tidak biasa.

Ilustrasi bocah menangis. (Shutterstock)
Ilustrasi bocah menangis. (Shutterstock)

Para ahli di klinik tidak dapat menemukan satu petunjuk pun yang dapat membantu mereka memahami kasus ini. Meski begitu, saat diamati selama beberapa hari ke depan, anak itu akan terus menangis. Kasus ini diterbitkan dalam BMJ Case Reports.

Fenoemena air mata darah ini bukanlah kali pertama. Sepuluh tahun lalu, National Geographic mendokumentasikan kasus serupa pada seorang gadis India berusia 14 tahun bernama Twinkle Dwivedi.

Pada tahun 2019, sebuah studi medis menggambarkan kasus haemolacria yang mirip dengan yang baru-baru ini terjadi, pada seorang gadis berusia 16 tahun yang dirawat di rumah sakit di Bangladesh.

baca juga

Mungkin saja dalam beberapa kasus, hormon bisa berperan. Sebuah studi tahun 1991 yang menguji darah tersembunyi atau 'okultis' di air mata 125 sukarelawan sehat menemukan jejak darah di hampir seperlima dari mereka, paling sering selama siklus menstruasi mereka.

Ilustrasi mata lelaki berdarah [shutterstock]
Ilustrasi mata lelaki berdarah [shutterstock]

Di sisi lain, haemoclaria tidak terbatas pada satu jenis kelamin. Sebab 2 tahun yang lalu, seorang pria paruh baya asal Italia dirawat karena darah memancar dari matanya.

Ada banyak kondisi kesehatan lain yang juga dapat membantu menjelaskan beberapa kejadian dari fenomena air mata darah. Contohnya seperti penyakit hemofilia pembekuan darah, atau kelainan pembuluh darah sindrom Osler-Weber-Rendu .

Beberapa obat juga dapat menyebabkan darah bocor ke kelenjar air mata. Berita baiknya adalah tidak ada alasan untuk berpikir bahwa air mata darah perlu keprihatinan berkelanjutan.

Sebab pada kenyataannya, haemoclaria dapat dengan mudah menghilang sama anehnya seperti ketika kondisi itu tiba-tiba muncul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan Virus di Pembuluh Darah Bisa Memicu Fase Kedua Covid-19 yang Fatal

Serangan Virus di Pembuluh Darah Bisa Memicu Fase Kedua Covid-19 yang Fatal

Health | Rabu, 03 Juni 2020 | 16:00 WIB

Peneliti: Virus Corona Serang Lapisan Pembuluh Darah di Seluruh Tubuh

Peneliti: Virus Corona Serang Lapisan Pembuluh Darah di Seluruh Tubuh

Health | Rabu, 22 April 2020 | 11:51 WIB

Lari Maraton Bisa Bikin Pembuluh Darah Lebih Sehat, Benarkah?

Lari Maraton Bisa Bikin Pembuluh Darah Lebih Sehat, Benarkah?

Health | Kamis, 09 Januari 2020 | 18:24 WIB

Terkini

Jejak Luka di Tanah Pengasingan dalam Cerita dari Digul

Jejak Luka di Tanah Pengasingan dalam Cerita dari Digul

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Prabowo Bicara soal Bonus Pemain

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Prabowo Bicara soal Bonus Pemain

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Kabur saat Digeledah di Bakauheni, Pria Pembawa Senjata Serbu AR-15 Diciduk di Loteng Ruang Guru

Kabur saat Digeledah di Bakauheni, Pria Pembawa Senjata Serbu AR-15 Diciduk di Loteng Ruang Guru

Lampung | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup! Suporter dan Masyarakat Diimbau Rayakan Kemenangan dengan Tertib

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup! Suporter dan Masyarakat Diimbau Rayakan Kemenangan dengan Tertib

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Kurang dari 12 Jam, Pembantai Satu Keluarga di Tulang Bawang Tewas Ditembak Polisi

Kurang dari 12 Jam, Pembantai Satu Keluarga di Tulang Bawang Tewas Ditembak Polisi

Lampung | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Perbedaan Peeling Serum vs Exfoliating Toner, Mana yang Lebih Cepat Mencerahkan?

Perbedaan Peeling Serum vs Exfoliating Toner, Mana yang Lebih Cepat Mencerahkan?

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Saat Hidup Terasa Melelahkan, 5 Lagu Ini Jadi Pengingat untuk Berhenti Sejenak

Saat Hidup Terasa Melelahkan, 5 Lagu Ini Jadi Pengingat untuk Berhenti Sejenak

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Polisi Buru OTK yang Aniaya Koordinator BEM UI di Tebet

Polisi Buru OTK yang Aniaya Koordinator BEM UI di Tebet

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:28 WIB

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp106, 94 Triliun, Risiko Gagal Bayar Mengintai

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp106, 94 Triliun, Risiko Gagal Bayar Mengintai

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Kapten Asal Gowa Lepas dari Cengkeraman Perompak Somalia: Pura-pura Mati, Ditendang di Anjungan

Kapten Asal Gowa Lepas dari Cengkeraman Perompak Somalia: Pura-pura Mati, Ditendang di Anjungan

Sulsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:13 WIB

×